Dalam pengelolaan portofolio obligasi ada tiga pendekatan, yaitu pasif, aktif, dan kombinasi dari kedua pendekatan tersebut atau strategi imunisasi.

  • Strategi Pengelolaan Aktif

Strategi pasif didasari pemikiran bahwa pasar dalam kondisi yang efisien, sehingga harga-harga sekuritas di pasar sudah di tentukan secara tepat sesuai dengan nilai intrinsiknya. Investror yang menganut strategi pasif tidak secara aktif mencari kemungkinan-kemungkinan strategi perdagangan tertentu yang bisa menghasilakan return abnormal.

Retun dan resiko yang menghasilakan oleh stratergi pasif relatif lebih kecil di bandingkan dengan strategi aktif. Strategi yang termasuk pendekatan pasif dalam pengelolaan portofolio obligasi adalah strategi beli  dan simpan dan strategi mengikuti indeks (indescing) pasar.

 

Beli dan Simpan.  Investor yang mengikuti strategi beli dan simpan, berarti ia berniat untuk tidak aktif melakukan perdagangan

 

Mengikuti Indeks Pasar. Salah satu alternatif strategi pasif, selain strategi beli dan simpan adalah strategi mereplikasi kinerja pasar. Untuk membentuk portofolio yang sesuai dengan kinerja pasar, tentu saja akan memerlukan dana, keahlian, dan akses informasi yang lebih banyak, karena portofolio tersebut terdiri dari obligasi-obligasi pilihan yang jumlahnya relatif besar. Tetapi investor individual dengan keterbatasan yang dimilikinya dapat juga melakukan strategi dengan cara membeli sekuritas reksadana.

 

 

 

  • Strategi Imunisasi

 

Strategi Imunisasi adalah strategi yang berusaha untuk melindungi portofolio terhadap resiko tingkat bunga dengan cara saling meniadakan pengaruh dua komponen resiko tingkat bunga, yaitu resiko harga dan resiko reinvestasi. Resiko harga merupakan resiko yang berasal dari hubungan yang terbali antara harga obligasi dengan tingkat bunga.

Investasi obligasi dapat diimunisasi dengan cara menyamakan durasi obligasi dengan horizon investasi. Horizon investasi adalah lamanya waktu yang diinginkan investor untuk tetap mempertahankan investasi obligasinya. Dengan demikian, investor yang membeli obligasi harus melakukan investasi kembali pendapatan bunganya pada tingkat bunga pasar dan kemudian menjual obligasi tersebut pada akhir horizon investasi yang diinginkan. Ada beberapa variasi strategi imunisasi, antara lain strategi durasi dan strategi maturitas. Perbedaan kedua strategi tersebut terletak pada waktu maturitasnya.

Strategi maturitas akan berusaha menyamakan waktu maturitas dengan horizon investasi. Sedangakan strategi durasi tidak memperhatikan waktu maturitas tetapi hanya akan berusaha menyamakan durasi dengan horizon investasi.

Strategi imunisasi merupakan strategi kombinasi antara strategi pasif dan aktif karena untuk mencapai tujuan dari strategi imunisasi invertor harus selalu melakukan penyesuaian agar durasi obligasi selalu sama dengan horizon investasi.

 

  • Strategi Pengelolaan Pasif

 

Ada beberapa investo yang masih berkeinginan untuk mendapatkan kesempatan mendapatkan kesempatan mendapatkan return yang lebih besar dengan pengelolaan aktif obligasi, baik itu dengan cara mengestimasi perubahan tingkat bunga maupun dengan mengidentifikasi berbagai obligasi yang harganya tidak sesuai dengan nilai intrinsik yang sebenarnya.

Oleh karena itu perbedaan antara strategi pasif dan aktif dapat dilihat dari data yang diperlukan. Jika pada strategi pasif, data yang diperlukan sudah diketahui pada saat melakukan analisis tetapi pada strategi aktif, data yang diperlukan belum diketahui dengan pasti karena sifatnya masih estimasi.

Mengestimasi Perubahan Tingkat Bunga. Perubahan tingkat bunga akan mempengaruhi harga obligasi dengan arah yang tebalik, artinya jika tingkat bunga mengalami kenaikan maka harga obligasi akan mengalami penurunan.

 

Mengidentifikasi Adanya Kesalahan Harga Pada Suatu Obligasi. Manajer portofolio obligasi berusaha menyesuaikan perubahan lingkungan yang terjadi dengan melaksanakan apa yang disebut dengan bond swap, yaitu suatu strategi pengelolaan aktif yang berusaha untuk meningkatkan tingkat return portofolio obligasi dengan cara mengidentifikasi adanya kesalahan penetapan harga pada suatu obligasi di pasar.

Oleh karena perkembangan pasar modal yang sedemikian pesat makan banyak teknik pengelolaan portofolio obligasi aktif baru juga bermunculan seperti misalnya interest rate swaps, yaitu sebuah kontrak antara dua pihak untuk saling mempertemukan aliran kas dua sekuritas yang berbeda.