“Itu bukanlah salahmu. Kita semua tahu itu.” ucap Nami.

“Terimakasih.” ucap Chopper.

“Angkatan Laut Baru… Siapa sebenarnya si Z itu?”

“Saat dia tahu kalau kita bajak laut, dia langsung menyerang kita!”

“Kemampuan dari si Binz itu juga agak merepotkan” ucap Sanji.

“Pertemuan yang berikutnya, kita harus lebih berhati-hati.” ucap Zoro. “Selain itu, kita juga harus membalaskan dendam Sunny yang telah menunjukkan keberaniannya.

“Kalau bukan berkat kekuatan Sunny, Kita pasti sudah berenang di lautan akibat serangan dari mereka.” ucap Nami. “Kita harus menemukan Angkatan Laut Baru itu dan membalas mereka.” ucap Robin.

“Apa kalian serius?!” ucap Usopp. “Aku tak ingin berurusan dengan orang-orang berbahaya itu lagi. Ayo tetap tinggal di pulau ini sampai Sunny selesai diperbaiki!!” sarannya.

“Apa yang kau bicarakan, hah? Kalau kita tak menemukan mereka, tubuhku tak akan bisa kembali normal!” ucap Nami. “Tubuhku juga!” ucap Chopper.

“Aku tak mau tetap seperti ini!” ucap Nami lagi. “Dengan tubuh anak-anak ini, Aku tak bisa melakukan apapun! Navigasi di Dunia Baru akan jadi menyusahkan!! Sebagai navigator, aku harus kembali normal supaya bisa memandu Sunny Go!!”

“Dia benar!!” ucap Chopper.

“Aku tak bilang agar kau tetap berada di kondisi tubuh begini.” ucap Usopp.

“Akan jadi masalah juga kalau aku tidak kembali ke tubuh normalku.” ucap Robin.

“Bukankah seharusnya kau senang bisa kembali ke usia delapan belas tahun lagi?” ucap Usopp. Tapi, Robin malah kesal dan langsung membekapnya dengan tangan-tangannya.

“Maafkan aku!!” ucap Usopp.

“Kau ini, jangan bercanda saat para gadis sedang dalam kesusahan.” ucap Sanji. “Tapi eh? tunggu sebentar… Ini artinya aku akan bisa mengamati dengan baik perkembangan tubuh Nami menuju dewasa?” Sanji memandang ke arah Nami.

“Aku akan bisa melihat saat-saat ketika larva berubah menjadi kupu-kupu yang cantik?! Oooh, Pasti akan luar biasa!!”

“Menjijikan.” ucap Zoro.

“Mau kubunuh ya, Marimo sialan!? Kalau kau kembali menjadi anak-anak, aku kuberi kau pelajaran sopan santun. ucap Sanji.

“Bodoh… Aku tetap akan mengalahkanmu meski aku jadi anak-anak!” ucap Zoro.

“Apa katamu!? Kalau begitu aku akan mengalahkanmu meski aku tiga tahun lebih muda darimu! Bodoh!!”

“Aku tetap akan mengalahkanmu meski aku berubah menjadi bayi!!”

“Ini bukan waktunya untuk berkelahi!!” sela Nami.

“kalian tahu… Sebenarnya usiaku juga dikurangi olehnya.” ucap Brook.

“Eeeh!!?” yang lainnya kaget. “Kelihatannya… Tak ada yang berubah… Tidak sama sekali…”

“Aku juga sempat disentuh oleh si Ain dari Angkatan Laut Baru itu.” ucap Brook.

“Benar juga ya, dia memang disentuh.” ucap Usopp.

“Tapi tak ada yang berubah darinya…?”

“Tidak! Aku sudah menjadi mayat lebih dari lima puluh tahun yang lalu. Tapi sesuatu berubah, hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. usiaku kembali ke dua belas tahun yang lalu. Lihat, rambutku jadi sehalus dua belas tahun yang lalu!!”

“Tidak berubah sama sekali, kau hanya mengecatnya!!” bentak Sanji.

“Eeeeh!!?” Brook baru sadar.

“Apa itu berarti kau senang menjadi muda kembali?”

“Berarti kau tak perlu Kembali ke sana, kan?” tanya Zoro.

“Yah, benar juga sih…. Tidak, Tidak!

Apa aku bisa kembali menjadi normal?”

“Mana kami tahu!!!?”

“Untuk kembali normal, pertama-tama kita harus mengumpulkan informasi mengenai Z dan Angkatan Laut Baru.” ucap Nami.

“Hmm?” lelaki pelaut tua yang merupakan pemilik pelabuhan itu datang.

“Aaw, apa kau butuh sesuatu, pak tua?” tanya Franky. “Kalau masalah biaya konsultasi dokter, bicarakan saja dengan navigator kami.”

“Apakah Z menunjukkan dirinya lagi?” tanya pak tua itu.

“Pak tua, apa kau tahu sesuatu tentang Z?”

“Banyak bajak laut yang sudah diserang olehnya di sekitar sini dan akhirnya datang ke tempat ini. Semua bajak laut yang terluka berkata kalau mereka diserang oleh Z.” jelas pak tua itu.

“Kakek memberitahuku kalau ketika pelanggan datang ke tempat ini, mereka pasti adalah korban dari serangan Z.” ucap cucu perempuan kakek itu. Di sana, hanya ada tiga orang. Si kakek, perempuan, dan anaknya yang masih anak-anak.

“Mereka memperbaiki kapal mereka, dan menggunakan pelabuhan ini, Kami menerima kapal yang hancur total akibat perbuatan Angkatan Laut. Kakek adalah pelaut, jadi dia akan menolong bajak laut atau siapapun yang datang kemari.”

“Aku suka orang-orang yang meresikokan nyawa di Dunia Baru demi impian mereka.” ucap kakek pelaut itu. “Banyak dari mereka yang dikalahkan oleh Z putus asa dan meninggalkan Dunia Baru. Z merampas kebebasan untuk mengarungi lautan. Aku tak bisa menerimanya.”

“Kalau kalian dikalahkan oleh Z tapi malah ingin membalasnya, maka dengan senang hati aku akan memberi kalian perlengkapan terkuat yang kumiliki.” lanjut kakek itu.

“Perlengkapan terkuat? Hebat! Perlengkapan yang hebat!” ucap Luffy.

“Tunggu sebentar!!” ucap Nami.

“Ada apa Nami? Dia bilang yang terkuat! Yang paling kuat!!”

“Sebelum itu, kita harus memburu Z terlebih dahulu!” ucap Nami. “Dan gara-gara serangan Z, semua pakaian kita di kapal jadi terbakar. Jadi, kita harus mengurus itu terlebih dahulu. Kalau kita tetap memakai pakaian festival Sakura ini, kita akan semakin dicurigai saat mencari informasi mengenai dia.”

“Pertama-tama kita harus mengumpulkan informasi dan pakaian! Perlengkapan terkuat untuk bisa mengalahkan Z menyusul setelahnya!”

“Aku mengerti!!” ucap Luffy.

“Nami memang kecil, tapi dialah bosnya ya.” ucap perempuan pelabuhan itu.

“Oh iya, apa ada kota besar di pulau ini untuk mencari informasi dan pakaian?” tanya Nami.

“Hmm, tak ada tempat lain di sini kecuali pelabuhan kami.” jelas perempuan itu. “Aah, bagaimana kalau kalian pergi ke pulau tetangga saja? Mereka sangat terkenal dengan pemandian air panas dan volkanonya. Dan sekarang akan ada kereta laut yang lewat sini, pengunjungnya banyak sekali!!”

“Kereta laut? Apa kau sedang membicarakan kereta laut Umi Resha??”

“Ya!!”

Ternyata, kereta laut juga ada di lautan Dunia Baru. Luffy dan yang lainnya menunggu di stasiun kecil yang ada di pulau itu, sampai akhirnya kerta laut tiba. Mereka semua naik, dan kereta yang membawa banyak penumpang itupun berangkat.

Bersambung…