Latest Entries »

Scroll Text - http://www.marqueetextlive.com

doctor reviews

One Piece Film Z [Part 1]

Sesaat sebelum semua itu dimulai, terdengar sebuah nyanyian. Nyanyian seorang pelaut dari lelaki yang sedang mempersiapkan senjatanya.Senjata yang ia siapkan bukanlah pedang ataupun meriam, melainkan tangan buatan yang mungkin akan terlalu berat dan rumit untuk digunakan oleh orang biasa. Namun bagi dia yang sudah terbiasa, memasang dan menggunakannya tak jauh beda dari menggunakan tangan sendiri.Setelah semuanya siap, iapun maju ke medan pertempuran. Sosok lelaki tua nyentrik dengan tangan kanan buatan dan jubah pemimpin tertinggi Angkatan Laut baru. Ya, dia tak lain adalah Z.

—– One Piece Film Z —–

Z bersama dengan puluhan kapal perang yang memuat pasukan Angkatan Laut barunya menyerang suatu pulau yang dilindungi oleh Angkatan Laut. Entah untuk apa, yang jelas tujuan mereka bukanlah untuk main-main.

Pulau tersebut dijaga oleh begitu banyak pasukan Angkatan Laut. Namun bagi Z dan anak buahnya, itu bukanlah masalah. Anak buah Z terus berusaha untuk menerobos tempat itu, sementara pasukan Angkatan Laut berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankannya.

Awalnya pasukan Angkatan Laut mampu menahan mereka. Namun setelah Z benar-benar memasuki pertempuran, keadaan berubah. “Aku akan menghancurkan seluruh bajak laut!!” ucap Z dan kemudian melesat.

Membawa senjata berat di tangan tak membuat gerakannya lambat. Dengan penuh kekuatan, Z menghantam satu per satu Angkatan Laut yang mencoba untuk menyerangnya. Z membasmi semuanya. Tak ada satupun pasukan Angkatan Laut yang berhasil menghentikannya.

Angkatan Laut benar-benar terdesak. Serangan Z begitu dahsyat hingga mampu menerbangkan puluhan Angkatan Laut dengan satu hempasan tangan. Selain Z, dua anak buahnya juga tak bisa diremehkan. Perempuan dengan dua pedang pendek dan seorang lelaki ninja, mereka juga mampu mengalahkan begitu banyak Angkatan Laut.

“Selamanya aku hanya akan mengikuti Z sensei.” ucap perempuan itu. Ia begitu lincah, kuat, dan pedangnya benar-benar tajam. Cukup tajam bahkan untuk memotong pedang pasukan Angkatan Laut. Lelaki Ninja yang satunya melakukan gerakan-gerakan aneh sambil terus mengucapkan, “Mosa Mosa Mosa!!!”

Angkatan Laut tak mengerti dan menembaknya dari berbagai penjuru. Akan tetapi, tumbuhan aneh keluar dari tanah dan membentuk dinding untuk melindunginya dari serangan-serangan itu. Kelihatannya, ninja itu memiliki kemampuan untuk mengendalikan tumbuhan.

“Rasakan ini!!” seorang Angkatan Laut dengan pangkat yang lebih tinggi menembaknya dengan Bazooka. Terjadi ledakan yang lumayan keras, namun ninja itu mampu lolos. “Aku juga hanya akan mengikuti Z sensei!!” ucapnya dan kemudian menyerang dengan dahan-dahan tumbuhan yang ia kendalikan.

Di sisi Z, ia terus mengamuk, menghempaskan pasukan demi pasukan yang mencoba untuk menghentikannya. Kemudian, dua pasukan raksasa Angkatan Laut muncul. Tapi meski begitu, Z tak takut sama sekali.

Salah seorang raksasa menebasnya dengan senjata yang ia bawa, namun dengan tangan buatan yang ia milikki, Z berhasil menahannya.

Benturan keras yang diciptakan oleh hantaman senjata raksasa dan tangan kanan Z membuat si raksasa kehilangan keseimbangan. Z kemudian melesat ke arahnya dan kemudian menyerang, “Smash Buster!!”

Z memukul perut dan meledakan bagian dalam si raksasa hingga membuat mahluk itu tak bisa bangkit lagi. Raksasa satunya mencoba untuk membalas, namun nasibnya sama saja. “Smash Buster!!” Z menjatuhkannya dengan senjata tangan buatannya.

keadaan semakin bertambah kacau, namun pada akhirnya Z berhasil masuk ke dalam gudang yang ada di pulau itu. Gudang tempat apa yang ia cari disimpan. Beberapa pasukan Angkatan Laut masih tampak berjaga di sana. Namun, tak sulit bagi anak buah Z untuk mengalahkan mereka.

Setelah semuanya beres, Z memukul dan menghancurkan pintu besi ruangan penyimpanan dengan tangan kanan buatannya. Z masuk, dan ternyata benar apa yang ia cari disimpan di sana.

Ruangan itu penuh dengan tabung, tabung-tabung yang menyimpan suatu benda berbentuk bulat di dalamnya. Z dan pasukannya mengambil semua tabung itu, dan membawanya keluar. Akan tetapi, keluar dari pulau itu ternyata lebih sulit dari pada ketika masuk.

Di luar, sudah tampak Kizaru. Kizaru dengan kekuatan cahanya membasmi satu per satu pasukan Z dan anak buahnya. Z tentu saja tak mau semua usahanya gagal dan kemudian bertarung melawan Admiral Angkatan Laut itu. Sementara pasukannya, mereka terus membawa tabung-tabung itu ke kapal.

“Yata no Kagami!!” Kizaru merefleksikan dirinya ke udara dan kemudian menyerang dengan tendangan cahayanya. Z tak mampu menghindari kecepatan tendangan Kizaru, namun dengan tangan buatannya ia berhasil menahan serangan kuat itu.

“Mundur!! Kita mundur!!” teriak si ninja pada para pasukan.

“Z sensei…” perempuan anak buah Z khawatir. Tapi pada akhirnya, mereka benar-benar pergi meninggalkan Z. Mereka percaya pada ketua mereka, Z.

Kembali ke sisi Z, pertarungan antara dia dan Kizaru masih terus berlanjut. “Sudah berapa lama ya, sensei? Apa yang membawamu kemari?” tanya Kizaru, tentunya masih sambil saling serang.

“Borsalino!! Sudah kuperingatkan kan, jangan terlalu bergantung pada kekuatan Pika Pika no Mi!!” ucap Z. “Hiyaaaahh!!!” Z menyerang. “Anda masih saja keras seperti batu ya, Zephyr sensei!!” Kizaru menciptakan pedang cahaya dan balas menyerang.

“Aku sudah membuang nama itu!” ucap Z. “Namaku adalah… Z!!!!” mereka saling hantam. Pedang cahaya Kizaru dan tangan buatan Z saling serang hingga menciptakan benturan-benturan yang hebat.

“Tidakkah kau merasa kalau kau terlalu percaya diri hanya karena menjadi ‘Admiral Kizaru’ Angkatan Laut?”

“Aku datang kemari bukan untuk mengingat masa lalu.” Kizaru menembakkan laser cahaya ke arah Z. Z menahannya, dan bahkan balas menyerang. Kizau menahan pukulan Z dengan pedang cahanya, namun pukulan Z menciptakan ledakkan yang membuat Kizaru terhempas ke udara.

“Haah, haahh…” Z kehabisan nafas setelah melakukan serangan tadi. Faktor usia terlihat jelas dari keadaannya sekarang. Z lalu mengambil semacam obat dari sakunya dan menyemprotkannya ke mulut. Nafas Z kembali stabil, dan pertarunganpun dilanjutkan.

Kizaru kembali muncul dan menyerang dari belakang Z. Namun Z cepat dan langsung berbalik menahannya. “Kau tak akan mampu menandingi kecepatanku dengan senjata berat itu.” ucap Kizaru. “Akan kau gunakan untuk apa Batu Daina itu?”

“Sejak dulu aku memang tak pernah akrab denganmu.” ucap Z dan kemudian menyerang. Akan tetapi, Kizaru begitu cepat dan menghindarinya. “Ayolah, kembalikan Batu Daina yang kau curi.” ucap Kizaru.

“Hah…” Z tak peduli. “Ada yang bilang kalau Batu daina adalah saingan dari senjata kuno. Bagaimana kalau kita menggunakannya untuk merayakan reuni ini!?” Z meloncat ke belakang, ke tempat di mana salah satu tabung berisi Batu Daina itu ditancapkan. Z mengambilnya.

“Batu Daina akan menyebabkan ledakan yang luar biasa saat terkena oksigen.”

“Eeh?” Kizaru tampak kaget. “Ayo!!!” Z meremas tabung itu hingga hancur dan kemudian melemparkannya ke arah Kizaru.

Kizaru kabur secepat mungkin ke udara. Batu Daina yang dilempar oleh z tadi terus melesat ke arahnya dan kemudian meledak tepat di depan wajah Kizaru. Terjadi ledakan yang hebat, yang kemudian membuat tabung-tabung berisi Batu Daina yang sudah dipasang di berbagai sisi pulau ikut hancur dan bersama-sama menciptakan ledakan super yang mampu melenyapkan seisi pulau.

“Z sensei!!!!” teriak perempuan anak buah buah Z dari kapalnya. Bersama kapal-kapal dan anak buah Z lainnya, mereka telah berada di jarak yang cukup jauh dari pulau itu.

“Aah, sial…” ucap Kizaru. Ia adalah pengguna logia, jadi ledakkan semacam itu tetap tak bisa melukainya. Namun dengan ini, misi penangkapannya gagal.

Dari kejauhan, seorang lelaki yang tengah bersepeda di atas laut menyaksikan ledakan itu. “Ya ampun, apa yang angkatan laut lakukan?” ucapnya. Sejenak ia berhenti, tapi kemudian kembali mengayuh sepedanya.

Bersambung…

“Z sensei!!!!” teriak perempuan anak buah buah Z dari kapalnya. Bersama kapal-kapal dan anak buah Z lainnya, mereka telah berada di jarak yang cukup jauh dari pulau itu.

“Aah, sial…” ucap Kizaru. Ia adalah pengguna logia, jadi ledakkan semacam itu tetap tak bisa melukainya. Namun dengan ini, misi penangkapannya gagal.

Dari kejauhan, seorang lelaki yang tengah bersepeda di atas laut menyaksikan ledakan itu. “Ya ampun, apa yang angkatan laut lakukan?” ucapnya. Sejenak ia berhenti, tapi kemudian kembali mengayuh sepedanya.

Jauh dari tempat itu, di atas sebuah kapal yang mengarungi birunya lautan dan langit saat itu, Luffy dkk sedang berpesta. “Come on baby!!” Brook menyanyi, Luffy makan-makan daging, dan yang lainnya bersantai, menikmati festival bunga Sakura di atas kapal.

“Yo!! Aku adalah tengkorak yang hidup, Aw!!” Brook terus bernyanyi.

“Bagus juga ya, minum-minum sambil melihat bunga yang bermekaran.” ucap Zoro. “Bukan begitu, Chopper??”

“Ya!! Aku juga suka minum susu sambil melihat daun-daun itu!” ucap Chopper.

“Sakura… bukan!!” apa yang mirip pohon Sakura di depan Zoro ternyata adalah Franky yang memakai rambut pink. “Ini aku!! Suuuuper!!!!” Franky berpose super.

“Aw!!!” “Daging!!” “Aw!!!” mereka bersenang-senang.

Sampai tiba-tiba, asap aneh muncul. Asap itu mengalir di sekitar mereka, dan beberapa masuk ke susu Chopper. “Yakkk!! Busuk!! Baunya seperti racun!!!” teriak Chopper saat meminum susu yang sudah terkontaminasi itu. “Racun yang mematikan!!!” teriak Chopper dan pingsan.

“Oi, ada apa Chopper!!?” teriak Luffy.

“Dia terkena racun?”

“Chopper!!??”

“Dia terkena racun…

Aku jadi teringat sesuatu.” ucap Brook.

“Apa kau tahu ini apa?”

“Dengarkanlah lagu ini…

Judulnya, Racun yang Kuhirup”

“Yang kau ingat itu lagu!!?”

Asap itu juga masuk ke minuman Zoro, hingga membuat rasanya jadi aneh. “Setelah kupikir-pikir lagi, rasa sakenya jadi agak… Hmmm, atau memang selalu seperti ini ya?” Zoro bertanya-tanya.

Pada akhirnya, diketahui kalau asap itu muncul dari bagian atas kapal. Bagian kebun tempat di mana Usopp sedang berada. Ternyata, asap itu semacam racun pembunuh serangga yang Usopp semprotkan ke tanamannya.

“Merawat tumbuhan, merawat para tumbuhan…

Tumbuhlah wahai anak-anakku, lahirkanlah banyak tanaman Pop Green…

Basmi para serangga, Usopp-sama akan melindungi kalian!!”

“Usopp!!!” teriak Luffy dari bawah. “Jadi semua ini salahmu, ya!? Lihat!! Chopper jadi terkena racun!!”

“Salah sendiri karena kalian ada di sana!!” ucap Usopp. “Lagipula racunnya untuk membasmi serangga, kalau kalian mati karenanya itu berarti kalian serangga!!!”

“Yaah, kalau begitu kita bisa bersantai lagi. Bagaimanapun kita bukan serangga kan.” ucap Zoro dan kemudian minum-minum lagi. “Ooh, jadi aku baik-baik saja ya?” ucap Chopper. Ternyata dia pingsan hanya karena panik saja.

“Aah, rasanya memang sedikit berbeda, tapi lumayan enak juga.” ucap Zoro.

“Rasanya jadi sedikit pahit.” ucap Chopper, “Apa karena aku sudah menjadi dewasa ya?”

“Hei, biar aku mencobanya!!” pinta Luffy. Luffy meminum susu Chopper, dan kemudian, “Tidak enak…”

“Obat pembasmi serangga juga berdampak pada tubuh manusia.” ucap Robin.

“Aku adalah pohon Sakura… Yang perlahan mulai berguruna…” ucap Franky.

“Luffy-san, bunga Sakuranya!! Musim gugur akan segera berakhir!!” ucap Brook.

“Tunggu sedikit lagi, Sakura!!!” teriak Luffy.

“Sial, kenapa kau menumpahkan minumanku?”

“Ya ampun, mereka ribut sekali…” ucap Nami yang sedang berbaring santai sambil membaca buku. “Apa kalian tak bisa lebih tenang sedikit, hah? dasar…”

“Hei, jangan ribut kalian, sialan!!” ucap Sanji yang baru saja keluar dari dapur sambil membawa segelas jus jeruk. “Heii Nami-swaaan, ini dia jus jeruk spesialnya…” Sanji mempersembahkan jus itu pada Nami.

“Terimakasih ya, Sanji-kun.” Nami meminumnya. “Hmm, aku juga butuh sedikit cemilan.” pintanya lagi. “Baik!!! Dengan senang hati!!!” ucap Sanji.

“Hoi Sanji!” teriak Luffy.

“Aku juga mau cemilan dan daging!!”

“Kalau aku mau permen!” ucap Brook.

“Aku juga!” ucap Chopper.

“Aku mau cola!” ucap Franky.

“Oi, sakeku juga ya!” ucap Zoro.

“Aku juga mau cemilan!” ucap Usopp.

“Diam kalian sialan!” bentak Sanji. “Kalau meminta sesuatu pada seseorang, mintalah dengan sopan, bodoh!! Aku terlahir hanya untuk para gadis!!”

“Eh?” Sanji kaget setelah tiba-tiba sesuatu mirip salju berjatuhan dari langit.

Benda mirip salju itu berjatuhan dan beberapa menempel di daging Luffy. Jadi saat dia memakan dagingnya, “Tidak enak!” ucap Luffy. “Hei Usopp, racunmu lagi-lagi merusaknya!!” Luffy mengira kalau itu ulah racun serangga Usopp lagi. Tapi…

“Aku sudah tak menggunakannya lagi!” ucap Usopp.

“Apa ini???” orang-orang Topie Jerami bertanya-tanya.

“Salju!!” ucap Chopper. “Tidak, rasanya tidak sedingin salju.” ucap Zoro.

“Ada apa?” tanya Nami. Kemudian saat ia melihat benda-benda kecil yang berjatuhan, Nami sadar dan berkata kalau, “Ini… debu volkanik!”

“Debu volkanik?!” Luffy dkk kaget.

—– One Piece Film Z —–

“Debu ini menjijikan!!” ucap Chopper. Tubuhnya gatal-gatal karena debu vulkanik itu. “Debunya masuk ke bulu-bulumu, ya? Bagaimana kalau kita mandi bersama?” saran Robin.

“Mandi… Bersama?!” Sanji dan Brook kaget saat mendengar kalimat itu.

“Sebenarnya hari ini bukan hariku untuk mandi. Tapi mau bagaimana lagi, aku harus membersihkannya.” ucap Chopper.

“Aku!! Bolehkah aku mandi bersama kalian juga??” tanya Brook. “Boleh kan???” Brook memelas. “Lihat, lihat, wajahku juga menjijikan, bukan kan? Yoho.. Yohohoho…ho…”

Mendadak Brook depresi saat menyadari kalau wajahnya memang menjijikan.

“Jangan mengatakan sesuatu yang bisa menyakiti perasaanmu, bodoh!!” bentak Sanji.

“Tidak boleh.” ucap Robin singkat.

“Eeeh?” Chopper kaget dan kemudian, “Brook, kau boleh mandi bersamaku!!” ucap Chopper. “Aku mencintaimu, Chopper!!” ucap Brook.

Sementara itu, Nami masih berpikir mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Ia bingung, ditambah dengan keadaan salah satu jarum di log posenya. Yang awalnya menunjuk dengan tenang, kini berputar secara acak.

“Hei, Nami! bagaimana pendapatmu tentang ini?” tanya Franky.

“Jarum yang menunjuk ke arah debu volkanik itu muncul mulai berputar secara acak. Gerakan yang aneh. Kelihatan seperti seorang anak yang kehilangan orang tuanya.” ucap Nami.

“Anak hilang? Maksudmu?” Franky tak mengerti.

“Maksudku, letusan gunung yang menghasilkan debu volkanik itu mungkin saja telah meledakkan seisi pulau.” jelas Nami.

“Jadi karena pulaunya hancur jarumnya berhenti menunjuk, begitu? Tapi itu mustahil kan!?” ucap Franky. “Siapa tahu, ini kan Dunia Baru!!” ucap Nami.

“Dia benar, kau sialan. Jangan terkejut begitu.” ucap Sanji yang datang lagi dari dapur.

“Segera menyingkir dari Nami. Sakura bodoh.” ucap Sanji lagi.

“Nami, ini tehnya.” Sanji emmbawakan teh.

“Terimakasih.” ucap Nami.

“Bagaimanapun, kita harus menghindari pulau yang tadi ditunjuk oleh jarumnya.” ucap Nami. “Kalau begitu, Nami… sda seseorang yang tak boleh kita beri tahu arah jarumnya.” ucap Usopp.

“Ya, kau benar.” ucap Nami. “Memilih rute yang paling aman dan menjamin keselamatan kru merupakan tugasku.”

“Hei, gerakan jarum itu kelihatannya menarik!!” Luffy secara tiba-tiba memanjangkan lehernya dan melihat ke arah log pose Nami.

“Luffy!?” Luffy dan usopp kaget. Padahal mereka sangat tidak berharap Luffy melihatnya.

“Ayo kita ke sana!” pinta Luffy.

“Sial!!! Dia melihatnya!!” ucap Usopp.

“Aku mencium bau petualangan!!” ucap Luffy.

“Tunggu, Luffy! kau tak mendengarnya ya! Menurut Nami debu-debu itu adalah…”

“Hooi semuanya!!!” Luffy tak peduli dan memberitahukannya pada yang lain, “Tujuan kita sudah diputuskan!! Bersiaplah!!!” teriaknya.

“Luffy!!! Usopp masih berusaha untuk menghentikannya. Tapi kemudian, Nami menggelengkan kepala dan menghentikan Usopp.

“Tapi kan ini… Kalau gerakan jarumnya gila begitu, bagaimana bisa tahu lokasi pulaunya?” ucap Usopp. “Tenanglah.” ucap Nami. “Aku adalah navigator. Kalau sudah diputuskan, aku bisa membawa kalian kemanapun.”

“Luffy, teruslah mengawasi!!” perintah Nami.

“Serahkan padaku!!” Luffy berlari dan duduk mengawasi di ujung Sunny.

“Hei, apa kau yakin memilihnya seperti ini? Di Dunia Baru, salah memilih jalan bisa membahayakan nyawa kita.” ucap Usopp lagi.

Nami tak peduli, “Franky… belok 20 derajat ke kiri!!” perintah Nami.

“Belok 20 derajat ke kiri!!” ucap Franky.

“Hei, apa kau mendengarku??”

“Kita tak tahu apa yang akan terjadi, jadi kalian semua bersiap-siaplah!!” ucap Nami.

“Kita tak bisa melakukan apapun. Bagaimanapun dialah kaptennya.” ucapnya lagi.

“Tapi kita tak mau kan berurusan dengan gunung berapi… atau apapun itu yang membahayakan nyawa kita…” ucap Nami lagi. Dan kemudian secara tiba-tiba…

“Eeh?” Luffy melihat sesuatu yang mengambang menuju ke arah mereka. Serpihan kayu, yang di atasnya terbaring seseorang yang tak lain adalah Z.

Bersambung…

“Kita tak tahu apa yang akan terjadi, jadi kalian semua bersiap-siaplah!!” ucap Nami.

“Kita tak bisa melakukan apapun. Bagaimanapun dialah kaptennya.” ucapnya lagi.

“Tapi kita tak mau kan berurusan dengan gunung berapi… atau apapun itu yang membahayakan nyawa kita…” ucap Nami lagi. Dan kemudian secara tiba-tiba…

“Eeh?” Luffy melihat sesuatu yang mengambang menuju ke arah mereka. Serpihan kayu, yang di atasnya terbaring seseorang yang tak lain adalah Z.

“Kapal karam ditemukan, bersiaplah untuk menolongnya!!” ucap Chopper. Luffy dan beberapa rekannyapun pergi ke dek bawah. Dok pertama dibuka untuk menolong Z yang tak sadarkan diri.

“Dia terseret arus!” ucap Chopper.

“Serahkan padaku!” Luffy memanjangkan tangannya dan meraih Z. Tapi saat menyentuh tangan buatan Z, tiba-tiba Luffy melemah.

“Luffy, ada apa?”

“Aku kehilangan kekuatan…” ucap Luffy.

Usopp dan Sanji membantu menarikkan tangan Luffy, “Tarik, tarik!” ucap mereka.

“Luffy, jangan lepaskan dia dulu!!” ucap Usopp. “Yaa…” ucap Luffy masih dengan tanpa tenaga.

“Hieyahh!!!” Akhirnya Z berhasil dibawa ke kapal.

“Luffy, apa kau baik-baik saja?” tanya Chopper khawatir. Tapi setelah melepaskan tangan Z, Luffy kembali baik-baik saja. Setelahnya, Chopperpun memeriksa keadaan Z.

“Jadi, apa dia masih hidup?”

“Detak jantung dan nafasnya lemah, tapi kondisinya tidak terlalu parah.” ucap Chopper.

“Benarkah?”

“Kuharap kita tak berurusan dengan orang bermasalah lagi.” ucap Nami.

“Tubuh lelaki besar ini memar-memar! Dan benda di tangan kanannya ini…

Hanya dengan melihatnya, kalian bisa tahu kalau itu bukan hal biasa.”

Robin menyentuhnya dan kemudian sadar kalau, “Benda ini dibuat dari batu laut.”

“Aku mengerti! Jadi karena itu ya Luffy kehilangan kekuatan saat menyentuhnya.” ucap Chopper.

“Senjata kuat yang terbuat dari batu laut…”

“Kereen sekalii!!” ucap kompak Luffy, Chopper, dan Usopp.

“Bukan begitu!!” bentak Nami.

“Batu laut memiliki energi yang sama dengan lautan. Senjata yang dibuat dengan bahan itu… berarti senjata yang khusus untuk mengalahkan pengguna buah iblis.” ucap Sanji.

“Mungkin saja dia musuh.” ucap Nami. “Kita tak boleh menurunkan kewaspadaan di Dunia Baru.”

“Kalau kau khawatir, lemparkan saja dia lagi.” ucap Zoro.

“Bodoh! Mana bisa kita melakukannya!?” bentak Sanji.

“Aku tak bisa melakukannya!” ucap Chopper.

“Bisa saja dia membunuhmu setelah sadar nanti.” ucap Zoro.

Chopper sempat takut, namun ia tetap pada pendiriannya. “Bagaimanapun aku ini dokter! Aku tak bisa membiarkannya!!”

“Memangnya kenapa? Obati dia Chopper.” pinta Luffy. “Kalaupun dia itu musuh, aku akan membereskannya.” ucapnya. “Tak apa kan?”

“Ya! Terimakasih, Luffy!!” ucap Chopper.

“Sebagai ksatria lautan, tentu saja tak apa-apa.” ucap Usopp.

“Ya ampun, mereka tak mempedulikan apapun.” ucap Nami.

“Firasatku benar-benar buruk tentang ini…” Lanjutnya.

“Mendebarkan bukan?”

“Mendebarkan apanya, hah!?”

Setelahnya, merekapun membawa Z ke ruang perawatan. Z masih tak sadarkan diri. Di pikiran Z, terkilas berbagai kenangan masa lalu dan akhirnya diapun sadar.

“Luffy, dia mulai siuman!!” ucap Chopper.

“Ya, kelihatannya begitu.” ucap Luffy.

Tampaknya, Luffy mampu menyadari kekuatan kakek itu ketika dia sadar.

Di luar, Zoro juga menyadarinya. “Hei, tukang masak…”

“Tutup mulutmu. Aku juga sudah tahu, Marimo sialan.” ucap Sanji.

“Sepertinya kita mendapat tangkapan yang besar.” ucap Zoro.

“Apa kau baik-baik saja? Kau tak perlu memaksakan dirimu.” ucap Chopper. “Kau mengambang di lautan, apa kau mengingatnya?”

“Aku mengingatnya.” ucap Z.

“Terimakasih atas perawatannya. Rasanya seperti aku hidup kembali, dokter…

“Chopper!!” ucap Chopper.

“Dokter Chopper, ya? Kau dokter yang hebat.” ucap Z.

“Memujiku seperti itu tak akan membuatku senang, bodoh!!” Chopper menari-nari.

“Apakah kau kapten dari kapal ini?” tanya Z ke Luffy.

“Kau mengetahuinya?”

“Ya, aku mengetahuinya.” ucap Z. “Aku sudah banyak melihat anak muda seperti dirimu. Aku ini ahli dalam memahami dan merasakan kekuatan seseorang.”

“Benarkah? Lalu, pak tua, apa yang akan kau lakukan setelah ini? Apa kau akan tetap tinggal sampai di pulau selanjutnya?” tanya Luffy.

“Aku punya Vivre Card, rekan-rekanku pasti akan mencariku kemari.” ucap Z.

“Pak tua, senjatamu keren sekali!” ucap Luffy.

“Di mana kau membelinya??” tanya Chopper.

“Saat aku kehilangan tangan karena bajak laut, ilmuan gila Angkatan Laut membuatkanku ini. Battle Smasher.” jelas Z. “Senjata ini terbuat dari batu laut, kelemahan dari pengguna buah iblis. Dengan ini aku bisa mengalahkan dan menghancurkan mereka.”

“Dr. Chopper, aku tak menyarankanmu memakai benda berat seperti ini.” ucap Z.

“Mengagumkan!!” Chopper jadi semakin mengaguminya.

“Untuk melepasnya aku memerlukan kunci khusus, jadi akan repot Kalau aku jatuh dengannya ke laut.” ucap Z lagi.

“Pak tua, apa kau Angkatan Laut?” tanya Luffy.

“Tidak, aku sudah terlalu tua, jadi aku meninggalkan mereka.” jawab Z.

“Sekarang aku mengerjakan hal lain.” jelasnya.

“Apa yang kau kerjakan?” tanya Luffy lagi.

“Aku terus bertarung demi misi yang kuberi pada diriku sendiri.” jawab Z.

“Kau bertarung melawan apa?”

“Kau bertanya aku melawan apa?”

“Aku minta maaf soal itu. Hanya saja akan buruk bagi kami kalau ternyata kau adalah Angkatan Laut.” ucap Luffy. “Akan jadi masalah kalau aku adalah Angkatan Laut??”

“Yaah, bagaimanapun kami ini bajak laut.” ucap Luffy.

“!!!” Z memasang senyum aneh saat mendengar kalau mereka adalah bajak laut. “Begitu… Jadi kalian bajak laut ya?” Z berdiri mendekati Luffy dan mendadak memukulnya hingga terpental menerobos pintu ruang perawatan.

Bersambung…

Apa yang kau kerjakan?” tanya Luffy lagi.

“Aku terus bertarung demi misi yang kuberi pada diriku sendiri.” jawab Z.

“Kau bertarung melawan apa?”

“Kau bertanya aku melawan apa?”

“Aku minta maaf soal itu. Hanya saja akan buruk bagi kami kalau ternyata kau adalah Angkatan Laut.” ucap Luffy. “Akan jadi masalah kalau aku adalah Angkatan Laut??”

“Yaah, bagaimanapun kami ini bajak laut.” ucap Luffy.

“!!!” Z memasang senyum aneh saat mendengar kalau mereka adalah bajak laut. “Begitu… Jadi kalian bajak laut ya?” Z berdiri mendekati Luffy dan mendadak memukulnya hingga terpental menerobos pintu ruang perawatan.

“Luffy!!!” orang-orang di luar ruangan kaget.

Mendengar ribut-ribut itu, Zoro dan Sanjipun masuk. “Nami! pergilah ke luar!” pinta Sanji. “Hati-hati ya!” ucap Nami dan kemudian keluar.

“Sakit sekali, pukulan dari batu laut memang ampuh.” ucap Luffy.

“Bocah Topi Jerami…” Z bertanya pada Luffy, “Kau… Kenapa kau menjadi bajak laut?”

“Untuk menjadi Raja Bajak Laut!!!” sahut Luffy.

“Raja Bajak Laut… Raja Bajak Laut?!” Z semakin kesal dan kembali menyerang Luffy. Namun kali ini, Luffy menghindarinya. Zoro dan Sanji langsung maju, bersama-sama menyerang kakek itu. Akan tetapi, meski terluka Z tetaplah seorang yang kuat.

“Dia kuat!!” ucap Chopper.

“Sial!” Luffy terus berusaha untuk menyerang.

“Brook, Ayo lawan dia juga!!” ajak Usopp.

“Baik!!” merekapun ikut menyerang.

Kemudian secara tiba-tiba, kapal berguncang. Di luar, mereka telah dikepung oleh beberapa kapal perang Angkatan Laut baru milik Z.

“Mereka sudah sampai, ya?” ucap Z.

“Aku adalah Wakil Admiral Angkatan Laut Baru, Ain!!” teriak perempuan anak buah Z yang ternyata adalah Wakil Admiral Angkatan Laut Baru, Ain. “Dengan ini kami nyatakan kapal kalian kami sita.” ucap Ain. “Jangan melawan. Itu hanya akan memperpendek hidup kalian!!”

“Mana ada bajak laut yang tak melawan saat diminta untuk tidak melawan!?” ucap Franky dan kemudian menyerang.

“Mosa Mosa!!!” si ninja yaitu Binz ikut meloncat ke kapal Topi Jerami dan kemudian melawan. Dengan kemampuannya untuk mengendalikan tumbuhan, ia membelit tubuh Franky.

“Apa-apaan ini!?” Franky tak bisa bergerak, tubuhnya terikat oleh dahan-dahan tanaman hijau.

“Itu adalah… Kekuatan buah iblis!!” ucap Nami dan Robin.

“Ini adalah kekuatan buah Mosa Mosa. Tarian Mosa Mosa dapat mengendalikan setiap tumbuhan yang ada di sini!!” jelas Binz.

“Kelihatannya keadaan di luar juga berbahaya.” ucap Sanji. Ia, Zoro dan Luffy masih bertarung melawan Z di dalam. “Ayo segera akhiri ini!!” ucap Luffy. Akan tetapi tetap saja, Z terlalu tangguh untuk dikalahkan.

“Dos Fleur!!” Robin berusaha untuk menangkap Binz dengan kemampuannya. Akan tetapi, gerakan Binz terlalu cepat. “Dia begitu cepat sampai sulit kujadikan sebagai target!!” ucap Robin.

“Mosa Mosa! Mosa Mosa Mosa!!!” Binz terus menyerang dengan tumbuhan-tumbuhan yang ia kendalikan. “Tak bisa berna…” wajah Franky tertutup tumbuhan.

“Mosa Mosa!! Mosa Mosa!!” Binz terus menyerang.

Saat ini di dalam hanya ada Luffy, Zoro, dan Sanji. Chopper, Brook, dan Usopp sudah keluar tapi mereka masih di atas. “Ayo kita juga harus membantu!!” merekapun turun.

“Jangan turun!!” teriak Nami.

Baru saja sampai di atas rumput, mereka langsung dijerat dengan tumbuhan-tumbuhan yang Binz kendalikan. “Mosa Mosa!!!”

“Apa-apaan ini…” ucap Usopp.

“Hentikan!!” teriak Chopper.

“Tidak! Tidak! Tidak!!” teriak Brook.

Di sisi Nami, ia bertarung melawan Ain. “Gust Sword!!” Nami menyerang dengan tongkatnya. Tapi kemudian, “Modo Modo!!” Ain menyentuh tubuh Nami dengan kekuatan buah iblisnya. Dan tiba-tiba, sesuatu terjadi pada Nami.

“Nami!!!” teriak Chopper.

“Berani sekali kau melakukannya pada Nami!!” Chopper kesal dan kemudian berubah, “Heavy Point!!” Chopper berhasil melepaskan diri dari jeratan tumbuhan itu. Kemudian ia melesat ke arah Ain dan bersiap untuk menyerangnya. Namun sama seperti Nami, ia juga berhasil disentuh. “Modo Modo!!”

“Chopper!!” teriak Brook. Ia berusaha untuk melepaskan diri, namun jeratan tanaman itu terlalu kuat. Dan bukannya melepaskan diri, ia juga malah disentuh oleh Ain. “Tidak!! Jangan!!!” Brook meronta akan tetapi percuma saja.

“Hentikan!!” teriak Robin dan kemudian menyerang dengan kekuatan buah iblisnya. “Seis Fleur!!”

Ain berhasil ditangkap oleh tangan-tangan Robin. “Kau juga pengguna buah iblis kan? Apa yang sudah kau lakukan pada Nami dan Chopper??” tanya Robin.

“Robin!!!!! Jangan gunakan kekuatanmu!!” teriak Nami dengan tubuh yang mengecil.

Benar juga. Gara-gara menggunakan kekuatannya, Ain justru semakin mudah untuk menyentuh Robin. “Modo Modo!!!” Robin pun berhasil disentuhnya juga.

“Aku adalah pemakan buah Modo Modo.” ucap Ain. “Kemampuanku adalah mengubah apapun ke dua belas tahun sebelumnya. Sekarang usiamu harusnya sekitar delapan belas tahun.” jelasnya.

“Aku kecil sekali!!” ucap Chopper. Meski sebenarnya ukurannya tak jauh beda.

“Kalau kusentuh dua kali, maka usia kalian akan berkurang tahun dua kali, yaitu, dua puluh empat tahun. Membuat keberadaan kalian lenyap seketika.” jelas Ain lagi.

Di dalam, pertarungan juga masih berlangsung. “Smash Buster!!” Z menghantam tubuh Luffy, dan kali ini ia tak mampu menghindarinya. Tepat di wajah Luffy. Dan kemudian terjadi ledakkan yang merusak bagian dalam kapal. Zoro dan Sanji sampai terpental ke luar.

“Mosa Mosa!!!” Binz langsung mengikat tubuh Sanji dan Zoro sebelum mereka menjadi masalah.

Di depan mereka semua kini, tampak tubuh Luffy sudah dicengkram oleh tangan buatan Z. Karena terbuat dari batu laut, maka Luffy yang adalah pengguna buah iblis tak mampu berbuat apa-apa.

“Kau akan menjadi Raja Bajak Laut dengan kekuatan seperti ini? Jangan membuatku tertawa!” ucap Z. “Haruskah aku menghancurkanmu seperti ini? Bagaimana menurutmu, Raja Bajak Laut?”

“Siapa namamu?” tanya Z. Kemudian dengan tegas, Luffy menjawab, “Monkey D. Luffy!!”

“Ooh, aku mengerti sekarang. Kau cucunya Garp ya?”

“Z Sensei, aku senang anda baik-baik saja…” ucap Ain.

“Ayo hancurkan kapal ini dengan serangan bertubi-tubi dari kapal kita.” Z melempar Luffy dan kembali ke kapalnya.

“Luffy!!”

“Apa kau baik-baik saja, Luffy??”

“Aku adalah komandan dari Angkatan Laut Baru, Z!!” teriak Z dari kapalnya.

“Aku akan melenyapkan semua bajak laut yang ada! Cobalah untuk menyelamatkan diri kalau kalian bisa… Bajak Laut!!”

Seranganpun dimulai.

Bersambung…

“Siapa namamu?” tanya Z. Kemudian dengan tegas, Luffy menjawab, “Monkey D. Luffy!!”

“Ooh, aku mengerti sekarang. Kau cucunya Garp ya?”

“Z Sensei, aku senang anda baik-baik saja…” ucap Ain.
“Ayo hancurkan kapal ini dengan serangan bertubi-tubi dari kapal kita.” Z melempar Luffy dan kembali ke kapalnya.

“Luffy!!”
“Apa kau baik-baik saja, Luffy??”

“Aku adalah komandan dari Angkatan Laut Baru, Z!!” teriak Z dari kapalnya.
“Aku akan melenyapkan semua bajak laut yang ada! Cobalah untuk menyelamatkan diri kalau kalian bisa… Bajak Laut!!”

Seranganpun dimulai.

Tembakan demi tembakan meriam kapal Z menyerbu Thousand Sunny. Boomb!! Boomb!!!

“Sial!!” Keadaan benar-benar gawat. Apalagi, sebagian besar rekan Luffy terjerat tumbuhan yang Binz kendalikan. Jadi, sulit sekali untuk bertahan.

“Tunggu!!” Luffy berlari ke pinggir kapal berteriak ke arah Z, “Pertarungan kita… Pertarungan kita belum berakhir!!”

“Sunny!!” teriak Franky.
“Sial!!” teriak Usopp. Mereka sama-sama masih terikat tumbuhan.
“Chopper, cepat lepaskan!! Kita sedang dalam bahaya!!” pinta Sanji.

“Luffy!!” teriak Nami.
“Luffy, ayo lari!!” teriak Robin.

Luffy benar-benar kesal, marah, namun sebagai kapten dia harus memikirkan keselamatan rekan-rekannya. “Franky, ayo kita mundur!!” teriak Luffy. Luffy berlari ke arah Franky dan berusaha untuk melepas tumbuhan yang mengikatnya. “Ayo lepaslah!! Sial!!”

Pada akhirnya ikatan itupun berhasil dilepas. “Aku terbebas! Suuper!!!” teriak Franky. “Ayolah Sunny!! Aku percaya padamu!!” Franky pergi menuju kemudi dan kemudian mengeluarkan salah satu jurus andalan Sunny. “Sistem kabur darurat… Coup D’Burst!!”

Whusssss!!!! Thousand Sunny melesat ke langit. Dengan ini, Z dan awaknya tak bisa berbuat apa-apa lagi. Topi Jerami saat itu memang kalah dan terpaksa harus lari. Akan tetapi, itu hanyalah sebuah permulaan.

—– One Piece Film Z —–

Sementara itu senja di markas besar Angkatan Laut, pasukan Angkatan Laut tampak berja adi luar. Di dalam, beberapa petinggi termasuk pemimpin tertinggi mereka tampak sudah hadir untuk membahas masalah kemunculan Z ini.

“Aku tak menyangka mereka benar-benar melakukannya.” ucap Sakazuki. “Sebenarnya, itu adalah kartu trump kita, melindungi point akhir dari bajak laut. Menggunakan Batu Daina untuk menghancurkan point akhir…”

“Point akhir pertama bersama dengan markas yang melindunginya…”

“Tujuan Z adalah menghancurkan ketiga point akhir yang ada dan menghancurkan lautan Dunia Baru.” ucap Sakazuki.

“Tapi orang sekuat diapun pasti akan sulit bertahan dari ledakan Batu Daina.” ucap Kizaru.

“Dia masih hidup.” ucap nenek Tsuru. “Kalian semua harus tahu hal ini. Dia itu tak tahu kapan harus mati.”

“Z… Atau lebih tepatnya, mantan Admiral Angkatan Laut, Zephyr si tinju hitam. Dia pasti masih hidup.”

“Kalaupun tidak, kita tetap harus mendapatkan kembali Batu Daina apapun yang terjadi.” ucap Sakazuki. “Dulu dia memang pernah menjadi bagian dari kita. Tapi sekarang dia adalah musuh kita, musuh dari keadilan. Dan mereka semua yang merupakan bagian dari Angkatan Laut Baru, termasuk Z kalau dia masih hidup…”

“Mereka harus menyelesaikannya atas nama keadilan.”

“Tangkap Z dan Angkatan Laut barunya dengan seluruh kekuatan Angkatan Laut! Rebut kembali Batu Daina dan terapkan keadilan yang absolut!!” perintah Sakazuki.

—– One Piece Film Z —–

Di sekitar tempat kejadian, sekitar pulau yang telah dihancurkan, tampak beberapa kapal Angkatan Laut. Dan di antara mereka, tampak Garp, Coby, dan Angkatan Laut lainnya.

“Kalau point akhir dihancurkan, dunia juga akan hancur. Itu pasti bohong, kan?” ucap Coby. Tapi Garp menjelaskan, “Kalau itu bohong apa kau pikir mereka akan berbuat sampai sejauh ini? Aku mengerti apa yang Z rencanakan.”

“Dia ingin mengakhiri semua Bajak Laut di Dunia Baru. Kalau dia menggunakan point akhir, itu bukanlah sesuatu yang mustahil. Tapi tentu, dia tak hanya akan menghancurkan bajak laut, tapi juga penduduk yang tidak bersalah.”

“Wakil Admiral Garp… siapa sebenarnya si Z ini?” tanya salah seorang Angkatan Laut.
“Dia adalah lelaki yang pernah menjadi rekan kami.” jelas Garp. “Kami adalah teman. Kami pernah menjadi teman.”

Garp melamun ke arah ledakkan dan teringat akan masa lalu.
“Zephyr… apa kemarahanmu begitu kuat sampai ingin menghancurkan dunia? Apa kau membenci kami sampai sebegitunya???”

—– One Piece Film Z —–

Kembali ke sisi Luffy, untung saja mereka berhasil mencapai suatu pelabuhan kecil yang ada di sebuah pulau terpencil. Jadi, Thousand Sunny bisa segera diperbaiki.

“Luffy! Perbaikan Sunny akan segera kuselesaikan!!” ucap franky. “Mungkin akan butuh waktu, tapi sementara aku memperbaikinya, kau akan mencari Z, kan?”

“Ya, aku akan menyerahkan masalah Sunny padamu!!” ucap Luffy.

Di sisi lain tempat itu, Nami yang berubah menjadi anak-anak tampak sedang menghitung uang. “Ini untuk dokter, ini untuk muatannya…”

“Maafkan aku…” ucap Chopper. yang juga jadi anak-anak. “Ini semua karena aku ingin menyelamatkan si Z itu.”

“Jangan meminta maaf.” ucap Sanji. “Bajak laut tak seharusnya menyesali apa yang dia yakini.”

“Itu bukanlah salahmu. Kita semua tahu itu.” ucap Nami.
“Terimakasih.” ucap Chopper.

“Angkatan Laut Baru… Siapa sebenarnya si Z itu?”
“Saat dia tahu kalau kita bajak laut, dia langsung menyerang kita!”
“Kemampuan dari si Binz itu juga agak merepotkan” ucap Sanji.

“Pertemuan yang berikutnya, kita harus lebih berhati-hati.” ucap Zoro. “Selain itu, kita juga harus membalaskan dendam Sunny yang telah menunjukkan keberaniannya.

“Kalau bukan berkat kekuatan Sunny, Kita pasti sudah berenang di lautan akibat serangan dari mereka.” ucap Nami. “Kita harus menemukan Angkatan Laut Baru itu dan membalas mereka.” ucap Robin.

Bersambung…

“Itu bukanlah salahmu. Kita semua tahu itu.” ucap Nami.

“Terimakasih.” ucap Chopper.

“Angkatan Laut Baru… Siapa sebenarnya si Z itu?”

“Saat dia tahu kalau kita bajak laut, dia langsung menyerang kita!”

“Kemampuan dari si Binz itu juga agak merepotkan” ucap Sanji.

“Pertemuan yang berikutnya, kita harus lebih berhati-hati.” ucap Zoro. “Selain itu, kita juga harus membalaskan dendam Sunny yang telah menunjukkan keberaniannya.

“Kalau bukan berkat kekuatan Sunny, Kita pasti sudah berenang di lautan akibat serangan dari mereka.” ucap Nami. “Kita harus menemukan Angkatan Laut Baru itu dan membalas mereka.” ucap Robin.

“Apa kalian serius?!” ucap Usopp. “Aku tak ingin berurusan dengan orang-orang berbahaya itu lagi. Ayo tetap tinggal di pulau ini sampai Sunny selesai diperbaiki!!” sarannya.

“Apa yang kau bicarakan, hah? Kalau kita tak menemukan mereka, tubuhku tak akan bisa kembali normal!” ucap Nami. “Tubuhku juga!” ucap Chopper.

“Aku tak mau tetap seperti ini!” ucap Nami lagi. “Dengan tubuh anak-anak ini, Aku tak bisa melakukan apapun! Navigasi di Dunia Baru akan jadi menyusahkan!! Sebagai navigator, aku harus kembali normal supaya bisa memandu Sunny Go!!”

“Dia benar!!” ucap Chopper.

“Aku tak bilang agar kau tetap berada di kondisi tubuh begini.” ucap Usopp.

“Akan jadi masalah juga kalau aku tidak kembali ke tubuh normalku.” ucap Robin.

“Bukankah seharusnya kau senang bisa kembali ke usia delapan belas tahun lagi?” ucap Usopp. Tapi, Robin malah kesal dan langsung membekapnya dengan tangan-tangannya.

“Maafkan aku!!” ucap Usopp.

“Kau ini, jangan bercanda saat para gadis sedang dalam kesusahan.” ucap Sanji. “Tapi eh? tunggu sebentar… Ini artinya aku akan bisa mengamati dengan baik perkembangan tubuh Nami menuju dewasa?” Sanji memandang ke arah Nami.

“Aku akan bisa melihat saat-saat ketika larva berubah menjadi kupu-kupu yang cantik?! Oooh, Pasti akan luar biasa!!”

“Menjijikan.” ucap Zoro.

“Mau kubunuh ya, Marimo sialan!? Kalau kau kembali menjadi anak-anak, aku kuberi kau pelajaran sopan santun. ucap Sanji.

“Bodoh… Aku tetap akan mengalahkanmu meski aku jadi anak-anak!” ucap Zoro.

“Apa katamu!? Kalau begitu aku akan mengalahkanmu meski aku tiga tahun lebih muda darimu! Bodoh!!”

“Aku tetap akan mengalahkanmu meski aku berubah menjadi bayi!!”

“Ini bukan waktunya untuk berkelahi!!” sela Nami.

“kalian tahu… Sebenarnya usiaku juga dikurangi olehnya.” ucap Brook.

“Eeeh!!?” yang lainnya kaget. “Kelihatannya… Tak ada yang berubah… Tidak sama sekali…”

“Aku juga sempat disentuh oleh si Ain dari Angkatan Laut Baru itu.” ucap Brook.

“Benar juga ya, dia memang disentuh.” ucap Usopp.

“Tapi tak ada yang berubah darinya…?”

“Tidak! Aku sudah menjadi mayat lebih dari lima puluh tahun yang lalu. Tapi sesuatu berubah, hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. usiaku kembali ke dua belas tahun yang lalu. Lihat, rambutku jadi sehalus dua belas tahun yang lalu!!”

“Tidak berubah sama sekali, kau hanya mengecatnya!!” bentak Sanji.

“Eeeeh!!?” Brook baru sadar.

“Apa itu berarti kau senang menjadi muda kembali?”

“Berarti kau tak perlu Kembali ke sana, kan?” tanya Zoro.

“Yah, benar juga sih…. Tidak, Tidak!

Apa aku bisa kembali menjadi normal?”

“Mana kami tahu!!!?”

“Untuk kembali normal, pertama-tama kita harus mengumpulkan informasi mengenai Z dan Angkatan Laut Baru.” ucap Nami.

“Hmm?” lelaki pelaut tua yang merupakan pemilik pelabuhan itu datang.

“Aaw, apa kau butuh sesuatu, pak tua?” tanya Franky. “Kalau masalah biaya konsultasi dokter, bicarakan saja dengan navigator kami.”

“Apakah Z menunjukkan dirinya lagi?” tanya pak tua itu.

“Pak tua, apa kau tahu sesuatu tentang Z?”

“Banyak bajak laut yang sudah diserang olehnya di sekitar sini dan akhirnya datang ke tempat ini. Semua bajak laut yang terluka berkata kalau mereka diserang oleh Z.” jelas pak tua itu.

“Kakek memberitahuku kalau ketika pelanggan datang ke tempat ini, mereka pasti adalah korban dari serangan Z.” ucap cucu perempuan kakek itu. Di sana, hanya ada tiga orang. Si kakek, perempuan, dan anaknya yang masih anak-anak.

“Mereka memperbaiki kapal mereka, dan menggunakan pelabuhan ini, Kami menerima kapal yang hancur total akibat perbuatan Angkatan Laut. Kakek adalah pelaut, jadi dia akan menolong bajak laut atau siapapun yang datang kemari.”

“Aku suka orang-orang yang meresikokan nyawa di Dunia Baru demi impian mereka.” ucap kakek pelaut itu. “Banyak dari mereka yang dikalahkan oleh Z putus asa dan meninggalkan Dunia Baru. Z merampas kebebasan untuk mengarungi lautan. Aku tak bisa menerimanya.”

“Kalau kalian dikalahkan oleh Z tapi malah ingin membalasnya, maka dengan senang hati aku akan memberi kalian perlengkapan terkuat yang kumiliki.” lanjut kakek itu.

“Perlengkapan terkuat? Hebat! Perlengkapan yang hebat!” ucap Luffy.

“Tunggu sebentar!!” ucap Nami.

“Ada apa Nami? Dia bilang yang terkuat! Yang paling kuat!!”

“Sebelum itu, kita harus memburu Z terlebih dahulu!” ucap Nami. “Dan gara-gara serangan Z, semua pakaian kita di kapal jadi terbakar. Jadi, kita harus mengurus itu terlebih dahulu. Kalau kita tetap memakai pakaian festival Sakura ini, kita akan semakin dicurigai saat mencari informasi mengenai dia.”

“Pertama-tama kita harus mengumpulkan informasi dan pakaian! Perlengkapan terkuat untuk bisa mengalahkan Z menyusul setelahnya!”

“Aku mengerti!!” ucap Luffy.

“Nami memang kecil, tapi dialah bosnya ya.” ucap perempuan pelabuhan itu.

“Oh iya, apa ada kota besar di pulau ini untuk mencari informasi dan pakaian?” tanya Nami.

“Hmm, tak ada tempat lain di sini kecuali pelabuhan kami.” jelas perempuan itu. “Aah, bagaimana kalau kalian pergi ke pulau tetangga saja? Mereka sangat terkenal dengan pemandian air panas dan volkanonya. Dan sekarang akan ada kereta laut yang lewat sini, pengunjungnya banyak sekali!!”

“Kereta laut? Apa kau sedang membicarakan kereta laut Umi Resha??”

“Ya!!”

Ternyata, kereta laut juga ada di lautan Dunia Baru. Luffy dan yang lainnya menunggu di stasiun kecil yang ada di pulau itu, sampai akhirnya kerta laut tiba. Mereka semua naik, dan kereta yang membawa banyak penumpang itupun berangkat.

Bersambung…

“Oh iya, apa ada kota besar di pulau ini untuk mencari informasi dan pakaian?” tanya Nami.

“Hmm, tak ada tempat lain di sini kecuali pelabuhan kami.” jelas perempuan itu. “Aah, bagaimana kalau kalian pergi ke pulau tetangga saja? Mereka sangat terkenal dengan pemandian air panas dan volkanonya. Dan sekarang akan ada kereta laut yang lewat sini, pengunjungnya banyak sekali!!”

“Kereta laut? Apa kau sedang membicarakan kereta laut Umi Resha??”

“Ya!!”

Ternyata, kereta laut juga ada di lautan Dunia Baru. Luffy dan yang lainnya menunggu di stasiun kecil yang ada di pulau itu, sampai akhirnya kerta laut tiba. Mereka semua naik, dan kereta yang membawa banyak penumpang itupun berangkat.

“Oh iya, Luffy, Marimo, Tulang… Kalian itu aneh, jadi biarkan saja kami yang mengumpulkan informasi.” ucap Sanji. “Bukankah begitu Nami-swan? Robin-chwan??

“Kau itu juga aneh, Sanji.” ucap Nami. “Eeh?”

“Kamilah yang akan mengumpulkan informasi!”

“Tapi aku ingin pergi bersama kalian..”

“Ayo nikmati pemandian air panasnya.” ucap Zoro.

Tak apa kan bersantai sebelum bertarung?”

“Serahkan masalah pakaian padaku, Akan kucarikan pakaian yang terbaik!” ucap Brook. “Kelihatannya ada banyak merk terkenal di pulau ini.”

Tak lama setelahnya, merekapun sampai di pulau wisata yang ramai itu. Di belakang kota, terdapat sebuah gunung yang ada huruf-huruf besar mirip yang di Holywood bertuliskan, “KAZANONSEN”

“Kita sampai!!” ucap Nami. “Teman-teman, jangan sampai tertangkap Angkatan Laut ya! Ayo berpencar!!”

“Yaah!!!” Merekapun berpisah. Nami, Robin, Usopp, dan Chopper pergi mencari informasi sementara Luffy, Brook, Sanji, dan Zoro pergi ke pemandian air panas.

“Ya ampun, pengguna buah iblis itu banyak kelemahannya ya.” Ucap Sanji saat melihat Brook dan Luffy melemah saat berendam air panas. “Mereka kehilangan kekuatan bahkan hanya karena ini?”

“Kalau bagian atas kami tidak basah, kami masih tetap bisa bertahan.” ucap Brook.

“Nyaman sekali.” ucap Zoro.

“Benarkah tak apa kita membuang waktu di sini?” Brook bertanya-tanya.

“Benar!! Aku mau segera mengalahkan si Z itu!!” ucap luffy.

“Dasar bodoh! Kalau kalian jalan-jalan di pulau yang penuh dengan Angkatan Laut ini, Kalian hanya akan membuat masalah baru. Nami bilang begitu, kan?” ucap Sanji. “Makanya, serahkan saja pada mereka untuk mencari informasi tentang Z” lanjutnya.

—– One Piece Film Z —–

Di sisi kelompok pencari informasi, mereka sedang berada di sebuah bar. Nami kecil berpura-pura menjadi pelayan. Robin menyamar sebagai penari, sementara Usopp menjadi managernya.

Sebagai penari, Robin yang berusia delapan belas tahun begitu memukau. Para pengunjung begitu terpesona dengan tarian dan kecantikan.

“Dia cantik ya? Penari yang cantik…

Orang-orang begitu terpesona!” ucap pemilik bar, sementara Usopp hanya bisa mengangguk-angguk dan berkata, “Aku senang anda juga menyukainya, tuan.”

Di sisi Chopper, ia bersama dengan seorang anak kecil berpura-pura menjadi tukang bersih sepatu. Anak kecil itu yang menjadi tukangnya, sementara Chopper menyamar sebagai boneka robot pembersih.

“Apa anda akan pergi kencan, tuan?” tanya si anak pada pelanggannya.

“Yaah, jadi tetap buat mengkilap ya!” ucap si pelanggan.

—– One Piece Film Z —–

Kembali lagi ke sisi Luffy dan yang lainnya, mereka masih berendam. “Aku bisa merasakannya… mengalir melewati tulang-tulangku… Semuanya mengalir bersamaan dengan rasa lelahku.” ucap Brook.

“Z… Aku lengah dengan senjata di tangannya sampai-sampai menurunkan pertahanan.” ucap Luffy. Ia masih kesal dan ingin membalas perbuatan lelaki tua bernama Z itu.

“Itu karena kau pengguna buah iblis, dan kau menyerangnya tanpa berpikir…” ucap Sanji. “Kalau tertangkap oleh tangan batu laut itu, kau akan kehilangan semua kekuatanmu. Serahkan saja Z padaku dan si Marimo.”

“Kalian tak perlu melakukannya.” ucap Luffy. “Aku sendirilah yang akan membereskannya! Pertarungan selanjutnya aku akan menghindari serangannya dengan seluruh kekuatanku!”

“Kalian tetap seperti biasanya ya.” ucap seorang lelaki yang juga berendam di pemandian air panas itu. Sungguh mengejutkan. Lelaki yang muncul itu tak lain adalah Kuzan, Aokiji.

Bersambung…

“Itu karena kau pengguna buah iblis, dan kau menyerangnya tanpa berpikir…” ucap Sanji. “Kalau tertangkap oleh tangan batu laut itu, kau akan kehilangan semua kekuatanmu. Serahkan saja Z padaku dan si Marimo.”

“Kalian tak perlu melakukannya.” ucap Luffy. “Aku sendirilah yang akan membereskannya! Pertarungan selanjutnya aku akan menghindari serangannya denganseluruh kekuatanku!”

“Kalian tetap seperti biasanya ya.” ucap seorang lelaki yang juga berendam di pemandian air panas itu. Sungguh mengejutkan. Lelaki yang muncul itu tak lain adalah Kuzan, Aokiji.

“Aku sudah lelah menunggu kalian semua di sini.” ucap Aokiji lagi. “Eeeehhh!!?” Luffy dan yang lainnya kaget sampai terjatuh ke luar bak mandi. “Aokiji!?

“Ada apa teman-teman? memangnya orang ini siapa?” Brook tak kenal dia siapa. “Dia Angkatan Laut! Dia Admiral Angkatan Laut!!” jelas Luffy.

“Admiral?!”

“Hai! Sudah berapa lama ya?” ucap Aokiji.

—– One Piece Film Z —–

Di suatu puncak gunung berapi, tampak Z yang sedang mengawasi para pasukannya yang sedang memasang Batu-Batu Daina. “Batu Dainanya sudah dipasang pada posisi!!” lapor Ain.

“Bagus.” ucap Z. Dan memang benar, hanya tinggal menunggu waktu sebelum benda-benda berkemampuan ledak super itu meledak.

“Saat gunung ini meletus, para Angkatan Laut bocah itu akan mengetahui besarnya kemarahan dan kebencianku.” ucap Z.

—– One Piece Film Z —–

Kembali ke sisi Luffy, “Zoro, Sanji!” ia meminta agar mereka berdua bersiap. “Ya!!” Zoro dan Sanji memasang kuda-kuda siap bertarung. “Apa yang seorang Admiral Inginkan sampai datang kemari?”

“Tenanglah, jangan tegang seperti itu.” ucap Aokiji.

“Apa yang sebenarnya kau inginkan?”

“Jangan bilang kalau…”

“Bukan… Bukan begitu.” ucap Aokiji. “Aku tak mau menangkap kalian sekarang. Aku sudah keluar dari Angkatan Laut, kalian sudah tahu itu kan. Aku bukan lagi Admiral Angkatan Laut.”

“Kalau begitu kau ini apa?” tanya Brook.

“Apa? Aku tak suka tengkorak yang menanyaiku pertanyaan seperti itu…” ucap Aoikiji. “Tapi karena aku bukan Admiral lagi… apakah aku tetap sekutu keadilan? tidak, bukan begitu…”

“Aku ini apa ya?”

“Mana kami tahu!!”

“Mana kami tahu? Yah begitulah. Aku tak ingin melawan kalian sekarang. Kalaupun ingin, aku tak akan bertarung di pemandian air panas seperti ini.”

“Tadi kau bilang kau menunggu kami?”

“Benar sekali. Tapi, aku tak mau tetap di sini berlama-lama. Jadi, ayo kita bicara di luar saja.”

Perlahan Aokiji keluar dari pemandian air panasnya. Dan secara mengejutkan, tubuhnya sudah tak seperti dulu lagi. Bagian kanan atasnya memiliki bekas luka bakar yang parah, dan kaki kirinya sudah tak ada. Sebagai pengganti, Aokijipun membuat kaki palsu dengan kemampuan esnya.

Luffy dan yang lainnya terdiam, kaget dan tak mengerti kenapa dia bisa seperti itu.

“Ah, ini ya???” Aokiji melihat keadaan tubuhnya dan kemudian menjelaskan, “Hmm, bagaimana menjelaskannya ya, Aku terlalu terbawa perasaan.”

—– One Piece Film Z —–

Di sisi pengumpul informasi, kini mereka telah berkumpul. Kecuali Robin, yang masih terus menghibur para pengunjung dengan tariannya.

“Chopper, apa kau menemukan sesuatu?” tanya Usopp.

“Aku mendengar isu beberapa Angkatan Laut datang kemari untuk mencari Z. Tapi aku tak bisa mendapat informasi lebih dari itu.” jelas Chopper.

“Hanya isu ya?”

“Di tempatku berada, Angkatan Laut yang datang jadi semakin banyak…” ucap Usopp. “tapi aku tak tahu apa itu karena mereka mencari Z atau kepopuleran Robin?”

“Robin menjadi sepopuler itu??” tanya Chopper.

“Lihat saja berapa banyak yang kudapat hanya dengan menjadi managernya!” Usopp membawa setumpuk uang kertas.

“Hebat!!” ucap Chopper. Tapi tak lama setelahnya, Nami kecil mengambil dan menyimpan tumpukan uang itu.

“Isu saja tak akan cukup untuk kita.” ucap Nami.

“Lalu, apa yang akan kita lakukan?” tanya Usopp.

“Aku tahu! Serahkan saja padaku.” Nami punya ide.

—– One Piece Film Z —–

Kembali lagi ke sisi Luffy, keluar dari bak mereka pergi ke ruang ganti. Minum susu, dan kemudian memulai percakapan. “Ada apa dengan kakimu?” tanya Luffy.

“Pernahkah kau mendengar kalau di dunia ini ada hal yang sebaiknya tidak ditanyakan?” sahut Aokiji. “Baiklah, kalau begitu aku tak akan bertanya lagi…” ucap Luffy. Tapi tak lama setelahnya, “Ngomong-ngomong, kenapa kau bertarung melawan Akainu? Bukankah kalian berteman?” tanya Luffy lagi.

“Hah, kau memang bocah yang tak punya pendirian tetap ya.” ucap Aokiji. Dan kemudian ia menjawab, “Itu juga tak mau kujawab.”

“Lalu, kenapa kau bisa berada di tempat ini?” tanya Luffy lagi.

“Kau tak belajar sama sekali ya.” ucap Aoikiji. “Tapi kalau yang itu aku bisa menjawabnya.”

“Hmm, menikmati pemandian.” jelas Aokiji. “Aku ingin bilang begitu. Tapi sebenarnya, aku tak boleh terlalu bersantai. Aku sedang mencari seseorang. Kalian habis bertarung melawan lelaki yang kuat, kan?”

“Z…” ucap Luffy.

“Ya, kakek tua itu. Kalian tahu, dia adalah mantan Admiral Angkatan Laut.” jelas Aoikiji.

—– One Piece Film Z —–

Kembali lagi ke sisi pencari informasi…

Nami yang menjadi pelayan membawakan pesanan pelanggannya, Angkatan Laut. “Maaf sudah membuat kalian lama menunggu.” ucap Nami.

“Terimakasih.” ucap salah satu Angkatan Laut.

“Gadis kecil, kau masih sangat muda, tapi bekerja begitu keras.” ucap yang satunya.

“Tuan Angkatan Laut, apa kalian punya cerita keren yang mau diceritakan?” tanya Nami. Angkatan Laut laut itu bingung mau cerita apa, sampai kemudian nami meminta lebih spesifik, “Kalian tentang tahu Z?”

“Gadis kecil, bagaimana kau bisa tahu tentang Z?” tanya Angkatan Laut kaget.

“Semua orang tahu dia!” ucap Nami. Para orang dewasa bilang kalian kemari untuk menangkap Z!”

“Ada rumor seperti itu ya di sini?”

“Hei, hei!” Angkatan Laut yang satunya meminta agar temannya itu tak berbicara terlalu banyak. Tapi…

“Memangnya kenapa?” Angkatan Laut itu merasa tak ada yang perlu dirahasiakan.

“Jadi, Z benar-benar ada di pulau ini?” tanya Nami.

“Benar sekali, kami kemari untuk menangkap penjahat bernama Z. Kami ini adalah pahlawan pembela keadilan!” ucap Angkatan Laut tadi.

“Memangnya tujuan Z itu apa?” tanya Nami lagi. “Mau apa dia datang ke pulau ini?”

“Sudah cukup!” teman Angkatan Laut itu kembali menegur, tapi tetap saja dia bercerita.

“Untuk menghancurkan point akhir.”

“Point akhir?” Nami kaget dan tak percaya. “Kalian cuma mau menakut- nakutiku bukan?”

“Sayang sekali itu bukan kebohongan…” ucap Angkatan Laut itu lagi.

“Sudah cukup!!” kapten mereka tiba-tiba saja datang. “Kalian sudah minum terlalu banyak. Jangan terlalu banyak bicara.” ucapnya.

“Kami benar-benar minta maaf, pak!” akhirnya Angkatan Laut itu tak banyak bicara lagi.

“Dan kelihatannya… kau tertarik sekali pada Z ya, gadis muda. Apa kau punya tujuan tertentu?” ia curiga pada Nami. kemudian tanpa banyak berpikir, Nami langsung menunjuk ke arah Usopp. “Orang itulah yang memintaku untuk menanyakan mengenai Z!!”

“Sial!” ucap Usopp.

“Dia memang lelaki yang aneh.” ucap si kapten.

“Nami menjadikan kita sebagai kambing hitam!!” ucap Usopp.

“Apa kita harus lari?” tanya Chopper. Dan tanpa banyak bicara lagi, merekapun lari.

“Ini memalukan, tapi sudah cukup membuang-buang waktu sebagai manager!!”

“Yaah, aku harus bekerja kembali.” ucap Nami. Tapi, kapten tadi menahannya. “Maukah kau ikut bersama denganku, gadis muda?”

“Lepaskan aku!” ucap Nami.

Karena keadaannya menjadi semakin memburuk, Robinpun ikut turun tangan. “Seis Fleur!!” Robin menggunakan tangan-tangannya untuk menahan kapten Angkatan Laut itu.

“Ayo lari dari sini!!” Robin berlari.

“Ya!!” Nami mengikutinya.

“Kapten!! Apa anda baik-baik saja?”

“Itu adalah kekuatan buah Hana Hana!!” ucap kapten tadi. “Wanita itu adalah Nico Robin, anggota bajak laut Topi Jerami!! Jangan biarkan dia lolos!! perintah si kapten. “Baik, Kapten!!” pasukan Angkatan Laut pun mengejar.

Bersambung…

Karena keadaannya menjadi semakin memburuk, Robinpun ikut turun tangan. “Seis Fleur!!” Robin menggunakan tangan-tangannya untuk menahan kapten Angkatan Laut itu.

“Ayo lari dari sini!!” Robin berlari.

“Ya!!” Nami mengikutinya.

“Kapten!! Apa anda baik-baik saja?”

“Itu adalah kekuatan buah Hana Hana!!” ucap kapten tadi. “Wanita itu adalah Nico Robin, anggota bajak laut Topi Jerami!! Jangan biarkan dia lolos!! perintah si kapten. “Baik, Kapten!!” pasukan Angkatan Laut pun mengejar.

—– One Piece Film Z —–

Di sisi Luffy, mereka telah keluar dari pemandian air panas. Mereka bersama dengan Aokiji berjalan di pinggir pantai sambil mendengarkan kata-kata Aokiji. “Dunia ini sedang dalam Era besar Baak Laut.”

“Di lautan, bajak laut muncul dan menghilang untuk mencari One Piece. Saat beberapa menghilang, yang lain muncul. Apakah bajak laut muncul karena One Piece yang ada di sisi lain dari Dunia Baru? Ataukah One Piece ada karena bajak laut itu ada?”

“Terkadang… ketika bajak laut memilih mimpi, mereka kehilangan kebahagiaan dan orang yang mereka sayangi menangis untuk mereka. Apa yang harus dilakukan? Adakah sebuah jawaban?”

“Mantan Admiral Angkatan Laut, Z menemukan jawabannya dengan kekuatan. Kalau One Piece menghilang, maka bajak laut juga. Cara berpikirnya sederhana sekali, bukan?”

“Aku meninggalkan Angkatan Laut, tapi aku ingin melihat kemana jalan yang Z pilih akan membawanya. Tapi aku tak tahu apa yang harus kulakukan setelahnya.”

“Luffy si Topi Jerami. Kau akan mengikuti pendirianmu dan menghadapi Z lagi, kan? Tunjukan padaku jawaban kalian.” ucap Aokiji sebelum akhirnya berkata, “Sampai jumpa. Z ada di pulau ini.”

—– One Piece Film Z —–

“Meskipun kita sudah menyamar, akhirnya tetap saja timbul masalah!!” Usopp dan yang lainnya melarikan diri dari kejaran Angkatan Laut. “Tapi kita mendapat informasinya!!” ucap Nami. “Yang pasti Z ada di pulau ini, meski tak tahu apa tujuannya.”

“Itu dia mereka!!” pasukan Angkatan Laut terus mengejar.

“Pergilah duluan!!” pinta Usopp, sementara ia berhenti dan mempersiapkan serangan. “Hissatsu! Midori Bosshi, Devil!”

Usopp menembakkan bibit tumbuhan pemangsa yang kemudian menggigit para Angkatan Laut yang mengejar. “Yoshh!!” seru usopp.

“Ayo bergabung dengan Luffy dan yang lainnya!”

“Ya!!!” ucap Nami. Dan selanjutnya, merekapun ke tempat Luffy.

—– One Piece Film Z —–

Kembali lagi ke sisi Luffy dan yang lainnya, “Bagaimana pendapatmu tentang pakaian yang kuberikan?” tanya Brook. Setelah dari pemandian air panas, kini mereka memang sudah menggunakan pakaian baru yang Brook belikan. “Rasanya nyaman bukan? Yaah, seleraku memang hebat.”

“Tutup mulutmu!!” bentak Zoro.

Di sisi Luffy, ia masih melamun, mengingat kembali kata-kata Z waktu itu.”Cobalah untuk menyelamatkan diri kalau kalian bisa, Bajak Laut!!”

“Luffy! Luffy!” Sanji memanggilnya. “Usopp dan yang lainnya kembali.” ucap Sanji sambil menunjuk ke kejauhan. “Ooh, sepertinya mereka mengajak banyak tamu.” ucap Zoro.

Di belakang Usopp dan yang lainnya, masih tampak begitu banyak pasukan Angkatan Laut mengejar.

“Pada akhirnya, mereka menimbulkan kekacauan.” ucap Sanji. “Kalau begitu, maka kita harus…”

Tanpa berkata apapun Luffy maju sendirian.

“Hei Luffy! sisakan mereka untuk ditanya dimana Z berada!” ucap Zoro.

Mereka semakin mendekat. “Luffy, kuserahkan mereka padamu…” ucap Usopp.

Luffy terus melangkah secara perlahan, mendekati pasukan Angkatan Laut itu, kemudian berhenti, diam dan menatap mereka semua dengan haki raja miliknya. Dan seketika, orang-orang itupun pingsan.

Kapten mereka bahkan sampai kehilangan keseimbangan. Namun tak seperti anak buahnya yang pingsan, ia masih sadar. “I-Itu adalah… Haoushoku no Haki…” ucap sang kapten.

“Hei…” Luffy menghampirinya dan bertanya, “Dimana Z berada?”

“Dia… di sisi lain pulau ini.” sahut kapten tu. “Harusnya pasukanku sedang mengejar dia sekarang.” jelasnya.

—– One Piece Film Z —–

Di sisi lain pulau itu, di atas gunung, pasukan Angkatan Laut memang telah mengepung Z. Akan tetapi, Z tak bisa dihentikan. Dengan kekuatan tangan buatannya, Z menghempaskan mereka.

Salah seorang Angkatan Laut dengan pangkat yang kelihatannya lebih tinggi mencoba untuk bertarung satu lawan satu dengan Z. Beberapa saat, pertarungan memang cukup seimbang. Sampai kemudian, “Tekkai!!” Angkatan Laut itu mencoba untuk menahan serangan Z.

Z tak tanggung-tanggung dan kemudian memukul tubuh Angkatan Laut itu dengan tangan kirinya yang sudah dilapisi oleh Haki. Buakkk!!! pertahanan Angkatan Laut tadi tak mempan sama sekali. Diapun ambruk.

“Keadilan yang kalian miliki tak ada gunanya sama sekali.” ucap Z.

“Keadilan, Kebebasan…Kalian harus memulai semuanya dari awal lagi!!”

Jbuuuummm!!!! Beberapa Batu Daina telah meledak, menjadikan gunung itu meletus dan kawahnya berhamburan kemana-mana, termasuk ke kota. Orang-orang mulai panik dan berlarian.

“Kelihatannya Batu Daina bekerja pada pulau ini. Dengan ini penghancuran point akhir kedua sukes.” ucap Z.

“Grande Imbuto. Kita akan mencapai tujuan kita setelah point akhir ketiga dihancurkan. Bajak Laut akan menghilang dari lautan, dan dunia sekali lagi akan melihat permulaan yang indah.”

“Gomu Gomu no…” Luffy tiba-tiba muncul dan berlari ke arahnya. “Rifle!!” Luffy menghantam dengan pukulannya. Namun, Z mampu menahannya dengan tangan buatan miliknya.

“Apa yang kau lakukan di sini? Bocah bajak laut sialan…”

“Siapa yang kau panggil bocah hah?” tampak Sanji, Zoro, dan Usopp juga sudah ada di sana. “Kalau kau terus berbicara, Aku akan membunuhmu, kakek tua!!” ucap Sanji.

“Pak tua! Kembalikan teman- temanku seperti sedia kala!!” teriak Luffy.

Z tak peduli dan memerintahkan dua anak buahnya untuk bertarung, “Ain! Binz!!”

“Baik!!” merekapun maju.

“Aku akan melawan yang bawa pedang!” ucap Zoro.

“Dasar Marimo sialan! Memilih seenaknya begitu…” ucap Sanji, dan kemudian mereka maju.

“Benar! Aku tak perlu ikut, Majulah teman-teman!!!” teriak Usopp.

Zoro bertarunga melawan Ain, pemakan buah iblis bersenjata dua pedang pendek. Sementara Sanji, ia bertarung melawan si Ninja. “Mosa! Mosa Mosa Mosa!”

“Saat bajak laut menginginkan sesuatu, mereka mengambilnya dengan kekuatan, kan? kalau kau ingin temanmu kembali normal, maka lakukanlah dengan cara bajak laut!” ucap Luffy.

“Sial! Kita tak punya pilihan lain.” ucap Usopp. Ia bersiap untuk ikut bertarung. Tapi, “Usopp!! Aku akan melawannya satu lawan satu.” ucap Luffy dan kemudian maju menuju Z.

“Luffy!!” teriak Usopp.

“Z!!!” pertarungan kedua Luffy melawan Z pun dimulai. Jbuakkk!!! Mereka saling hantam. Pukulan Luffy dan tangan Z, tak ada yang mau mengalah. Di sisi Zoro dan Sanji juga, pertarungan antara mereka melawan anak buah Z berlangsung dengan sengit.

Bersambung…

“Saat bajak laut menginginkan sesuatu, mereka mengambilnya dengan kekuatan, kan? kalau kau ingin temanmu kembali normal, maka lakukanlah dengan cara bajak laut!” ucap Z.

“Sial! Kita tak punya pilihan lain.” ucap Usopp. Ia bersiap untuk ikut bertarung. Tapi, “Usopp!! Aku akan melawannya satu lawan satu.” ucap Luffy dan kemudian maju menuju Z.

“Luffy!!” teriak Usopp.

“Z!!!” pertarungan kedua Luffy melawan Z pun dimulai. Jbuakkk!!! Mereka saling hantam. Pukulan Luffy dan tangan Z, tak ada yang mau mengalah. Di sisi Zoro dan Sanji juga, pertarungan antara mereka melawan anak buah Z berlangsung dengan sengit.

—– One Piece Film Z —–

Di kota, letusan gunung tadi semakin membuat kepanikan. Satu per satu bangunan tinggi di sana dihantam oleh batu-batu api yang muncul dari gunung. Orang-orang terus belari, berusaha menyelamatkan diri menuju stasiun kereta laut. Namun, tak semuanya bisa berlari seperti mereka.

Di salah satu rumah, terdapat seorang nenek-nenek yang lumpuh, yang kemana-mana memakai kursi roda. Akibatnya, tentu saja ia tak kabur secepat orang-orang lainnya. Dua cucu nenek itu tak tega meninggalkannya dan terus bersama dengannya.

“Tolong kami!” ucap pelan si nenek, berharap ada seseorang yang akan menolong.

“Kami tak mampu lari!” ucap salah seorang cucunya.

“Seseorang tolong kami!” lanjut yang lain.

Namun bukannya bantuan, yag melesat ke arah mereka adalah segumpal batu api besar. Batu itu mengarah tepat ke arah rumah mereka. Namun tiba-tiba, “Berhenti sampai di sana.”

Seseorang menghadang batu tersebut dengan kekuatan esnya. Orang itu tak lain adalah Aokiji. “Nona, hati-hati dan pergilah ke kereta laut.” ucap Aokiji ke mereka.

“Terimakasih banyak!” meski tak bisa bergerak cepat merekapun pergi.

“Apa dia benar-benar tak mempedulikan siapapun?” lamun Aokihi ke arah gunung meletus, ke arah Z berada. “Bukankah ini terlalu gila?” ucapnya lagi.

—– One Piece Film Z —–

“Kali ini senjatamu itu tak akan bisa menangkapku!!” teriak Luffy dan kemudian memompa tubuhnya. “Gear Second!”

“Ooh, Kau mempercepat aliran darahmu untuk meningkatkan kemampuan tubuhmu hingga melewati batas ya?” ucap Z.

Z lalu menghujani Luffy dengan tembakan-tembakkan dari tangan buatannya. Tapi dengan lincahnya, Luffy menghindari semuanya. Gear Second Luffy begitu cepat hingga mengalahkan kecepatan peluru. Dan bahkan, Luffy mampu menerobosnya dan melancarkan pukulan ke arah Z. Sayangnya, Z masih mampu menahan pukulan itu.

“Kau bilang kau ingin menjadi Raja Bajak Laut, bukan?”

“Ya!! Aku akan mendapatkan One Piece dan menjadi Raja Bajak Laut!!” teriak Luffy.

“Aku mengerti…” ucap Z. “Tapi, apa kau memiliki kebulatan tekad? Apa tekadmu sudah bulat untuk meresikokan nyawamu sendiri?”

“Tentu saja!” tegas Luffy.

“Tapi bagaimana dengan meresikokan temanmu?!” tanya Z lagi sambil kembali menembaki Luffy dengan peluru-peluru dari tangan buatannya. “Apa kau sudah siap untuk mengorbankan temanmu demi mencapai tujuanmu dan berjalan di atas mayat mereka untuk terus lanjut?”

Jbuuuummm!!!!! Z menembakkan laser dengan kekuatan berkali-kali lipat dari peluru sebelumnya. Luffy berlari, dan hampir saja tembakkan itu mengenai tubuhnya. Namun meski berhasil dihindari, tembakkan tadi menciptakan ledakkan yang mampu menjangkau Luffy.

Usopp dari kejauhan hanya bisa melihat dengan cemas terjadinya ledakkan-ledakkan itu.

—– One Piece Film Z —–

Di stasiun, kereta belum berangkat karena Nami dan yang lainnya masih menunggu Luffy dan yang lainnya. “Cepatlah! Apa teman kalian belum kembali juga?” tanya masinis kereta. “Kalau menunggu terlalu lama, kita juga akan terkena letusan gunungnya!!”

Nami dan yang lainnya tak peduli dan tetap diam menunggu.

Ledakan-ledakkan di gunung itu juga terlihat sampai ke pulau pelabuhan tempat Franky berada. “Apa mereka baik-baik saja?” Franky bertanya-tanya.

Di sisi Zoro, ia masih terus bertarung melawan Ain. “Modo Modo!!” Ain menyerang namun Zoro berhasil menghindar. Pertarungan terus berlanjut, sampai tiba-tiba Ain memutuskan untuk mengakhirinya. “Sudah cukup!! Kalau lain kali kita bertemu lagi, aku pasti akan membunuhmu.” Ain pun pergi.

“Dia melarikan diri?” Zoro tak mampu mengejarnya. Ain menghilang di tengah asap.

“Waktunya habis!” ucap Binz, ninja yang sedang Sanji lawan. “Coba lihat ini!!!” Binz melempar bom asap dan kemudian melarikan diri sama seperti Ain tadi.

“Ninja gila macam apa dia itu.” ucap Sanji.

Di sisi Luffy, ia dan Z masih saling menyerang. “Kalau kau terus takut pada Smasher ini, Kau tak akan pernah bisa menyerangku!” ucap Z.

“Siapa bilang aku takut!?” ucap Luffy dan terus maju.

“Ketakutan dan rasa sakit akan memperlemah kebulatan tekadmu.” ucap Z. “Smash Tornado!” Z menghantam tanah hingga terjadi hembusan angin yang begitu keras, cukup keras hingga membuat topi Luffy terbang ke udara.

Luffy lengah, dan Z pun berhasil menembakinya dengan peluru-peluru dari tangan buatannya. Untungnya, peluru itu tak mempan terhadap Luffy. “Aku adalah manusia karet, peluru tak akan mempan!” ucap Luffy.

“Benarkah?” Z mengeluarkan pistol khusus dari balik jubahnya dan kemudian menembak Luffy. Luffy lengah dan mengira itu pistol biasa. Namun ternyata, pelurunya terbuat dari batu laut.

“Aku kehilangan kekuatanku…” Luffy melemah.

“Tubuhmu tak akan bisa bergerak lagi. Peluru tadi terbuat dari batu laut.” ucap Z, dan secara perlahan ia mendekat ke Luffy. “Kau tidak menduganya, bukan? Bagaimanapun mendapatkan batu laut itu bukan hal yang mudah.”

“Benda ini tak bisa mengalahkan yang terkuat di Dunia Baru, tapi sangat berguna pada mereka yang terlalu percaya diri dan lengah. Kau juga manusia yang penuh dosa.”

Z memungut topi jerami Luffy yang jatuh tak jauh darinya. “Topi Jerami ini juga sudah semakin tua…” ucap Z dan kemudian membawanya pergi. “Aku akan melenyapkannya dengan tanganku sendiri, bersama dengan Era Bajak Laut ini.”

“Kembalikan!!” teriak Luffy. Luffy berusaha sekuat tenaga untuk berlari dan mengambilnya. Namun dengan luka akibat batu laut tadi, Luffy tak bisa berbuat banyak.

“Aku mendapatkannya dari Shanks untuk kujaga!!” ucap Luffy. “Aku sudah berjanji akan menemukannya dan mengembalikan topi itu!! Kembalikan!!”

“Ooh, jadi yang membawamu ke masalah ini adalah Shanks si rambut merah?! Dosanya juga tak bisa dimaafkan…” ucap Z.

“Kembalikan!” Luffy hendak memukul Z namun dengan keadaan tubuhnya sekarang dengan mudah Z mampu mencengkram tubuh Luffy. “Jangan khawatir.” ucap Z.

“Saat rencanaku, Grande Imbuto terlaksana, dia juga akan mendapat nasib yang sama denganmu. Orang-orang bodoh yang menyebut dirinya sendiri sebagai Yonkou akan mati tanpa bisa berbuat apapun… tanpa tahu apa yang kurencanakan!”

“Shanks… jangan meremehkannya!!” teriak Luffy. Namun mau bagaimana lagi, dengan keadaannya sekarang dan cengkraman tangan buatan dari batu laut Z, Luffy tak mampu berbuat apa-apa.

Kemudian Booombb!!!! Z meledakkan tubuh Luffy.

Bersambung…