MAKALAH FITOFARMAKA

PENGARUH Phyllanthus niruri L. (FLAVANOID) PADA SIMTEM IMUN TUBUH

 

 

 

Disusun oleh

Nama        : David Wahyu Irawan

NIM           : 10023181

Kelas          : IIIC

 

 

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

YOGYAKARTA

2011

 

I JUDUL

PENGARUH Phyllanthus niruri L. (FLAVANOID) PADA SIMTEM IMUN TUBUH

II TUJUAN

Tujuan penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan bukti tentang

peran dan manfaat Phyllanthus niruri L sebagai tanaman yang mempuyai efek

imunomodulator terhadap sistem imun tubuh.

 

III TINJAUAN PUSTAKA

3.1 STIMUNO

Stimuno (POM FF 041 300 411, POM FF 041 600 421)
Komposisi:
Phyllanthi Herba ekstrak 50 mg

Stimuno mengandung formula dari komposisi tunggal ekstrak tanaman meniran, yang dalam bahasa latin disebut Phyllanthus niruri. Ekstrak tersebut diambil dari bagian akar, daun, batang dan buah Phyllanthus yang diformulasi menjadi sirup dan kapsul.

stimuno dapat dikonsumsi mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. stimuno Sirup bisa dikonsumsi oleh anak mulai usia 1 tahun dan stimuno kapsul bisa dikonsumsi oleh anak (bagi yang sudah bisa menelan kapsul) juga orang dewasa.

Stimuno Untuk Sistem Imun Tubuh

Sistem imun tubuh terdiri dari banyak komponen. Semua komponen tersebut akan bekerja secara serentak manakala tubuh mendapatkan serangan dari penyakit yang berasal dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh kita sendiri. Kerja sistem imun tubuh kita secara sederhana terbagi dalam 3 kelompok :

  • Sistem pertahan tubuh awal : contohnya, kulit, rambut di kulit, air mata
  • Sistem pertahanan tubuh non spesifik (alamiah) : adalah sistem yang paling cepat bereaksi ketika ada serangan virus, bakteri atau mikroba dari luar.
  • Sistem pertahanan spesifik (dapatan) : sistem ini baru bekerja ketika perlawanan sistem imun alami kita tidak cukup dan bekerja menurut jeniis serangan virus atau  bakteri yang terjadi. Yang bekerja pada sistem ini adalah Limfosit T & B. Hasil kerja sistem inilah yang berbentuk antibodi (IgG dan IgM).

Sistem imun berkembang sesuai dengan perkembangan tubuh kita, pada waktu bayi umumya sistem imun masih belum banyak berkembang, beberapa komponen masih belum dapat bekerja optimal. Dengan bertambahnya usia dari anak-nak menuju remaja hingga dewasa, sistem imun berkembang untuk bekerja lebih optimal. Tetapi memasuki usia tua, sistem imun menurun kemballi. Oleh karena itu, anak-anak dan lansia mudah sekali terkena penyakit.

Pada prinsipnya, orang dengan kondisi sistem imun dalam keadaan prima, tidak mudah terkena infeksi, akan tetapi jika pada saat tertentu sistem imunterganggu atau tidak bekerja dengan baik, maka infeksi oleh bakteri, virus atau jamur mudah masuk ke dalam tubuh.
Banyak faktor yang dapat mengakibatkan sistem imun terganggu, di antaranya: stress, kurang gizi, terlalu lelah, dsb. Untuk mengatsinya diperlukan pola hidup sehat, antara lain : cukup istirahat, makan bergizi seimbang, tidak stress, menghindari lingkungan yang dapat mengakibatkan sakit dan bila perlu mengkonsusmsi obat atau suplementasi yang dapat menguatkan sistem imun (daya tahan) tubuh.

Imunomodulator berperan membuat sistem imun lebih aktif dalam menjalankan fungsinya menguatkan sistem imuntubuh (imuno stimulator) atau menekan reaksi sistem imun yang berlebihan (imuno supresan) sehingga kekebalan atau daya tahan tubuh kita selalu optimal menjaga kita tetap sehat ketika diserang oleh virus, bakteri atau mikroba lainnya.

Salahsatu imunomodulator yang telah teruji klinis dengan baik adalah Stimuno. Stimuno telah memperoleh sertifikat FITOFARMAKA dari BPOM karena telah terstandarisasi dan telah lolos uji pre klinis (uji keamanan) dan uji klinis (pembuktian khasiatnya). STIMUNO terbuat dari ekstrak Phyllanthus niruri (meniran, herbal asli Indonesia).

Dengan mengkonsusmsi imunomodulator stimuno ‘ orang akan meningkat kerja sistem imunnya sehingga dapat :

  • Mempercepat proses penyembuhan jika terkena infeksi.
  • Pencegajhan/ proteksi jika berada di tempat yang sedang mewabah penyakit menular misal: demam berdarah, SARS, flu burung, malaria, influenza, dll.
  • Pencegahan bagi merekayang berbakat terkena penyakit yang mudah diturunkan, misal: hepatitis B dan C, kanker.
  • Pencegahan bagi mereka yang bekerja atau bertempat tinggal di lingkungan yang kotor, pekerja rumah sakit dan laboratorium klinik yang banyak kontak dengan bahan terinfeksi,pekerja di peternakan ayam atau babi .

3.1.1Keunggulan

Tidak seperti vitamin yang hanya membantu meningkatkan daya tahan tubuh (imune booster). stimuno bekerja langsung memperkuat sistem imun dengan memperbanyak produksi antibodi seperti tentara yang menjaga benteng pertahanan tubuh (imuno modulator). Pada orang sehat, sistem imun yang kuat akan mencegah penyakit dan pada orang yang susah terserang penyakit, sistem imun yang diperkuat akan membantu mempercepat penyembuhan

  • Mengaktifkan semua lapisan sistem imun. stimuno bekerja mengaktifkan sistem imun non-spesifik dan sistem imun spesifik
  • Satu-satunya imunomodulator dengan standar FITOFARMAKA (telah uji klinik)
  • Meniran (Phylanthus niruri) sebagai bahan dasar stimuno dibudidayakan dengan teknologi modern mengikuti standar GAP (Good Agriculture Practices) dan diproses mengikuti standar c-GMP (current-Good Manufacturing Practices) dan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) sesuai standar industri farmasi
  • Aman. stimuno aman digunakan untuk pemakaian jangka panjang dan dapat dikonsumsi bersama dengan obat atau vitamin
  • Dipercaya oleh para dokter. stimuno sudah diresepkan dokter dengan baik selama 5 tahun.

3.2 MENIRAN

Meniran disebut  Phyllanthus urinaria Linn, batangnya yang berwarna hijau kemerahan, atau Phyllanthus niruri untuk yang batangnya berwarna pucat. Termasuk dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah Memeniran atau meniran merah. Nama lain dari Phyllanthus niruri L. adalah Phyllanthus urinaria L.,

Phyllanthus alatas BI, Phyllanthus cantonensis Hornen, Phyllanthus

echinatus Wall, Phyllanthus leptocarpus Wight. Nama daerah lainnya yaitu

Jawa: meniran, meniran merah, meniran hijau. Sunda: memeniran. Maluku: Child pick a back ( Inggris ), Kilanelli ( India ), Meniran ( Jawa ), Zhen chu cao, Ye xia zhu ( Cina ),Gasau madungi ( Ternate ).

 

Klasifikasi :

Divisi                : Spermatophyta

Subdivisi           : Angiospermae

Kelas               : Dicotyledonae

Bangsa             : Geraniales

Suku                : Euphorbiaceae

Marga              : Phylianthus

Jenis                 : Phyllanthus niruri L.

3.2.1 Morfologi :

Meniran adalah tanaman semusim, tumbuh tegak, bercabang-cabang, dan tingginya antara 30 cm-50 cm

DAUN:

Epidermis atas terdiri dari 1 lapis sel dan agak menonjol keluar, epidermis bawah lebih menonjol dari epidermis atas, pada penampang tangensial sel epidermis atas dan bawah mempunyai dinding samping yang bergelombang, kutikula jelas dan berbintik. Stomata tipe anisositik, terdapat pada kedua permukaan, pada permukaan bawah lebih banyak. Jaringan palisade terdiri dari 1 lapis sel berbentuk silindrik, tebal jaringan hampir setengah tebal mesofil daun. Pada jaringan palisade dari varietas  genuinus terdapat hablur kalsium oksalat berbentuk prisma berukuran 10 m sampai 15 m; pada jaringan palisade dari varietas  javanicus terdapat hablur kalsium oksalat berbentuk roset berukuran lebih kurang 20 m. Jaringan bunga karang terdiri dari beberapa lapis sel. Berkas pembuluh tipe kolateral, tulang daun di dalam mesofil disertai hablur kalsium oksalat berbentuk roset, umumnya berukuran lebih kecil dari hablur di jaringan palisade.

BATANG:

Epidermis terdiri dari 1 lapis sel dengan bentuk memanjang. Korteks terdiri dari jaringan kolenkim dan parenkim yang berisi butir hijau daun atau berisi hablur kalsium oksalat berbentu roset besar; kelompok serabut perisikel, berlignin dan tersusun dalam lingkaran yang terputus-putus. Floem sedikit. Xilem sekunder tersusun radial. Jari-jari xilem terdiri dari 1 sampai 2 deret sel yang agak terentang radial. Dalam parenkim empulur terdapat hablur serupa hablur di korteks.

BUNGA:

Bunga tunggal, terdapat pada ketiak daun menghadap ke arah bawah, menggantung, berwarna putih, daun kelopak bentuk bintang, benang sari dan putik tidak nampak jelas, mahkota bunga kecil, berwarna putih.

BUAH:

Kulit buah terdiri dari 1 lapis sel epidermis, bentuk pipih dengan dinding luar cembung, kutikula berbintik; di bawahnya terdapat berturut-turut 1 lapis sel parenkim jernih; 2 lapis sel-sel kecil dengan dinding radial agak menebal, selapis sel serupa jaringan palisade yang jernih dengan dinding tangensial dalam dan luar lebih tebal dan berlignin.

BIJI:

Di dalam kulit biji terdapat 1 lapis sklerenkim yang terdiri dari sel batu berbentuk segi empat atau segi panjang, dinding luar dan dinding radial lebih tebal dari dinding dalam, berlignin, lumen berbentuk segi tiga, saluran noktah bercabang-cabang. Endosperm terdiri dari sel-sel kecil.

AKAR:

Merupakan akar tunggang, berwarna putih.

SERBUK:

Warna hijau kelabu. Fragmen pengenal adalah fragmen epidermis atas dan bawah serta hablur kalsium oksalat berbentuk prisma atau berbentuk roset yang berasal dari jaringan palisade atau parenkim di sekitar berkas pembuluh; fragmen mesofil; fragmen kulit buah dengan dinding tangensial serupa serabut sklerenkim; fragmen kulit biji tampak tengensial.

3.2.2 Sifat  Kimiawi
Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain : lignan (Filantin, hipofilantin, nirantin, lintetratin), flavonoid (quercetin, quercitrin, isoquercitrin, astragalin, rutin, kaempferol-4, rhamnopynoside), alkaloid, triterpenoid, asam lemak (asam ricinoleat, asam linoleat, asam linolenat), vitamin C, kalium, damar, tanin, geraniin, phyllanthin dan hypophyllanthin.

3.2.3  Efek  Farmakologis
Tumbuhan ini bersifat : astringent, peluruh air seni (menghambat pembentukan kristal kalsium oksalat), penurun panas, antihepatotoksik, antibakteri terhadap Escherichia coli, staphylococcus aureus, bacillus subtilis, hipoglikemik. Ekstrak meniran dapat menghambat aldose reductase (AR) karena senyawa ellagic acidnya mempunyai daya hambat enam kali lebih kuat daripada quercitrin yang dikenal sebagai penghambat AR (proses reduksi aldose menjadi diabetes).  Dalam  farmakologi  Cina disebut tumbuhan ini  memiliki  rasa agak asam dan sejuk..

3.2.4 Cara  Budidaya
Perbanyakan tanaman menggunakan biji. Biji disemaikan dan dipindahkan. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Meniran merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah tropis yang tumbuh liar di hutan-hutan, ladang ladang, kebun-kebun maupun pekarangan halaman rumah, pada umumnya tidak dipelihara, karena dianggap tumbuhan rumput biasa. Meniran tumbuh subur di tempat yag lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Seperti juga di sepanjang saluran air, semak-semak, dan tanah terlantar di permukaan.

3.3 Kandungan Kimia

 

Herba meniran (Phyllanthus niruri L.) banyak mengandung beberapa

zat kimia yaitu: flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, lignan.

1) Flavonoid merupakan senyawa larut dalam air yang dapat diekstraksi

dengan etanol 70% dan tetap ada lapisan air setelah dikocok dengan eter

minyak bumi. Flavonoid berupa senyawa fenol, karena itu warnanya

berubah bila ditambah basa atau amoniak. Flavonoid umumnya terdapat

dalam tumbuhan terikat pada gula sebagai glikosida dan aglikon.

Flavonoid yang merupakan bentuk kombinasi glikosida, terdapat dalam

semua tumbuhan berpembuluh (Harborne, 1987). Beberapa turunan

flavonoid terdapat pada tumbuhan tingkat tinggi dan hanya terdapat pada

organ-organ tertentu dari tumbuhan seperti akar, batang, daun, bunga, biji,

dan kulit kayu.

2) Lignan berupa zat padat hablur tanpa warna yang menyerupai senyawa

aromatik sederhana yang lain dalam sifat kimianya. Lignan tersebar luas

di dunia tumbuhan, terdapat dalam kayu, daun, eksudat, damar, dan bagian

tumbuhan lain. Lignan terkadang dijumpai sebagai glikosida. Lignan

digunakan sebagai antioksidan dalam makanan. Selain itu lignan juga

merupakan kandungan kimia yang aktif dalam tumbuhan obat tertentu.

Lignan dapat diekstraksi dengan aseton atau etanol dan seringkali

diendapkan sebagai garam kalium yang sukar larut (Robbinson, 1995).

3) Tanin tersebar dalam setiap tanaman yang berbatang. Tanin berada dalam

jumlah tertentu, biasanya berada pada bagian spesifik tanaman seperti :

daun, buah, akar, batang. Tanin merupakan senyawa kompleks, biasanya

merupakan campuran polifenol yang sukar untuk dipisahkan karena tidak

dalam bentuk kristal. Di dalam tumbuhan letak tanin terpisah dari protein

dan enzim sitoplasma, tetapi bila jaringan rusak maka reaksi penyamaan

dapat terjadi. Reaksi ini menyebabkan protein lebih sukar dicapai oleh

cairan pencernaan. Salah satu fungsi utama tanin yaitu sebagai penolak

hewan pemakan tumbuhan karena rasanya yang sepat (Harborne, 1987).

Tanin dapat meringankan diare dengan menciutkan selaput lendir usus

(Tjay dan Raharja, 1991).

4) Alkaloid merupakan golongan zat tumbuhan sekunder yang terbesar.

Alkaloid termasuk senyawa bersifat basa yang mengandung satu atau

atom nitrogen dan berbentuk kristal. Untuk alkaloid dalam daun atau buah

segar adalah rasanya pahit di lidah serta mempunyai efek fisiologis kuat

atau keras terhadap manusia. Sifat lain yaitu sukar larut dalam air dengan

suatu asam akan membentuk garam alkaloid yang lebih mudah larut

(Harborne, 1987).

5) Saponin adalah senyawa aktif yang menimbulkan busa jika dikocok

dengan air. Pada konsentrasi rendah sering menyebabkan hemolisis sel

darah. Saponin dapat bekerja sebagai antimikroba. Kelarutan saponin

dalam air dan etanol tetapi tidak larut dalam eter (Robbinson, 1995

3.3 Khasiat Tanaman

Ekstrak meniran secara verbal dapat mempengaruhi fungsi dan aktivitas komponen sistem imun. Makin banyak pasukan sistem imun, makin kuat pertahanan tubuh Anda. Sistem imun kita bekerja seperti pasukan penjaga pertahana tubuh. ekstrak meniran yang terbukti klinis mampu memperbanyak antibodi tubuh sehingga sistem imun lebih kuat. Anda dan keluarga jadi terlindungi dari gangguan sistem imun.

Flavonoid dari meniran bekerja pada sel-sel tubuh yang menjadi bagian dari sistem imun. Caranya dengan mengirimkan sinyal intraseluler pada reseptor sel sehingga bekerja lebih optimal. Jika sistem imun dapat dalam sel berfungsi memakan fagosit, maka nafsu makan sel imun tersebut akan meningkat. Jika fungsinya mengeluarkan go-between yang menambah ketahan tubuh, hasil pengeluaran akan lebih baik. Atau jika kerjanya mengeluarkan sel lain, proses urainya berlangsung dengan baik.

Dalam berbagai penelitian di sejumlah RS di Jakarta dan Surabaya, terapi ajuvan dengan ektrak meniran berhasil mempersingkat lamanya pengobatan pada beberapa penyakit seperti TBC, hepatitis, candidiasis vagina (bakteri yang menyerang vagina), dll. Jika influenza biasa membutuhkan waktu pengobatan seminggu, kini ada harapan dapat dituntaskan hanya dalam 3-4 hari.

pemberian ekstrak meniran secara verbal dapat mempengaruhi fungsi dan aktivitas komponen sistem imun. Di antaranya dalam produksi IFN-g (interferon gamma) dan TNF-a (Tumor Nekrosis Factor alpha). Peran sitokin – zat kimia yang dapat membunuh sel- IFN-g dan TNF-a telah dibuktikan para peneliti berefek langsung terhadap peyembuhan pasien TBC paru. Para dokter joke tahu, IFN-g dan TNF-a bermanifestasi terhadap konversi BTA di dalam sputum (dahak.

Imunomodulator ini diperlukan dalam kondisi kelelahan, kirang isitirahat, kurang istirahat, stress, bepergian jaug, kontak dengan penderita infeksi atau berada di tempat yang diserang wabah. Dlam pengobatan penyakit, kini imunomodulator juga diresepkan dokter sebagai terapi ajuvan atau pelengkap. Artinya, obat yang dikonsumsi sebagai penunjang obat utama. Bahkan diyakini bisa meningkatkan potensinya.

Baru-baru ini juga diketahui Phyllanthus niruri L mencegah peningkatan GTP dalam serummaupun sitosol hepar dan kandungan flavanoidnya merupakan antioksidan yang berpotensi mencegah kerusakan sel hepar serta dipakai sebagai obat hepatoprotektif atau anti hepatotoksik. Hasil penelitian menggunakan tikus menunjukkan adanya efek dalam menormalkan penumpukan asam lemak pada liver setelah minum alkohol, Efek serupa juga tampak pada infeksi HIV. Alkaloid ekstrak Phyllanthus niruri Lmenghambat cytopathic effects yang disebabkan oleh HIV-1 /HIV-2. 55 Repandusinic acid mempunyai kemampuan anti-viral secara in vitro, menghambat replikasi HIV dan HTLV-I. Penelitian baru-baru inimenunjukkan efek Phyllanthus dalam menghambat serangan HIV-1 dan integrasi enzim HIV-1, reverse transcriptase dan protease. Ketika digunakan untuk penderita HIV positif, dapat mereduksi replikasi HIV

 

 

IV RESUME

 

4.1  Metode Ekstraksi dan Fraksinasi

 

Ekstraksi adalah penarikan zat pokok yang diinginkan dari bahan mentah

dengan menggunakan pelarut yang dipilih sehingga zat yang diinginkan akan

larut. Pemilihan sistem pelarut yang digunakan dalam ekstraksi harus berdasarkan

kemampuannya dalam melarutkan jumlah yang maksimal dari zat aktif dan

seminimal mungkin bagi unsur yang tidak diinginkan (Ansel, 1989).

Ekstrak adalah sediaan berupa kering, kental dan cair, dibuat dengan

menyari simplisia nabati atau hewani menurut cara yang cocok di luar pengaruh

cahaya matahari langsung (Anonim, 1979). Metode ekstraksi yang tepat sangat

tergantung pada tekstur dan kandungan air bahan-bahan yang akan diekstraksi.

Ekstraksi sendiri dilakukan dengan berbagai cara diantaranya dengan

metode maserasi, perkolasi dan sokletasi.

1) Metode maserasi

Metode ini dilakukan dengan cara merendam bahan-bahan tumbuhan yang

telah dihaluskan/digiling dalam pelarut terpilih, kemudian disimpan dalam

jangka waktu tertentu dalam ruang gelap.

2) Metode perkolasi

Metode ini biasanya digunakan dengan cara melewatkan pelarut tetes demi

tetes pada bahan-bahan tumbuhan yang akan diekstrak.

3) Metode sokletasi

Metode ini digunakan untuk mengekstrak komponen dari bahan-bahan

tumbuh-tumbuhan dengan menggunakan alat soklet (Anonim, 2007).

Fraksinasi merujuk pada pemisahan lebih halus yaitu memisahkan

senyawa-senyawa kimia dalam ekstrak kasar dengan menggunakan beberapa

metode pemisahan. Fraksi-fraksi yang telah didapatkan dari proses fraksinasi

kemudian diuji aktivitasnya dan akan dihasilkan satu atau lebih fraksi yang

memberikan aktivitas biologi pada makhluk uji. Fraksi-fraksi ini perlu dipisahkan

lagi karena masih banyak terdapat senyawa kimia yang lain (Anonim, 2007)

 

V    DAFTAR PUSTAKA

. Munasir Z. Manfaat pemberian ekstrak phyllanthus niruri sebagai imunostimulator pada

penyakit infeksi anak. (Online). (cited 15/10/2011) Available from: URL:

http://www.tnial.mil.id/cakrawala. php3.

Anonim.Ekstrak Meniran Bantu Penderita AIDS.(online). (cited 15/10/2011) available from: http://www.kompas.com

Ny.Ning Harmanto .Klinik Herbal Online.(online),(cited 17/10/2011) available from: URL: http://www.ningharmanto.com/2009/07/meniran/