Struktur resiko tingkat bunga biasanya disebut dengan yield spread, yang di artikan sebagai hubungan antara yield obligasi dengan karateristik tertentu yang dimiliki obligasi,seperti kualitas, callability, kupon dan mudah tidaknya obligasi diperjualbelikan (marketability). Besarnya yield spread dipergunakan faktor-faktor berikut ini:

 

  1. Perbedaan kualitas. Untuk mengetahui kuaitas obligasi, kita bisa melihat peringkat kualitas obligasi yang disusun berdasarkan besarnya resiko kegagalan pembayaran (risk of default). Besarnya resiko kegagalan sangat tergantung pada kinerja emiten yang menerbitkan obligasi tersebut dalam pembayaran bunga dan pelunasan pinjaman pokok. Salah satu standar peringkat obligasi yang paling banyak digunakan adalah peringkat menurut Standar & Poor (S&P).

 

  1. Perbedaan dalam bentuk call provision. Obligasi yang callable akan memberikan YTM yang lebih tinggi dari obligasi noncallable. Pada obligasi callable emiten dapat melunasi obligasi tersebut sebeum jatuh tempo, dan ini umumnya dilakukan pada saat tingkat suku bunga turun.

 

  1. Perbedaan tingkat kupon yang memberikan. Obligasi yang memberikan kupon yang reltif lebih kecil akan cenderung meberikan return berbentuk capital gain yang lebih besar.

 

Perbedaan kemudahan diperdagangkan. Ada beberapa obligasi yang dianggap lebih mudah diperdagangkan dibandingkan dengan obligasi lain sehingga obligasi tersebut mempunyai likuiditas yang relatif lebih baik. Obligasi yang likuiditasnya lebih baik akan menawarkan YTM yang lebih rendah