“Kita tak tahu apa yang akan terjadi, jadi kalian semua bersiap-siaplah!!” ucap Nami.

“Kita tak bisa melakukan apapun. Bagaimanapun dialah kaptennya.” ucapnya lagi.

“Tapi kita tak mau kan berurusan dengan gunung berapi… atau apapun itu yang membahayakan nyawa kita…” ucap Nami lagi. Dan kemudian secara tiba-tiba…

“Eeh?” Luffy melihat sesuatu yang mengambang menuju ke arah mereka. Serpihan kayu, yang di atasnya terbaring seseorang yang tak lain adalah Z.

“Kapal karam ditemukan, bersiaplah untuk menolongnya!!” ucap Chopper. Luffy dan beberapa rekannyapun pergi ke dek bawah. Dok pertama dibuka untuk menolong Z yang tak sadarkan diri.

“Dia terseret arus!” ucap Chopper.

“Serahkan padaku!” Luffy memanjangkan tangannya dan meraih Z. Tapi saat menyentuh tangan buatan Z, tiba-tiba Luffy melemah.

“Luffy, ada apa?”

“Aku kehilangan kekuatan…” ucap Luffy.

Usopp dan Sanji membantu menarikkan tangan Luffy, “Tarik, tarik!” ucap mereka.

“Luffy, jangan lepaskan dia dulu!!” ucap Usopp. “Yaa…” ucap Luffy masih dengan tanpa tenaga.

“Hieyahh!!!” Akhirnya Z berhasil dibawa ke kapal.

“Luffy, apa kau baik-baik saja?” tanya Chopper khawatir. Tapi setelah melepaskan tangan Z, Luffy kembali baik-baik saja. Setelahnya, Chopperpun memeriksa keadaan Z.

“Jadi, apa dia masih hidup?”

“Detak jantung dan nafasnya lemah, tapi kondisinya tidak terlalu parah.” ucap Chopper.

“Benarkah?”

“Kuharap kita tak berurusan dengan orang bermasalah lagi.” ucap Nami.

“Tubuh lelaki besar ini memar-memar! Dan benda di tangan kanannya ini…

Hanya dengan melihatnya, kalian bisa tahu kalau itu bukan hal biasa.”

Robin menyentuhnya dan kemudian sadar kalau, “Benda ini dibuat dari batu laut.”

“Aku mengerti! Jadi karena itu ya Luffy kehilangan kekuatan saat menyentuhnya.” ucap Chopper.

“Senjata kuat yang terbuat dari batu laut…”

“Kereen sekalii!!” ucap kompak Luffy, Chopper, dan Usopp.

“Bukan begitu!!” bentak Nami.

“Batu laut memiliki energi yang sama dengan lautan. Senjata yang dibuat dengan bahan itu… berarti senjata yang khusus untuk mengalahkan pengguna buah iblis.” ucap Sanji.

“Mungkin saja dia musuh.” ucap Nami. “Kita tak boleh menurunkan kewaspadaan di Dunia Baru.”

“Kalau kau khawatir, lemparkan saja dia lagi.” ucap Zoro.

“Bodoh! Mana bisa kita melakukannya!?” bentak Sanji.

“Aku tak bisa melakukannya!” ucap Chopper.

“Bisa saja dia membunuhmu setelah sadar nanti.” ucap Zoro.

Chopper sempat takut, namun ia tetap pada pendiriannya. “Bagaimanapun aku ini dokter! Aku tak bisa membiarkannya!!”

“Memangnya kenapa? Obati dia Chopper.” pinta Luffy. “Kalaupun dia itu musuh, aku akan membereskannya.” ucapnya. “Tak apa kan?”

“Ya! Terimakasih, Luffy!!” ucap Chopper.

“Sebagai ksatria lautan, tentu saja tak apa-apa.” ucap Usopp.

“Ya ampun, mereka tak mempedulikan apapun.” ucap Nami.

“Firasatku benar-benar buruk tentang ini…” Lanjutnya.

“Mendebarkan bukan?”

“Mendebarkan apanya, hah!?”

Setelahnya, merekapun membawa Z ke ruang perawatan. Z masih tak sadarkan diri. Di pikiran Z, terkilas berbagai kenangan masa lalu dan akhirnya diapun sadar.

“Luffy, dia mulai siuman!!” ucap Chopper.

“Ya, kelihatannya begitu.” ucap Luffy.

Tampaknya, Luffy mampu menyadari kekuatan kakek itu ketika dia sadar.

Di luar, Zoro juga menyadarinya. “Hei, tukang masak…”

“Tutup mulutmu. Aku juga sudah tahu, Marimo sialan.” ucap Sanji.

“Sepertinya kita mendapat tangkapan yang besar.” ucap Zoro.

“Apa kau baik-baik saja? Kau tak perlu memaksakan dirimu.” ucap Chopper. “Kau mengambang di lautan, apa kau mengingatnya?”

“Aku mengingatnya.” ucap Z.

“Terimakasih atas perawatannya. Rasanya seperti aku hidup kembali, dokter…

“Chopper!!” ucap Chopper.

“Dokter Chopper, ya? Kau dokter yang hebat.” ucap Z.

“Memujiku seperti itu tak akan membuatku senang, bodoh!!” Chopper menari-nari.

“Apakah kau kapten dari kapal ini?” tanya Z ke Luffy.

“Kau mengetahuinya?”

“Ya, aku mengetahuinya.” ucap Z. “Aku sudah banyak melihat anak muda seperti dirimu. Aku ini ahli dalam memahami dan merasakan kekuatan seseorang.”

“Benarkah? Lalu, pak tua, apa yang akan kau lakukan setelah ini? Apa kau akan tetap tinggal sampai di pulau selanjutnya?” tanya Luffy.

“Aku punya Vivre Card, rekan-rekanku pasti akan mencariku kemari.” ucap Z.

“Pak tua, senjatamu keren sekali!” ucap Luffy.

“Di mana kau membelinya??” tanya Chopper.

“Saat aku kehilangan tangan karena bajak laut, ilmuan gila Angkatan Laut membuatkanku ini. Battle Smasher.” jelas Z. “Senjata ini terbuat dari batu laut, kelemahan dari pengguna buah iblis. Dengan ini aku bisa mengalahkan dan menghancurkan mereka.”

“Dr. Chopper, aku tak menyarankanmu memakai benda berat seperti ini.” ucap Z.

“Mengagumkan!!” Chopper jadi semakin mengaguminya.

“Untuk melepasnya aku memerlukan kunci khusus, jadi akan repot Kalau aku jatuh dengannya ke laut.” ucap Z lagi.

“Pak tua, apa kau Angkatan Laut?” tanya Luffy.

“Tidak, aku sudah terlalu tua, jadi aku meninggalkan mereka.” jawab Z.

“Sekarang aku mengerjakan hal lain.” jelasnya.

“Apa yang kau kerjakan?” tanya Luffy lagi.

“Aku terus bertarung demi misi yang kuberi pada diriku sendiri.” jawab Z.

“Kau bertarung melawan apa?”

“Kau bertanya aku melawan apa?”

“Aku minta maaf soal itu. Hanya saja akan buruk bagi kami kalau ternyata kau adalah Angkatan Laut.” ucap Luffy. “Akan jadi masalah kalau aku adalah Angkatan Laut??”

“Yaah, bagaimanapun kami ini bajak laut.” ucap Luffy.

“!!!” Z memasang senyum aneh saat mendengar kalau mereka adalah bajak laut. “Begitu… Jadi kalian bajak laut ya?” Z berdiri mendekati Luffy dan mendadak memukulnya hingga terpental menerobos pintu ruang perawatan.

Bersambung…