“Oh iya, apa ada kota besar di pulau ini untuk mencari informasi dan pakaian?” tanya Nami.

“Hmm, tak ada tempat lain di sini kecuali pelabuhan kami.” jelas perempuan itu. “Aah, bagaimana kalau kalian pergi ke pulau tetangga saja? Mereka sangat terkenal dengan pemandian air panas dan volkanonya. Dan sekarang akan ada kereta laut yang lewat sini, pengunjungnya banyak sekali!!”

“Kereta laut? Apa kau sedang membicarakan kereta laut Umi Resha??”

“Ya!!”

Ternyata, kereta laut juga ada di lautan Dunia Baru. Luffy dan yang lainnya menunggu di stasiun kecil yang ada di pulau itu, sampai akhirnya kerta laut tiba. Mereka semua naik, dan kereta yang membawa banyak penumpang itupun berangkat.

“Oh iya, Luffy, Marimo, Tulang… Kalian itu aneh, jadi biarkan saja kami yang mengumpulkan informasi.” ucap Sanji. “Bukankah begitu Nami-swan? Robin-chwan??

“Kau itu juga aneh, Sanji.” ucap Nami. “Eeh?”

“Kamilah yang akan mengumpulkan informasi!”

“Tapi aku ingin pergi bersama kalian..”

“Ayo nikmati pemandian air panasnya.” ucap Zoro.

Tak apa kan bersantai sebelum bertarung?”

“Serahkan masalah pakaian padaku, Akan kucarikan pakaian yang terbaik!” ucap Brook. “Kelihatannya ada banyak merk terkenal di pulau ini.”

Tak lama setelahnya, merekapun sampai di pulau wisata yang ramai itu. Di belakang kota, terdapat sebuah gunung yang ada huruf-huruf besar mirip yang di Holywood bertuliskan, “KAZANONSEN”

“Kita sampai!!” ucap Nami. “Teman-teman, jangan sampai tertangkap Angkatan Laut ya! Ayo berpencar!!”

“Yaah!!!” Merekapun berpisah. Nami, Robin, Usopp, dan Chopper pergi mencari informasi sementara Luffy, Brook, Sanji, dan Zoro pergi ke pemandian air panas.

“Ya ampun, pengguna buah iblis itu banyak kelemahannya ya.” Ucap Sanji saat melihat Brook dan Luffy melemah saat berendam air panas. “Mereka kehilangan kekuatan bahkan hanya karena ini?”

“Kalau bagian atas kami tidak basah, kami masih tetap bisa bertahan.” ucap Brook.

“Nyaman sekali.” ucap Zoro.

“Benarkah tak apa kita membuang waktu di sini?” Brook bertanya-tanya.

“Benar!! Aku mau segera mengalahkan si Z itu!!” ucap luffy.

“Dasar bodoh! Kalau kalian jalan-jalan di pulau yang penuh dengan Angkatan Laut ini, Kalian hanya akan membuat masalah baru. Nami bilang begitu, kan?” ucap Sanji. “Makanya, serahkan saja pada mereka untuk mencari informasi tentang Z” lanjutnya.

—– One Piece Film Z —–

Di sisi kelompok pencari informasi, mereka sedang berada di sebuah bar. Nami kecil berpura-pura menjadi pelayan. Robin menyamar sebagai penari, sementara Usopp menjadi managernya.

Sebagai penari, Robin yang berusia delapan belas tahun begitu memukau. Para pengunjung begitu terpesona dengan tarian dan kecantikan.

“Dia cantik ya? Penari yang cantik…

Orang-orang begitu terpesona!” ucap pemilik bar, sementara Usopp hanya bisa mengangguk-angguk dan berkata, “Aku senang anda juga menyukainya, tuan.”

Di sisi Chopper, ia bersama dengan seorang anak kecil berpura-pura menjadi tukang bersih sepatu. Anak kecil itu yang menjadi tukangnya, sementara Chopper menyamar sebagai boneka robot pembersih.

“Apa anda akan pergi kencan, tuan?” tanya si anak pada pelanggannya.

“Yaah, jadi tetap buat mengkilap ya!” ucap si pelanggan.

—– One Piece Film Z —–

Kembali lagi ke sisi Luffy dan yang lainnya, mereka masih berendam. “Aku bisa merasakannya… mengalir melewati tulang-tulangku… Semuanya mengalir bersamaan dengan rasa lelahku.” ucap Brook.

“Z… Aku lengah dengan senjata di tangannya sampai-sampai menurunkan pertahanan.” ucap Luffy. Ia masih kesal dan ingin membalas perbuatan lelaki tua bernama Z itu.

“Itu karena kau pengguna buah iblis, dan kau menyerangnya tanpa berpikir…” ucap Sanji. “Kalau tertangkap oleh tangan batu laut itu, kau akan kehilangan semua kekuatanmu. Serahkan saja Z padaku dan si Marimo.”

“Kalian tak perlu melakukannya.” ucap Luffy. “Aku sendirilah yang akan membereskannya! Pertarungan selanjutnya aku akan menghindari serangannya dengan seluruh kekuatanku!”

“Kalian tetap seperti biasanya ya.” ucap seorang lelaki yang juga berendam di pemandian air panas itu. Sungguh mengejutkan. Lelaki yang muncul itu tak lain adalah Kuzan, Aokiji.

Bersambung…

Iklan