Sesaat sebelum semua itu dimulai, terdengar sebuah nyanyian. Nyanyian seorang pelaut dari lelaki yang sedang mempersiapkan senjatanya.Senjata yang ia siapkan bukanlah pedang ataupun meriam, melainkan tangan buatan yang mungkin akan terlalu berat dan rumit untuk digunakan oleh orang biasa. Namun bagi dia yang sudah terbiasa, memasang dan menggunakannya tak jauh beda dari menggunakan tangan sendiri.Setelah semuanya siap, iapun maju ke medan pertempuran. Sosok lelaki tua nyentrik dengan tangan kanan buatan dan jubah pemimpin tertinggi Angkatan Laut baru. Ya, dia tak lain adalah Z.

—– One Piece Film Z —–

Z bersama dengan puluhan kapal perang yang memuat pasukan Angkatan Laut barunya menyerang suatu pulau yang dilindungi oleh Angkatan Laut. Entah untuk apa, yang jelas tujuan mereka bukanlah untuk main-main.

Pulau tersebut dijaga oleh begitu banyak pasukan Angkatan Laut. Namun bagi Z dan anak buahnya, itu bukanlah masalah. Anak buah Z terus berusaha untuk menerobos tempat itu, sementara pasukan Angkatan Laut berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankannya.

Awalnya pasukan Angkatan Laut mampu menahan mereka. Namun setelah Z benar-benar memasuki pertempuran, keadaan berubah. “Aku akan menghancurkan seluruh bajak laut!!” ucap Z dan kemudian melesat.

Membawa senjata berat di tangan tak membuat gerakannya lambat. Dengan penuh kekuatan, Z menghantam satu per satu Angkatan Laut yang mencoba untuk menyerangnya. Z membasmi semuanya. Tak ada satupun pasukan Angkatan Laut yang berhasil menghentikannya.

Angkatan Laut benar-benar terdesak. Serangan Z begitu dahsyat hingga mampu menerbangkan puluhan Angkatan Laut dengan satu hempasan tangan. Selain Z, dua anak buahnya juga tak bisa diremehkan. Perempuan dengan dua pedang pendek dan seorang lelaki ninja, mereka juga mampu mengalahkan begitu banyak Angkatan Laut.

“Selamanya aku hanya akan mengikuti Z sensei.” ucap perempuan itu. Ia begitu lincah, kuat, dan pedangnya benar-benar tajam. Cukup tajam bahkan untuk memotong pedang pasukan Angkatan Laut. Lelaki Ninja yang satunya melakukan gerakan-gerakan aneh sambil terus mengucapkan, “Mosa Mosa Mosa!!!”

Angkatan Laut tak mengerti dan menembaknya dari berbagai penjuru. Akan tetapi, tumbuhan aneh keluar dari tanah dan membentuk dinding untuk melindunginya dari serangan-serangan itu. Kelihatannya, ninja itu memiliki kemampuan untuk mengendalikan tumbuhan.

“Rasakan ini!!” seorang Angkatan Laut dengan pangkat yang lebih tinggi menembaknya dengan Bazooka. Terjadi ledakan yang lumayan keras, namun ninja itu mampu lolos. “Aku juga hanya akan mengikuti Z sensei!!” ucapnya dan kemudian menyerang dengan dahan-dahan tumbuhan yang ia kendalikan.

Di sisi Z, ia terus mengamuk, menghempaskan pasukan demi pasukan yang mencoba untuk menghentikannya. Kemudian, dua pasukan raksasa Angkatan Laut muncul. Tapi meski begitu, Z tak takut sama sekali.

Salah seorang raksasa menebasnya dengan senjata yang ia bawa, namun dengan tangan buatan yang ia milikki, Z berhasil menahannya.

Benturan keras yang diciptakan oleh hantaman senjata raksasa dan tangan kanan Z membuat si raksasa kehilangan keseimbangan. Z kemudian melesat ke arahnya dan kemudian menyerang, “Smash Buster!!”

Z memukul perut dan meledakan bagian dalam si raksasa hingga membuat mahluk itu tak bisa bangkit lagi. Raksasa satunya mencoba untuk membalas, namun nasibnya sama saja. “Smash Buster!!” Z menjatuhkannya dengan senjata tangan buatannya.

keadaan semakin bertambah kacau, namun pada akhirnya Z berhasil masuk ke dalam gudang yang ada di pulau itu. Gudang tempat apa yang ia cari disimpan. Beberapa pasukan Angkatan Laut masih tampak berjaga di sana. Namun, tak sulit bagi anak buah Z untuk mengalahkan mereka.

Setelah semuanya beres, Z memukul dan menghancurkan pintu besi ruangan penyimpanan dengan tangan kanan buatannya. Z masuk, dan ternyata benar apa yang ia cari disimpan di sana.

Ruangan itu penuh dengan tabung, tabung-tabung yang menyimpan suatu benda berbentuk bulat di dalamnya. Z dan pasukannya mengambil semua tabung itu, dan membawanya keluar. Akan tetapi, keluar dari pulau itu ternyata lebih sulit dari pada ketika masuk.

Di luar, sudah tampak Kizaru. Kizaru dengan kekuatan cahanya membasmi satu per satu pasukan Z dan anak buahnya. Z tentu saja tak mau semua usahanya gagal dan kemudian bertarung melawan Admiral Angkatan Laut itu. Sementara pasukannya, mereka terus membawa tabung-tabung itu ke kapal.

“Yata no Kagami!!” Kizaru merefleksikan dirinya ke udara dan kemudian menyerang dengan tendangan cahayanya. Z tak mampu menghindari kecepatan tendangan Kizaru, namun dengan tangan buatannya ia berhasil menahan serangan kuat itu.

“Mundur!! Kita mundur!!” teriak si ninja pada para pasukan.

“Z sensei…” perempuan anak buah Z khawatir. Tapi pada akhirnya, mereka benar-benar pergi meninggalkan Z. Mereka percaya pada ketua mereka, Z.

Kembali ke sisi Z, pertarungan antara dia dan Kizaru masih terus berlanjut. “Sudah berapa lama ya, sensei? Apa yang membawamu kemari?” tanya Kizaru, tentunya masih sambil saling serang.

“Borsalino!! Sudah kuperingatkan kan, jangan terlalu bergantung pada kekuatan Pika Pika no Mi!!” ucap Z. “Hiyaaaahh!!!” Z menyerang. “Anda masih saja keras seperti batu ya, Zephyr sensei!!” Kizaru menciptakan pedang cahaya dan balas menyerang.

“Aku sudah membuang nama itu!” ucap Z. “Namaku adalah… Z!!!!” mereka saling hantam. Pedang cahaya Kizaru dan tangan buatan Z saling serang hingga menciptakan benturan-benturan yang hebat.

“Tidakkah kau merasa kalau kau terlalu percaya diri hanya karena menjadi ‘Admiral Kizaru’ Angkatan Laut?”

“Aku datang kemari bukan untuk mengingat masa lalu.” Kizaru menembakkan laser cahaya ke arah Z. Z menahannya, dan bahkan balas menyerang. Kizau menahan pukulan Z dengan pedang cahanya, namun pukulan Z menciptakan ledakkan yang membuat Kizaru terhempas ke udara.

“Haah, haahh…” Z kehabisan nafas setelah melakukan serangan tadi. Faktor usia terlihat jelas dari keadaannya sekarang. Z lalu mengambil semacam obat dari sakunya dan menyemprotkannya ke mulut. Nafas Z kembali stabil, dan pertarunganpun dilanjutkan.

Kizaru kembali muncul dan menyerang dari belakang Z. Namun Z cepat dan langsung berbalik menahannya. “Kau tak akan mampu menandingi kecepatanku dengan senjata berat itu.” ucap Kizaru. “Akan kau gunakan untuk apa Batu Daina itu?”

“Sejak dulu aku memang tak pernah akrab denganmu.” ucap Z dan kemudian menyerang. Akan tetapi, Kizaru begitu cepat dan menghindarinya. “Ayolah, kembalikan Batu Daina yang kau curi.” ucap Kizaru.

“Hah…” Z tak peduli. “Ada yang bilang kalau Batu daina adalah saingan dari senjata kuno. Bagaimana kalau kita menggunakannya untuk merayakan reuni ini!?” Z meloncat ke belakang, ke tempat di mana salah satu tabung berisi Batu Daina itu ditancapkan. Z mengambilnya.

“Batu Daina akan menyebabkan ledakan yang luar biasa saat terkena oksigen.”

“Eeh?” Kizaru tampak kaget. “Ayo!!!” Z meremas tabung itu hingga hancur dan kemudian melemparkannya ke arah Kizaru.

Kizaru kabur secepat mungkin ke udara. Batu Daina yang dilempar oleh z tadi terus melesat ke arahnya dan kemudian meledak tepat di depan wajah Kizaru. Terjadi ledakan yang hebat, yang kemudian membuat tabung-tabung berisi Batu Daina yang sudah dipasang di berbagai sisi pulau ikut hancur dan bersama-sama menciptakan ledakan super yang mampu melenyapkan seisi pulau.

“Z sensei!!!!” teriak perempuan anak buah buah Z dari kapalnya. Bersama kapal-kapal dan anak buah Z lainnya, mereka telah berada di jarak yang cukup jauh dari pulau itu.

“Aah, sial…” ucap Kizaru. Ia adalah pengguna logia, jadi ledakkan semacam itu tetap tak bisa melukainya. Namun dengan ini, misi penangkapannya gagal.

Dari kejauhan, seorang lelaki yang tengah bersepeda di atas laut menyaksikan ledakan itu. “Ya ampun, apa yang angkatan laut lakukan?” ucapnya. Sejenak ia berhenti, tapi kemudian kembali mengayuh sepedanya.

Bersambung…