“Itu karena kau pengguna buah iblis, dan kau menyerangnya tanpa berpikir…” ucap Sanji. “Kalau tertangkap oleh tangan batu laut itu, kau akan kehilangan semua kekuatanmu. Serahkan saja Z padaku dan si Marimo.”

“Kalian tak perlu melakukannya.” ucap Luffy. “Aku sendirilah yang akan membereskannya! Pertarungan selanjutnya aku akan menghindari serangannya denganseluruh kekuatanku!”

“Kalian tetap seperti biasanya ya.” ucap seorang lelaki yang juga berendam di pemandian air panas itu. Sungguh mengejutkan. Lelaki yang muncul itu tak lain adalah Kuzan, Aokiji.

“Aku sudah lelah menunggu kalian semua di sini.” ucap Aokiji lagi. “Eeeehhh!!?” Luffy dan yang lainnya kaget sampai terjatuh ke luar bak mandi. “Aokiji!?

“Ada apa teman-teman? memangnya orang ini siapa?” Brook tak kenal dia siapa. “Dia Angkatan Laut! Dia Admiral Angkatan Laut!!” jelas Luffy.

“Admiral?!”

“Hai! Sudah berapa lama ya?” ucap Aokiji.

—– One Piece Film Z —–

Di suatu puncak gunung berapi, tampak Z yang sedang mengawasi para pasukannya yang sedang memasang Batu-Batu Daina. “Batu Dainanya sudah dipasang pada posisi!!” lapor Ain.

“Bagus.” ucap Z. Dan memang benar, hanya tinggal menunggu waktu sebelum benda-benda berkemampuan ledak super itu meledak.

“Saat gunung ini meletus, para Angkatan Laut bocah itu akan mengetahui besarnya kemarahan dan kebencianku.” ucap Z.

—– One Piece Film Z —–

Kembali ke sisi Luffy, “Zoro, Sanji!” ia meminta agar mereka berdua bersiap. “Ya!!” Zoro dan Sanji memasang kuda-kuda siap bertarung. “Apa yang seorang Admiral Inginkan sampai datang kemari?”

“Tenanglah, jangan tegang seperti itu.” ucap Aokiji.

“Apa yang sebenarnya kau inginkan?”

“Jangan bilang kalau…”

“Bukan… Bukan begitu.” ucap Aokiji. “Aku tak mau menangkap kalian sekarang. Aku sudah keluar dari Angkatan Laut, kalian sudah tahu itu kan. Aku bukan lagi Admiral Angkatan Laut.”

“Kalau begitu kau ini apa?” tanya Brook.

“Apa? Aku tak suka tengkorak yang menanyaiku pertanyaan seperti itu…” ucap Aoikiji. “Tapi karena aku bukan Admiral lagi… apakah aku tetap sekutu keadilan? tidak, bukan begitu…”

“Aku ini apa ya?”

“Mana kami tahu!!”

“Mana kami tahu? Yah begitulah. Aku tak ingin melawan kalian sekarang. Kalaupun ingin, aku tak akan bertarung di pemandian air panas seperti ini.”

“Tadi kau bilang kau menunggu kami?”

“Benar sekali. Tapi, aku tak mau tetap di sini berlama-lama. Jadi, ayo kita bicara di luar saja.”

Perlahan Aokiji keluar dari pemandian air panasnya. Dan secara mengejutkan, tubuhnya sudah tak seperti dulu lagi. Bagian kanan atasnya memiliki bekas luka bakar yang parah, dan kaki kirinya sudah tak ada. Sebagai pengganti, Aokijipun membuat kaki palsu dengan kemampuan esnya.

Luffy dan yang lainnya terdiam, kaget dan tak mengerti kenapa dia bisa seperti itu.

“Ah, ini ya???” Aokiji melihat keadaan tubuhnya dan kemudian menjelaskan, “Hmm, bagaimana menjelaskannya ya, Aku terlalu terbawa perasaan.”

—– One Piece Film Z —–

Di sisi pengumpul informasi, kini mereka telah berkumpul. Kecuali Robin, yang masih terus menghibur para pengunjung dengan tariannya.

“Chopper, apa kau menemukan sesuatu?” tanya Usopp.

“Aku mendengar isu beberapa Angkatan Laut datang kemari untuk mencari Z. Tapi aku tak bisa mendapat informasi lebih dari itu.” jelas Chopper.

“Hanya isu ya?”

“Di tempatku berada, Angkatan Laut yang datang jadi semakin banyak…” ucap Usopp. “tapi aku tak tahu apa itu karena mereka mencari Z atau kepopuleran Robin?”

“Robin menjadi sepopuler itu??” tanya Chopper.

“Lihat saja berapa banyak yang kudapat hanya dengan menjadi managernya!” Usopp membawa setumpuk uang kertas.

“Hebat!!” ucap Chopper. Tapi tak lama setelahnya, Nami kecil mengambil dan menyimpan tumpukan uang itu.

“Isu saja tak akan cukup untuk kita.” ucap Nami.

“Lalu, apa yang akan kita lakukan?” tanya Usopp.

“Aku tahu! Serahkan saja padaku.” Nami punya ide.

—– One Piece Film Z —–

Kembali lagi ke sisi Luffy, keluar dari bak mereka pergi ke ruang ganti. Minum susu, dan kemudian memulai percakapan. “Ada apa dengan kakimu?” tanya Luffy.

“Pernahkah kau mendengar kalau di dunia ini ada hal yang sebaiknya tidak ditanyakan?” sahut Aokiji. “Baiklah, kalau begitu aku tak akan bertanya lagi…” ucap Luffy. Tapi tak lama setelahnya, “Ngomong-ngomong, kenapa kau bertarung melawan Akainu? Bukankah kalian berteman?” tanya Luffy lagi.

“Hah, kau memang bocah yang tak punya pendirian tetap ya.” ucap Aokiji. Dan kemudian ia menjawab, “Itu juga tak mau kujawab.”

“Lalu, kenapa kau bisa berada di tempat ini?” tanya Luffy lagi.

“Kau tak belajar sama sekali ya.” ucap Aoikiji. “Tapi kalau yang itu aku bisa menjawabnya.”

“Hmm, menikmati pemandian.” jelas Aokiji. “Aku ingin bilang begitu. Tapi sebenarnya, aku tak boleh terlalu bersantai. Aku sedang mencari seseorang. Kalian habis bertarung melawan lelaki yang kuat, kan?”

“Z…” ucap Luffy.

“Ya, kakek tua itu. Kalian tahu, dia adalah mantan Admiral Angkatan Laut.” jelas Aoikiji.

—– One Piece Film Z —–

Kembali lagi ke sisi pencari informasi…

Nami yang menjadi pelayan membawakan pesanan pelanggannya, Angkatan Laut. “Maaf sudah membuat kalian lama menunggu.” ucap Nami.

“Terimakasih.” ucap salah satu Angkatan Laut.

“Gadis kecil, kau masih sangat muda, tapi bekerja begitu keras.” ucap yang satunya.

“Tuan Angkatan Laut, apa kalian punya cerita keren yang mau diceritakan?” tanya Nami. Angkatan Laut laut itu bingung mau cerita apa, sampai kemudian nami meminta lebih spesifik, “Kalian tentang tahu Z?”

“Gadis kecil, bagaimana kau bisa tahu tentang Z?” tanya Angkatan Laut kaget.

“Semua orang tahu dia!” ucap Nami. Para orang dewasa bilang kalian kemari untuk menangkap Z!”

“Ada rumor seperti itu ya di sini?”

“Hei, hei!” Angkatan Laut yang satunya meminta agar temannya itu tak berbicara terlalu banyak. Tapi…

“Memangnya kenapa?” Angkatan Laut itu merasa tak ada yang perlu dirahasiakan.

“Jadi, Z benar-benar ada di pulau ini?” tanya Nami.

“Benar sekali, kami kemari untuk menangkap penjahat bernama Z. Kami ini adalah pahlawan pembela keadilan!” ucap Angkatan Laut tadi.

“Memangnya tujuan Z itu apa?” tanya Nami lagi. “Mau apa dia datang ke pulau ini?”

“Sudah cukup!” teman Angkatan Laut itu kembali menegur, tapi tetap saja dia bercerita.

“Untuk menghancurkan point akhir.”

“Point akhir?” Nami kaget dan tak percaya. “Kalian cuma mau menakut- nakutiku bukan?”

“Sayang sekali itu bukan kebohongan…” ucap Angkatan Laut itu lagi.

“Sudah cukup!!” kapten mereka tiba-tiba saja datang. “Kalian sudah minum terlalu banyak. Jangan terlalu banyak bicara.” ucapnya.

“Kami benar-benar minta maaf, pak!” akhirnya Angkatan Laut itu tak banyak bicara lagi.

“Dan kelihatannya… kau tertarik sekali pada Z ya, gadis muda. Apa kau punya tujuan tertentu?” ia curiga pada Nami. kemudian tanpa banyak berpikir, Nami langsung menunjuk ke arah Usopp. “Orang itulah yang memintaku untuk menanyakan mengenai Z!!”

“Sial!” ucap Usopp.

“Dia memang lelaki yang aneh.” ucap si kapten.

“Nami menjadikan kita sebagai kambing hitam!!” ucap Usopp.

“Apa kita harus lari?” tanya Chopper. Dan tanpa banyak bicara lagi, merekapun lari.

“Ini memalukan, tapi sudah cukup membuang-buang waktu sebagai manager!!”

“Yaah, aku harus bekerja kembali.” ucap Nami. Tapi, kapten tadi menahannya. “Maukah kau ikut bersama denganku, gadis muda?”

“Lepaskan aku!” ucap Nami.

Karena keadaannya menjadi semakin memburuk, Robinpun ikut turun tangan. “Seis Fleur!!” Robin menggunakan tangan-tangannya untuk menahan kapten Angkatan Laut itu.

“Ayo lari dari sini!!” Robin berlari.

“Ya!!” Nami mengikutinya.

“Kapten!! Apa anda baik-baik saja?”

“Itu adalah kekuatan buah Hana Hana!!” ucap kapten tadi. “Wanita itu adalah Nico Robin, anggota bajak laut Topi Jerami!! Jangan biarkan dia lolos!! perintah si kapten. “Baik, Kapten!!” pasukan Angkatan Laut pun mengejar.

Bersambung…