“Kembalikan!” Luffy hendak memukul Z namun dengan keadaan tubuhnya sekarang dengan mudah Z mampu mencengkram tubuh Luffy. “Jangan khawatir.” ucap Z.

“Saat rencanaku, Grande Imbuto terlaksana, dia juga akan mendapat nasib yang sama denganmu. Orang-orang bodoh yang menyebut dirinya sendiri sebagai Yonkou akan mati tanpa bisa berbuat apapun… tanpa tahu apa yang kurencanakan!”

“Shanks… jangan meremehkannya!!” teriak Luffy. Namun mau bagaimana lagi, dengan keadaannya sekarang dan cengkraman tangan buatan dari batu laut Z, Luffy tak mampu berbuat apa-apa.

Kemudian Booombb!!!! Z meledakkan tubuh Luffy.

—– One Piece Film Z —–

“Ini buruk!!” ucap Sanji. Ia, Zoro, dan Usopp kini telah berkumpul di satu tempat. “Kelihatannya lahar gunung itu akan mulai kemari.” ucap Sanji.

“Usopp!!” Zoro menarik tubuh Usopp yang tertancap di tanah dan kemudian bertanya, “Dimana Luffy??”

“Luffy!!” Usopp baru ingat. “Luffy! Luffy!!” iapun berlari sambil berteriak-teriak. Sampai kemudian, Luffy ditemukan telah pingsan akibat ledakan dari tangan Z tadi. Luffy tergeletak sendiri, sementara Z sudah menghilang. “Luffy!!” Usopp pun menggendongnya.

Keadaan gunung menjadi semakin parah, lahar dalam jumlah yang besar kini mulai mengalir dari kawah gunung itu.

“Tak mungkin kita bisa menahannya.” ucap Zoro.

“Ayo kita lari, teman-teman!!” teriak Usopp. Dan kemudian, merekapun berlari, melewati celah-celah turunan kota untuk menghindari lahar letusan.

“Kira-kira berapa kecepatnnya?”

“Katanya sih lebih dari seratus kilo meter per jam!” jawab Usopp.

“Aku mengerti!!” mereka terus berlari.

“Aku tahu!!” Usopp mendapat sebuah ide. “Kalau jalannya menurun… Hissatsu Midori Bosshi!! Boaty Banana!!” Usopp mengeluarkan perahu pisangnya. Karena jalannya menurun, maka perahupun bisa meluncur.

“Loncat!!” teriak Usopp dan kemudian mereka naik bersama-sama.

“Ayo tambah kecepatannya!!” perintah Sanji. Tapi, “Perahu ini tak ada mesinnya!”

“Lihatlah ke depan!! Kita akan menabrak!!” ucap Zoro.

Setelahnya mereka sampai di suatu percabangan, “Belok ke kanan!!” perintah Zoro. Perahupun dibelokkan ke kiri. Mereka terus maju, berhara bisa sampai di bawah tepat waktu. Namun, perahunya malah menabrak dan mereka terjatuh.

“Sial!!” Laharnya kini tinggal beberapa meter dari mereka. Untungnya secara tiba-tiba lahar itu membeku. Aokiji menahannya. Zoro dan yang lainnya selamat, dan akhirnya bisa sampai di stasiun.

“Itu dia mereka!!” teriak Nami dan yang lainnya dari stasiun. Zoro dkk lalu naik, dan keretapun berangkat. Tak lama setelahnya, es Aokiji tak mampu menahannya lagi dan pulau meledak sepenuhnya.

“Bagus sekali kembang apinya…” ucap Zoro. Mereka sudah berata di jarak yang cukup jauh sekarang. Di atas kereta. “Seisi pulau jadi hancur karenanya…” ucap Sanji.

Orang-orang berhasil diselamatkan, termasuk Luffy.

“Sensei, bagaimana dengan bocah Topi Jerami itu?” tanya Ain. Z dan anak buahnya kini telah berada di tempat yang aman. “Api dari gunung itu akan menentukan nasibnya.” jawab Z.

“One Piece? Semua yang ada di dunia ini? benar-benar mimpi yang aneh.” ucap Z. “Berapa banyak yang harus dikorbankan? Berapa banyak penderitaan dan kebencian? Mereka menyebutnya semangat, kebebasan… Kalau itu era baru yang mereka maksud, maka aku akan melenyapkannya!!”

“Akan kugunakan tanganku sendiri untuk melenyapkan semua bajak laut di dunia ini. Mimpi kalian akan berakhir pada kebencian mendalam. Aku, Z, akan menutup Era besar Bajak Laut ini!!”

—– One Piece Film Z —–

Di suatu tempat di markas Angkatan Laut, tampak Garp sedang berbicang-bincang mengenai masalah Z dengan Sengoku. “Apa yang terjadi padanya di masa lalu benar-benar tragis. Tapi menyebabkan tragedi seperti ini, yang mengikut sertakan warga sipil… Ini tak bisa dibenarkan” ucap Garp.

“Aku benar kan, Sengoku?”

“Wakil Admiral Garp!!” Coby memanggil.

“Ada apa?:

“Z… Bukan, mantan Admiral Zephyr… orang seperti apa dia itu sebenarnya?” tanya Coby. Kemudian, Garp pun menceritakannya pada mereka. “Dia orang yang mempercayai keadilan Angkatan Laut lebih dari siapapun.”

“Lalu kenapa dia melakukan semua ini?”

“Itu karena suatu kejadian.”

“Suatu kejadian?”

“Zephyr adalah orang yang tangguh. Meski dalam medan perang yang berbahaya, ia selalu ada di depan anak buahnya, dan meresikokan hidupnya untuk melawan musuh di Era itu. Dia menjadi Admiral Angkatan Laut saat usianya masih muda. Dan saat dia hidup damai, istri dan anaknya dibunuh oleh bajak laut yang membencinya.”

“Mengerti akan beban yang harus ditanggungnya sebagai Angkatan Laut, Zephyr terus menyimpan benci dan kesedihan di dasar hatinya dan terus melanjutkan misinya. Beberapa tahun berlalu, Zephyr memutuskan untuk melatih Angkatan Laut muda. Dialah yang mendidik para Angkatan Laut…”

“Tentara-tentara yang menduduki posisi tinggi di Angkatan Laut, mereka adalah mantan muridnya.”

“Aku ingin menciptakan seorang pahlawan.” ucap Zephyr saat itu.

“Akan tetapi, tragedi yang lebih besar muncul.” ucap Garp. “Kapal latihan baru yang dikomandani oleh Zephyr diserang oleh bajak laut yang memiliki kekuatan buah iblis. Hanya Zephyr dan dua lainnya yang berhasil selamat, dan dia kehilangan tangannya.”

“Memutus tangan seorang Admiral?” Coby kaget.

“Kemudian, Zephyr dibuatkan senjata untuk melawan pengguna buah iblis. Lalu bersama dengan murid- muridnya, dia membuat unit khusus dan memburu para pengguna buah iblis. Dia masih bagian dari Angkatan Laut saat itu. Sampai akhirnya, Angkatan Laut mengecewakannya.”

“Tahun itu, bajak laut yang membunuh murid-muridnya dipilih sebagai Shichibukai. Karenanya, Zhepyrpun meninggalkan Angkatan Laut. Dan sekarang muncul lagi di Dunia Baru.”

“Membenci Bajak Laut… Kecewa dengan Angkatan Laut…

Membuatnya menciptakan Angkatan Laut Barunya sendiri.

Kenyataan yang tak bisa diterima… telah merubah lelaki itu.”

“Lalu kenapa Zephyr si tinju hitam menamai dirinya Z?” tanya Coby lagi.

“Z… siapa yang tahu?” Garp tak tahu alasannya.

—– One Piece Chapter —–

Tak jauh dari tempatnya berada sekarang, sayup-sayup terdengar lagu yang sama dengan yang Z nyanyikan di awal. Nyanyian seorang pelaut. Ternyata yang menyanyikannya adalah Aokiji. Aokiji kini berdiri di atas ujung sebuah tebing yang terdapat puluhan pedang menancap di atasnya. Tampaknya, itu adalah makam murid-murid Z yang mati pada tragedi penyerangan banyak laut.

“Aku membenci lagu itu, Sensei.” ucap Aokiji saat Z datang mendekatinya. Lagu untuk Angkatan Laut yang berlayar ke Utara tak membuatku bersemangat.” ucap Aokiji lagi dan kemudian melempar sebotol minuman pada Z.

“Kau menyukainya, kan?”

“Ya, ini adalah minuman terbaik.” ucap Z.

“Aku juga suka meminumnya dalam jumlah banyak sepertimu.” ucap Aokiji. “Aku ingin menjadi orang yang keren sepertimu.” lanjutnya.

“Apa kau datang kemari untuk memberi kakek tua ini ceramah?” tanya Z. “Maaf saja, tapi aku tak akan berhenti.” ucapnya.

Sejenak Aokiji terdiam, dan kemudian bertanya. “Apa kau ingin mati?”

“Kalaupun itu terjadi, aku tak peduli.” sahut Z. “Ini demi memusnahkan iblis bernama Bajak Laut. Angkatan Laut tak benar-benar bisa menerapkan keadilan.” lanjutnya.

“Maafkan aku, tapi pergilah.” Z meminta Aokiji dengan sopan. “Pertemuan kita yang selanjutnya, ayo kita minum sama-sama. Pergilah, aku tak ingin membunuhmu.”

“Aku juga tidak.” ucap Aokiji. “Zephyr Sensei…” Aokiji pergi secara baik-baik.

—– One Piece Film Z —–

Sementara itu, Luffy dkk telah kembali ke pelabuhan. Luffy melamun meratapi topinya, sementara Chopper telah berhasil mengeluarkan peluru batu laut yang sempat tertancap di bahu Luffy.

“Ini peluru batu laut?”

“Aku menemukannya di bahu Luffy.” ucap Chopper.

Tak lama setelahnya, secara mengejutkan Aokiji muncul menghampiri mereka. Kemudian bertanya pada Luffy yang masih melamun, “Berapa lama kau akan tetap diam di sana?”

“A-Aokiji!?” Nami dan beberapa lainnya kaget.

“Kau!! Apa yang Aokiji lakukan di sini?”

“Tak apa.” ucap Luffy. “Tadi kami sempat bertemu dengannya.”

Setelahnya, Aokijipun memberitahu mereka mengenai Z. Luffy dkk kaget, “Z adalah mantan Admiral Angkatan Laut?”

“Dia juga telah mencuri Batu Daina dari Angkatan Laut.”

“Batu Daina?! Apa itu???” Brook bertanya-tanya.

“Itu adalah batu yang dikatakan setara dengan kekuatan senjata kuno.” jelas Robin. “Kalau mereka terkena udara, maka akan tercipta ledakan yang sangat hebat. Tapi karena kekuatannya, benda itu dilarang digunakan di zona sipil.”

“Angkatan Laut menyimpan semuanya, dan sekarang Z mencurinya?

“Dia ingin menggunakannya untuk menghancurkan tiga point akhir Dunia Baru.” jelas Aokiji.

“Berhenti sampai sana!!” ucap Usopp dan kemudian ia bertanya, “Point akhir itu apa?”

“Di lautan Dunia Baru, terdapat tiga pusat magma, mereka disebut sebagai point akhir.” jelas Nami. “Saat aku mendengarnya dari Angkatan Laut, kupikir itu cuma bercanda. Jadi… apa itu benar-benar ada?”

“Aku tak percaya kalau perempuan berdada besar itu jadi anak kecil begini…” ucap Aokiji.

“Apa kau mendengarku?!” Nami kesal. “Apakah point akhir itu benar ada atau tidak?

“Tentu saja.” sahut Aokiji. “Yang pertama, kedua… bahkan ketika mereka mendengar berita tentang dua pulau itu, para bajak laut malah tertawa dan menganggapnya omong kosong. Banyak yang mengetahui tentang legenda point akhir, tapi tak ada yang percaya.”

“Tapi Pemerintah sudah menyelidikinya dan mengumumkan kalau legenda itu palsu kan?” ucap Robin.

“Yang mereka umumkan bukanlah hasil penyelidikan yang sebenarnya.” jelas Aokiji. “Pemerintah berusaha sebisa mungkin agar orang-orang percaya itu bohong. Karena akan jadi masalah bukan kalau ada bajak laut yang memanfaatkannya? Hanya Pemerintah Dunia dan petinggi Angkatan Laut yang mengetahuinya. Tapi tak ada yang menyangka malah mantan Admiral yang memanfaatnya.”

“Benar juga. Kalau itu bohong Angkatan Laut pasti tak akan berbuat sejauh ini.” ucap Sanji. “Kita berurusan dengan orang yang sangat berbahaya.” lanjutnya.

“Z telah menghancurkan dua point akhir dengan Batu Daina. Kalau dia menghancurkan yang satunya, akan ada reaksi rantai yang menghubungkan ketiga point akhir.”

“Reaksi?”

“Akan ada erupsi katastropik besar yang mampu membakar lautan Dunia Baru. Seluruh bajak laut yang ada di Dunia Baru akan terbakar dan mati.” jelas Aokiji.

Bersambung…