“Saat bajak laut menginginkan sesuatu, mereka mengambilnya dengan kekuatan, kan? kalau kau ingin temanmu kembali normal, maka lakukanlah dengan cara bajak laut!” ucap Z.

“Sial! Kita tak punya pilihan lain.” ucap Usopp. Ia bersiap untuk ikut bertarung. Tapi, “Usopp!! Aku akan melawannya satu lawan satu.” ucap Luffy dan kemudian maju menuju Z.

“Luffy!!” teriak Usopp.

“Z!!!” pertarungan kedua Luffy melawan Z pun dimulai. Jbuakkk!!! Mereka saling hantam. Pukulan Luffy dan tangan Z, tak ada yang mau mengalah. Di sisi Zoro dan Sanji juga, pertarungan antara mereka melawan anak buah Z berlangsung dengan sengit.

—– One Piece Film Z —–

Di kota, letusan gunung tadi semakin membuat kepanikan. Satu per satu bangunan tinggi di sana dihantam oleh batu-batu api yang muncul dari gunung. Orang-orang terus belari, berusaha menyelamatkan diri menuju stasiun kereta laut. Namun, tak semuanya bisa berlari seperti mereka.

Di salah satu rumah, terdapat seorang nenek-nenek yang lumpuh, yang kemana-mana memakai kursi roda. Akibatnya, tentu saja ia tak kabur secepat orang-orang lainnya. Dua cucu nenek itu tak tega meninggalkannya dan terus bersama dengannya.

“Tolong kami!” ucap pelan si nenek, berharap ada seseorang yang akan menolong.

“Kami tak mampu lari!” ucap salah seorang cucunya.

“Seseorang tolong kami!” lanjut yang lain.

Namun bukannya bantuan, yag melesat ke arah mereka adalah segumpal batu api besar. Batu itu mengarah tepat ke arah rumah mereka. Namun tiba-tiba, “Berhenti sampai di sana.”

Seseorang menghadang batu tersebut dengan kekuatan esnya. Orang itu tak lain adalah Aokiji. “Nona, hati-hati dan pergilah ke kereta laut.” ucap Aokiji ke mereka.

“Terimakasih banyak!” meski tak bisa bergerak cepat merekapun pergi.

“Apa dia benar-benar tak mempedulikan siapapun?” lamun Aokihi ke arah gunung meletus, ke arah Z berada. “Bukankah ini terlalu gila?” ucapnya lagi.

—– One Piece Film Z —–

“Kali ini senjatamu itu tak akan bisa menangkapku!!” teriak Luffy dan kemudian memompa tubuhnya. “Gear Second!”

“Ooh, Kau mempercepat aliran darahmu untuk meningkatkan kemampuan tubuhmu hingga melewati batas ya?” ucap Z.

Z lalu menghujani Luffy dengan tembakan-tembakkan dari tangan buatannya. Tapi dengan lincahnya, Luffy menghindari semuanya. Gear Second Luffy begitu cepat hingga mengalahkan kecepatan peluru. Dan bahkan, Luffy mampu menerobosnya dan melancarkan pukulan ke arah Z. Sayangnya, Z masih mampu menahan pukulan itu.

“Kau bilang kau ingin menjadi Raja Bajak Laut, bukan?”

“Ya!! Aku akan mendapatkan One Piece dan menjadi Raja Bajak Laut!!” teriak Luffy.

“Aku mengerti…” ucap Z. “Tapi, apa kau memiliki kebulatan tekad? Apa tekadmu sudah bulat untuk meresikokan nyawamu sendiri?”

“Tentu saja!” tegas Luffy.

“Tapi bagaimana dengan meresikokan temanmu?!” tanya Z lagi sambil kembali menembaki Luffy dengan peluru-peluru dari tangan buatannya. “Apa kau sudah siap untuk mengorbankan temanmu demi mencapai tujuanmu dan berjalan di atas mayat mereka untuk terus lanjut?”

Jbuuuummm!!!!! Z menembakkan laser dengan kekuatan berkali-kali lipat dari peluru sebelumnya. Luffy berlari, dan hampir saja tembakkan itu mengenai tubuhnya. Namun meski berhasil dihindari, tembakkan tadi menciptakan ledakkan yang mampu menjangkau Luffy.

Usopp dari kejauhan hanya bisa melihat dengan cemas terjadinya ledakkan-ledakkan itu.

—– One Piece Film Z —–

Di stasiun, kereta belum berangkat karena Nami dan yang lainnya masih menunggu Luffy dan yang lainnya. “Cepatlah! Apa teman kalian belum kembali juga?” tanya masinis kereta. “Kalau menunggu terlalu lama, kita juga akan terkena letusan gunungnya!!”

Nami dan yang lainnya tak peduli dan tetap diam menunggu.

Ledakan-ledakkan di gunung itu juga terlihat sampai ke pulau pelabuhan tempat Franky berada. “Apa mereka baik-baik saja?” Franky bertanya-tanya.

Di sisi Zoro, ia masih terus bertarung melawan Ain. “Modo Modo!!” Ain menyerang namun Zoro berhasil menghindar. Pertarungan terus berlanjut, sampai tiba-tiba Ain memutuskan untuk mengakhirinya. “Sudah cukup!! Kalau lain kali kita bertemu lagi, aku pasti akan membunuhmu.” Ain pun pergi.

“Dia melarikan diri?” Zoro tak mampu mengejarnya. Ain menghilang di tengah asap.

“Waktunya habis!” ucap Binz, ninja yang sedang Sanji lawan. “Coba lihat ini!!!” Binz melempar bom asap dan kemudian melarikan diri sama seperti Ain tadi.

“Ninja gila macam apa dia itu.” ucap Sanji.

Di sisi Luffy, ia dan Z masih saling menyerang. “Kalau kau terus takut pada Smasher ini, Kau tak akan pernah bisa menyerangku!” ucap Z.

“Siapa bilang aku takut!?” ucap Luffy dan terus maju.

“Ketakutan dan rasa sakit akan memperlemah kebulatan tekadmu.” ucap Z. “Smash Tornado!” Z menghantam tanah hingga terjadi hembusan angin yang begitu keras, cukup keras hingga membuat topi Luffy terbang ke udara.

Luffy lengah, dan Z pun berhasil menembakinya dengan peluru-peluru dari tangan buatannya. Untungnya, peluru itu tak mempan terhadap Luffy. “Aku adalah manusia karet, peluru tak akan mempan!” ucap Luffy.

“Benarkah?” Z mengeluarkan pistol khusus dari balik jubahnya dan kemudian menembak Luffy. Luffy lengah dan mengira itu pistol biasa. Namun ternyata, pelurunya terbuat dari batu laut.

“Aku kehilangan kekuatanku…” Luffy melemah.

“Tubuhmu tak akan bisa bergerak lagi. Peluru tadi terbuat dari batu laut.” ucap Z, dan secara perlahan ia mendekat ke Luffy. “Kau tidak menduganya, bukan? Bagaimanapun mendapatkan batu laut itu bukan hal yang mudah.”

“Benda ini tak bisa mengalahkan yang terkuat di Dunia Baru, tapi sangat berguna pada mereka yang terlalu percaya diri dan lengah. Kau juga manusia yang penuh dosa.”

Z memungut topi jerami Luffy yang jatuh tak jauh darinya. “Topi Jerami ini juga sudah semakin tua…” ucap Z dan kemudian membawanya pergi. “Aku akan melenyapkannya dengan tanganku sendiri, bersama dengan Era Bajak Laut ini.”

“Kembalikan!!” teriak Luffy. Luffy berusaha sekuat tenaga untuk berlari dan mengambilnya. Namun dengan luka akibat batu laut tadi, Luffy tak bisa berbuat banyak.

“Aku mendapatkannya dari Shanks untuk kujaga!!” ucap Luffy. “Aku sudah berjanji akan menemukannya dan mengembalikan topi itu!! Kembalikan!!”

“Ooh, jadi yang membawamu ke masalah ini adalah Shanks si rambut merah?! Dosanya juga tak bisa dimaafkan…” ucap Z.

“Kembalikan!” Luffy hendak memukul Z namun dengan keadaan tubuhnya sekarang dengan mudah Z mampu mencengkram tubuh Luffy. “Jangan khawatir.” ucap Z.

“Saat rencanaku, Grande Imbuto terlaksana, dia juga akan mendapat nasib yang sama denganmu. Orang-orang bodoh yang menyebut dirinya sendiri sebagai Yonkou akan mati tanpa bisa berbuat apapun… tanpa tahu apa yang kurencanakan!”

“Shanks… jangan meremehkannya!!” teriak Luffy. Namun mau bagaimana lagi, dengan keadaannya sekarang dan cengkraman tangan buatan dari batu laut Z, Luffy tak mampu berbuat apa-apa.

Kemudian Booombb!!!! Z meledakkan tubuh Luffy.

Bersambung…