“Benar juga. Kalau itu bohong Angkatan Laut pasti tak akan berbuat sejauh ini.” ucap Sanji. “Kita berurusan dengan orang yang sangat berbahaya.” lanjutnya.

“Z telah menghancurkan dua point akhir dengan Batu Daina. Kalau dia menghancurkan yang satunya, akan ada reaksi rantai yang menghubungkan ketiga point akhir.”

“Reaksi?”

“Akan ada erupsi katastropik besar yang mampu membakar lautan Dunia Baru. Seluruh bajak laut yang ada di Dunia Baru akan terbakar dan mati.” jelas Aokiji.

“Tapi kalau begitu orang-orang tak bersalah juga akan mati kan?”

“Tunggu sebentar! Dia akan mengorbankan penduduk biasa? Ini tak bisa dibenarkan!” ucap Chopper.

“Apa kalian tak berpikir kalau kalian berpikir terlalu banyak tentang diri kalian sendiri?” ucap Aokiji. “Berapa banyak korban yang disebabkan oleh bajak laut? Jangan bilang kalian tidak tahu. Z membenci itu semua… Sangat membencinya sampai tak peduli walau dia ikut mati.”

“Aku tak peduli dengan itu!!” ucap Luffy. “Aku akan mengambl kembali topiku! Akan kuselesaikan urusanku dengannya!!”

“Apa kau sudah gila, Luffy? Dunia Baru akan hancur!!” ucap Usopp.

“Aku sudah berjanji pada Shanks. Aku akan menjadi bajak laut hebat dan mengembalikan topinya. Kalau aku membiarkannya mengambil topiku, aku tak akan bisa menjadi Raja Bajak Laut.”

“Tapi kau tahu kan… Dunia Baru akan…”

“Kau tak akan bisa mempengaruhi kapten kita yang keras kepala.” ucap Sanji.

Pada akhirnya, merekapun memutuskan untuk kembali.

“Nami, kau tahu jalannya, kan?” “Ah ya, coba kita lihat…”

“Aku sudah menyerahkan hidupku pada kapten Luffy, jadi aku akan mengikutinya.” ucap Brook. “Kalau begitu ayo berangkat!!”

“Hei hei, apa kita benar-benar perlu melakukannya?” Usopp masih ragu. “Bukankah takdir Dunia Baru terlalu besar untuk kita?”

“Kalian berdua mau tetap di sini?”

“Siapa yang bilang begitu, bodoh? Kapan aku mengatakannya?” ucap Usopp. “Tentu saja aku akan ikut! Aku adalah ksatria laut pemberani! Benar begitu kan, Chopper?”

“Yah, ayo pergi!” akhirnya mereka semua memutuskan untuk pergi.

“Perang melawan kakek jahat itu!!” ucap Chopper.

“Franky, berapa lama lagi??” tanya Luffy pada Franky.

“Semuanya sudah beres Perbaikannya sudah selesai! Kita bisa berangkat kapan saja! Suuuuper!!!”

Sejenak Luffy terdiam, kemudian berkata pada semuanya, “Teman-teman, terimakasih!!”

“Apa yang kau bicarakan, hah?” selanjutnya mereka tertawa bersama-sama.

“Sepertinya kalian sudah memutuskannya.” Aokihi memberi mereka sesuatu. “Pulau yang merupakan point akhir terakhir, tempat dimana Z berada… sebelah sini.” Aokiji memberikan Eternal pose pulau itu.

“Sebuah Eternal Pose? kenapa kau memberikannya pada kami?”

“Kenapa katamu? Tanpa itu kalian tak akan bisa pergi ke tempat Z berada.” ucap Aokiji.

“Benar juga sih, tapi kan…”

“Angkatan Laut juga sudah bergerak menuju pulau itu.” ucap Aokiji.

“Angkatan Laut juga?”

“Karena dua point akhir sudah hancur, Angkatan Laut jadi semakin serius. Kalau kalian kalah melawan Z, maka kalian akan lenyap bersama dengan Dunia Baru. Dan meskipun kalian menang, kalian akan dikepung oleh Angkatan Laut dan hancur juga.”

“Yaah, aku ingin melihatnya sampai akhir.” ucap Aokiji lagi dan kemudian pergi.

“Tujuan awal kita hanyalah mengembalikan Nami dan yang lainnya seperti semula, tapi sekarang bertambah menjadi pertarungan demi masa depan Dunia Baru.” ucap Franky. Lalu, “Teman-teman, apa kalian masih ingat dengan perlengkapan terkuat?”

Franky mengajak Luffy dan yang lainnya menuju gudang untuk mencari perlengkapan terkuat yang dimaksud. “Mereka membawa kapal yang diserang Z ke pelabuhan ini.” jelas Franky. “Kakek pelaut kasihan untuk membuangnya, jadi sampai sekarang dia masih menyimpannya. Ini hebat, bukan?”

“Ayo bawa perasaan yang dikalahkan oleh Z dan lawan dia dengan semua yang kita punya!”

“Aku mengandalkan kalian!” ucap kakek pelaut. “Kalahkanlah Z yang sudah mencoba untuk merampas kebebasan pelaut!”

Luffy dan yang lainnya memakai jubah kebanggan para bajak laut bersama dengan senjata-senjata itu, dan merekapun telah benar-benar siap. Apa yang perlu mereka lakukan sekarang tinggal berangkat.

“Teman-teman!” teriak cucu si pelaut. Sebelum Luffy dan yang lainnya pergi, ia hendak menyampaikan sesuatu. “Saat aku besar nanti, aku ingin menjadi pahlawan!” ucapnya. “Tapi aku harus jadi apa? Admiral atau bajak Laut??”

“Bajak laut itu bukan pahlawan.” ucap Luffy,

“Begitu ya?”

“Menurutmu mereka itu sama ya?” tanya Sanji.

“Ya… Kalian sama-sama keren!” ucap anak itu.

“Gari! yang terbaik adalah melakukan apa yang kau sukai!” ucap Luffy. Dan akhirnya, mereka berangkat.

“Tetap melaju di arah ini!!” kelompok Topi Jerami maju menuju medan pertempuran. Pulau yang merupakan point akhir terakhir, tempat dimana pertarungan puncak melawan Z akan terjadi.

“Siapkan meriam depan!!” perintah Luffy. Di depan, sudah tampak begitu banyak kapal-kapal Angkatan Laut baru Z berjaga.

“Target: Kapal musuh!” Usopp membidik. “Bersiap untuk menembak…”

“Meriam depan, tembak!!” Luffy memberi perintah untuk menembakkan Gaon Cannon Thousan Sunny. kemudian Booombb!! kapal-kapal di depanpun berhasil disingkirkan.

“Aku melihatnya, pulau terakhir!” ucap Brook yang mengawasi dari atas kapal. Dan tak lama setelahnya, kapalpun sampai di pulau. Luffy dkk turun dan memulai penyerangan.

“Mereka di sini!!” teriak orang-orang Z.

“Jangan biarkan mereka mencapai Z Sensei!!”

“Dimana si Z bersembunyi!?” teriak Luffy.

“Biarkan kami lewat! Kalian minggirlah!!” teriak Franky sambil memborbardir dengan dua senjata meriam dari punggungnya. “Rasakan itu!!” Sanji menyapu pasukan Z dengan tendangannya.

“Usopp 100 Tons Hammer!!” Usopp menghantam salah seorang pasukan Z dengan palu yang sebenarnya terbuat dari balon. “Rasakan ini!!” saking takutnya orang itu pingsan.

“Aku akan menyerahkan sisanya pada kalian!!” Usopp kabur.

“Serahkan sisanya padaku, Usopp!!” Chopper yang membawa banyak senjata api berubah menjadi monster bukat. “Guard Point!! Menembak dengan kekuatan penuh!!”

Bomb Boombb!! Chopper menembakkan senjata-senjata api itu secara bersamaan.

“Z!!!!” Luffy berlari mengincar Z. Beberapa pasukan yang mencoba untuk menghalanginya dengan mudah ia kalahkan.

Di sisi Zoro, ia juga sedang bertarung. melawan pasukan Angkatan Laut. Hingga kemudian, Aon muncul. “Modo Modo!!” Ain mengubah bebatuan di dekat Zoro kembali menjadi lahar. “Tak akan kubiarkan kalian menyentuh Sensei! Aku akan menghentikanmu!!” ucapnya.

“Senang bertemu denganmu.” ucap Zoro. “Aku tak punya urusan denganmu, hanya saja aku ingin temanku kembali seperti semula. Jadi, aku bertarung dengan semua yang kumiliki.” Zoro serius.

“Aku tak takut mati demi idealisme Z Sensei!” ucap Ain.

“Idialisme Senseimu? Jadi kau sudah siap untuk mengorbankan nyawamu untuk itu? Tetapi, aku merasakan keraguan dari pedangmu.” ucap Zoro.

“Jangan terlalu yakin, kalian bajak Laut!!” ucap Ain.

Di sisi Sanji, ia juga telah berhadapan dengan musuhnya, si ninja pengendali tumbuhan, Binz.”Bajak laut rendahan!! Kalian tak berhak untuk tetap hidup!! Matilah kalian semua!!” teriaknya.

—– One Piece Film Z —–

Kembali ke sisi Luffy, terus bertarung membuatnya lapar. “Aah, lelah juga…” ucap Luffy dan kemudian memakan daging besar yang sejak tadi ia taruh di punggungnya. Perut Luffy membesar, tapi kemudian kembali menjadi normal. Daging tadi berhasil Luffy ubah menjadi tenaga.

“Sudah dimulai ya…” ucap Kizaru. Ia dan armadanya akhirnya sampai juga di pulau itu. “Jadi kakek tua itu tak akan sedih kan kalau kita membunuh bajak laut Topi Jerami tanpa ada yang tersisa?”

Di sisi Z, ia sedang duduk di dekat kawah gunung berapi itu. Di depannya, tampak salah satu batu Daina telah tertancap dan topi Luffy ditaruh di atasnya. Z mengambil minuman yang Aokiji berikan, kemudian meminumnya.

Di sekitar Z, terlihat juga Batu Daina-Batu Daina lain telah dipasang pada posisi. Tak seperti sebelumnya, jumlahnya kini jauh lebih banyak.

Bersambung…