BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.     Latar Belakang

Setiap makhluk hidup memerlukan tempat tinggal yang sesuai. Tempat hidup beserta segala sesuatu yang terdapat di sekitar makhluk hidup disebut lingkungan. Di dalam lingkungan hidup yang sesuai, makhluk hidup mendapatkan kebutuhan hidupnya dan menyatu dengan apa yang ada. Tempat makhluk hidup biasa hidup dan berkembang disebut habitat.

Di salam habitatnya makhluk hidup senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Kesatuan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya dikenal dengan nama ekosistem. Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut ekologi. Ekosistem tersusun atas komponen-komponen yang saling berinteraksi antara satu dengan lainnya. Komponen itu membentuk satuan-satuan organisme kehidupan.

  1. B.     TUJUAN

Untuk mengetahui jenis-jenis ekositem dan komponen didalamnya.

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    Pengertian Ekosistem

Ekosistem adalah kehidupan semua jenis makhluk hidup yang saling mempengaruhi serta berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. Pengertian ekosistem pertama kali dikemukakan oleh seorang ahli ekologi berkebangsaan Inggris bernamaA.G. Tansley pada tahun 1935, walaupun konsep itu bukan merupakan konsep yang baru. Sebelum akhir tahun 1800-an, pernyataan-pernyataan resmi tentang istilah dan konsep yang berkaitan dengan ekosistem mulai terbit cukup menarik dalam literatur-literatur ekologi di Amerika, Eropa, dan Rusia (Odum, 1993).

v  Pengertian ekosistem menurut para ahli:

  1. Dephut, 1997

Ekosistem adalah tatanan dari satuan unsur-unsur lingkungan hidup dan kehidupan (biotik maupun abiotik) secara utuh dan menyeluruh, yang saling mempengaruhi dan saling tergantung satu dengan yang lainnya. Ekosistem mengandung keanekaragaman jenis dalam suatu komunitas dengan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan interaksi kehidupan dalam alam.

  1. Woodbury, 1954 dalam Setiadi, 1983

Ekosistem, yaitu tatanan kesatuan secara kompleks di dalamnya terdapat habit tumbuhan, dan binatang yang dipertimbangkan sebagai unit kesatuan secara utuh, sehingga semuanya akan menjadi bagian mata rantai siklus materi dan aliran energi.

  1. Odum
    Ekosistem, yaitu unit fungsional dasar dalam ekologi yang di dalamnya tercakup organisme dan lingkungannya (lingkungan biotik dan abiotik) dan di antara keduanya saling memengaruhi. Ekosistem dikatakan sebagai suatu unit fungsional dasar dalam ekologi karena merupakan satuan terkecil yang memiliki komponen secara lengkap, memiliki relung ekologi secara lengkap, serta terdapat proses ekologi secara lengkap, sehingga di dalam unit ini siklus materi dan arus energi terjadi sesuai dengan kondisi ekosistemnya.
  1. Soemarwoto, 1983

Ekosistem, yaitu suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Tingkatan organisasi ini dikatakan sebagai suatu sistem karena memiliki komponen-komponen dengan fungsi berbeda yang terkoordinasi secara baik sehingga masing-masing komponen terjadi hubungan timbal balik. Hubungan timbal balik terwujudkan dalam rantai makanan dan jaring makanan yang pada setiap proses ini terjadi aliran energi dan siklus materi.

  1. UU Lingkungan Hidup Tahun 1997

Ekosistem, yaitu tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. Unsur-unsur lingkungan hidup baik unsur biotik maupun abiotik, baik makhluk hidup maupun benda mati, semuanya tersusun sebagai satu kesatuan dalam ekosistem yang masing-masing tidak bisa berdiri sendiri, tidak bisa hidup sendiri, melainkan saling berhubungan, saling mempengaruhi, saling berinteraksi, sehingga tidak dapat dipisah-pisahkan.

  1. B.     Satuan dalam Ekosistem

 

  1. Individu

Individu merupakan organisme tunggal. Misalnya seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon jambu sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia.

  1. Populasi

Kata populasi berarti semua orang yang bertempat tinggal pada suatu tempat. Dalam ekosistem, yang dimaksud populasi adalah semua individu sejenis yang menempati suatu daerah dan waktu tertentu.

Suatu organisme disebut sejenis apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Menempati daerah dan habitat yang sama;
  • Mempunyai persamaan morfologi, anotomi, dan fisiologi;
  • Mempu menghasilkan keturunan yang fertil, yaitu keturunan yang dapat berkembang biak secara kawin.

Sebagai contoh, pada suatu lahan yang luasnya 250 m2 terdapat 600 batang jagung, 150 ekor belalang, 50 ekor jangkrik, dan 20 ekor burung. Berasarkan data tersebut maka di dalam lahan atau daerah tersebut terdapat beberapa populasi yaitu populasi jagung, populasi belalang, populasi jangkrik, dan populasi burung.

Populasi organisme pada suatu ekosistem selau mengalami perubahan. Perubahan tersebut ada yang tampak jelas dan ada pula yang tidak jelas. Pada ekosistem darat ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan populasi, diantaranya adalah perubahan suhu, kelembaban, dan curah hujan.

  1. Komunitas

Istilah komunitas diambil dari bahasa latin commune yang berarti umum atau biasa. Didalam ekosistem, komunitas dapat diartikan sebagai kumpulan dari beberapa populasi yang hidup pada suatau waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain.

Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks dibandingkan dengan individu dan populasi. Dalam komunitas semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antarkomponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya. Hubungan keterpaduan antara popilasi yang membentuk komunitas tersebut berbeda-beda sifatnya. Ada yang tolong-menolong, bunuh-membunuh, dan ada juga yang saling berkompetisi atau bersaing. Didalam suatu komunitas berlaku hukum rimba yaitu siapa yang kuat dia yang menang. Kuat bisa berarti memang fisiknya kuat tetapi bisa juga berarti siapa yang jumlah anggotanya lebih besar populasinya maka akan menang. Populasi yang menang akan menguasai atau merajai komunitas.

Populasi dikatakan merajai apabila dalam suatu komunitas seolah-olah hanya dihuni oleh individu tertentu. Oleh karena itu suatu komunitas sering diberi nama sesuai dengan jenis populasi penghuninya yang paling dominan. Misalnya, hutan pinus. Disebut hutan pinus apabila dalam suatu komunitas yang tampak seolah-olah hanya pinus saja, sedangkan komunitas lainnya tidak tampak.

  1. Ekosistem

Ekosistem merupakan tataan secara utuh dari seluruh unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Ekosistem juga dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik yang kompleks antara organisme dengan lingkungan.

v  Macam-Macam Ekosistem

Berdasarkan sejarah terbentuknya, ekosistem dapat  dibedakan menjadi tiga, yaitu ekosistem alami, ekosistem buatan, dan ekosistem suksesi.

  1. Ekosistem alami

Ekosistem alami yaitu ekosistem yang terbentuk secara alami, tanpa ada campur tangan manusia. Misalnya ekosistem gurun pasir, ekosistem hutan gugur, dan ekosistem hutan tropis. Ekosistem alami sangat bervariasi dan setiap ekosistem memunyai ciri khas. Ciri itu sangat ditentukan oleh faktor suhu, curah hujan, iklim, dan lain-lain.

  1. Ekosistem buatan

Ekosistem buatan yaitu ekosistem yang sengaja dibuat oleh manusia. Misalnya kolam, sawah, ladang, waduk, dan taman. Pada umumnya, ekosistem buatan mempunyai komponen biotik sesuai dengan yang diinginkan pembuatnya. Pada ekosistem sawah komponen biotik yang banyak yaitu padi dan kacang. Pada hutan industri misalnya hutan karet dan hutan jati, komponen biotik yang banyak adalah karet dan jati.

  1. Ekosistem sukesi

Ekosistem sukesi yaitu ekosistem yang merupakan hasil sukesi lingkungan yang didahului oleh erusakan. Misalnya suatu daerah tertimpa bencana gunung meletus sehingga seluruh kehidupan yang menghuninya punah. Setelah sekian lama lingkungan itu kan menjadi ekosistem baru. Jenis organisme yang tumbuh pada masa selanjutnya ditentukan oleh jenis organisme yang masih tertinggal.

  1. Boisfer

Biosfer adalah kumpulan ekosistem yang terdapat di permukaan bumi. Ada pakar yang menyebutkan bahwa biosfer adalah tempat beroperasinya ekosistem.

Bagian bumi yag dihuni organisme hanya beberapa meter dibawah permukaan tanah hingga 9000 meter diatas permukaan bumi, serta beberapa meter dibawah permukaan laut. Jadi, tidak di seluruh bagian bumi ini terdapat ekosistem sebeb hanya daerah yang terdapat kehidupanlah yang dapat disebut ekosistem.

  1. C.    Komponen Penyusun Ekosistem

Komponen penyusun ekosistem terdiri atas dua macam. Yaitu komponen biotik dan komponen abiotik.

  1. Komponen Biotik

Komponen biotik yaitu komponen yang terdiri atas makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme.

Didalam ekosistem setiap organisme mempunyai kedudukan, tugas, dan fungsi masing-masing. Fungsi atau kedudukan organisme didalam ekosistem disebut nisia. Berdasarkan nisianya, organisme dapat dibedan menjadi tiga yaitu produsen, konsumen, dan dekomposer.

  1. Produsen

Kata produsen berarti penghasil, produsen yaitu organisme yang mampu menghasilkan zat makanan. Yang termasuk kelompok ini adalah tumbuhan hijau adau tumbukan yang telah memiliki klorofil. Dalam ekosistem perairan komponen biotik yang menjadi produsen adalah berbagai jenis alga dan fitoplankton.

  1. Konsumen

Konsumen berarti pemakai. Konsemen yaitu organisme yang tidak dapat membuat makannya sediri tetapi memakai atau menggunakan zat makanan yang dibuat organisme lain. Yang termasuk konsumen adalah hampir semua golongan hewan, tumbuhan yang tidak berklorofil, dan manusia. Contoh tumbuhan konsumen yaitu tali putri dan bunga bangkai (Rafflesia).

  1. Dekomposer atau Pengurai

Dekomposer atau pengurai adalah organisme heterotrof yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik kompleks). Dekomposer menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan sederhana untuk dapat digunakan kembali oleh produsen. Organisme yang termasuk dekomposer adalah bakteri dan jamur.

  1. Komponen Abiotik

Komponen abiotik adalah komponen ekosistem yang terdiri dari benda-benda mati. Komponen abiotik meliputi faktor fisik dan kimia. Faktor fisik utama yang mempengaruhi ekosistem adalah sebagai berikut.

  1. Suhu

Suhu merupakan salah satu syarat yang diperlukan organisme untuk hidup. Perubahan suhu lingkungan sangat berpengaruh terhadap kehidupan organisme. Hanya organisme yang mampu menyesuaikan perubahan suhu yang dapat hidup dan berkembang dengan baik.

  1. Sinar matahari

Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu lingkungan dan juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.

  1. Air

Air sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi manusia dan hewan air digunakan untuk minum dan sarana hidup lain, misalnya transportasi manusia dan tempat hidup ikan. Bagi tumbuhan air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji. Bagi unsur abiotik lain misalnya tanah dan batuan, air digunakan sebagai pelarut dan pelapuk.

  1. Tanah

Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah juga menyediakan unsur-unsur penting bagi pertmbuhan organisme terutama tumbuhan.

  1. D.    Interaksi antarkomponen Ekosistem

Diantara tiap komponen penyusun ekosistem terjadi interaksi, yaitu:

  1. Interaksi Antarorganisme

Makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu akan selalu berhubungan dengan individu lain, baik yang spesiesnya sama maupun yang berbeda spesies. Interaksi demikian dapat kita jumpai di sekitar kita. Interaksi antarorganisme dalam komunitas ada yang sangat erat dan ada yang kurang erat. Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagai berikut.

  1. Netral

Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak disebut netral. Contohnya adalah antara capung dan sapi.

  1. Prediasi

Prediasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa. Contohnya singa dengan kijang, beruang dengan ikan salem.

  1. Parasitisme

Parasitisme adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies yang hanya menguntukan satu pihak sedangkan pihak lain dirugikan. Dalam hubungan ini, satu organisme hidup dan mengambil makanan dari organisme inangnya sehingga merugikan inangnnya. Contohnya  Plasmodium dengan manusia, Taenia saginata dengan sapi, dan benalu dengan pohon inangnya.

  1. Kominsalisme

Kominsalisme merupakan hubungan antar dua organisme yang berbeda spesies dimana salah satu spesies diuntungkan sedangkan spesies lainnya tidak dirugikan ataupun diuntungkan. Contohnya anggrek dengan pohon yang ditumpanginya.

  1. Mutualisme

Mutualisme adalah hubungan antara dua organisme berbeda yang saling menguntungkan. Contohnya bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan.

  1. Interaksi Antarpopulasi

Dalam suatu komunitas antara populasi yang satu dengan populasi yang lain selalu berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya interaksi antarpopulasi adalah alelopati.

Alelopati merupakan interaksi antarpopulasi jika populasi yang satu dapat menghasilakan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain. Contohnya rumput teki menghalangi tumbuhnya populasi lain karene tumbuhan itu menghasilkan zat yang bersifat  toksik. Pada mikroorganisme istilah alelopati  dikenal dengan sebagai anabiosa. Contohnya jamur Penicilium sp. menghasilkan antibiotik yang dapat menghambant pertumbuhan bakteri tertentu.

Selain itu ada juga kompetisi interspesifik. Kompetisi ini terjadi jika antarpopulasi terdapat kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan. Contohnya persaingan antar populasi kambing dengan populasi sapi di padang rumput.

  1. Interaksi antarkomunitas

Contoh dari interaski antarkomunitas adalah antara komunitas sawah dengan sungai. Komunitas sawah disusun oleh bermacam-macam organisme misalnya padi, belalang, burung, ular, dan gulma. Komunitas sungai terdiri dari ikan, alga, zooplankton, fitoplankton, dan pengurai. Antara komunitas sungai dan sawah terjadi dalam bentuk peredaran nutrien dan air sungai ke sawah dan peredaran organisme dari kedua komunitas tersebut.

Interaksi antarkomunitas cukup kompleks karena tidak hanya melibatkan organisme tetepi juga aliran energi dan makanan. Interaksi antarkomunitas dapat kita amati, misalnya pada daur karbon. Daur karbon melibatkan ekosistem yang berbeda misalnya laut dan darat.

  1. Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik

Contoh dari interaksi ini yaitu antara cacing dengan tanah. Cacing tanah adalah hewan tidak berangka dan berbebtuk bulat panjang yang amat menjijikkan. Namun, hewan tersebut mempunyai peran yang besar dalam membantu kesuburan tanah, yaitu:

  • Membantu menghancurkan sampah sehingga mengembalikan hara ke dalam tanah;
  • Menjadikan pengudaraan tanah menjadi lebih baik karena jejak cacing menyebabkan terbentuknya rongga udara dalam tanah;
  • Menyuburkan dan menggemburkan tanah karena adanya pengudaraan dan pembongkaran sampah.
  1. Interaksi Komponen Aiotik dengan Biotik

Banyak kasus di sekitar kita yang menujukkan bahwa komponen abiotik yang berpengaruh terhadap kehidupan tumbuhan dan hewan yang ada disekitarnya. Contoh dari interkasi ini yaitu antara cahya matahari dengan organisme. Cahaya matahari merupakan sumber energi primer. Cahaya merupakan komponen abiotik yang mempengaruhi kehidupan organisme. Oleh karena itu, sulit dibayangkan apa yang akan terjadi apabila matahari tidak bersinar selama beberapa tahun ke permukaan bumi.

 

  1. E.     Tipe Ekosistem

 

            Secara umum ada tiga tipe ekosistem, yaitu ekosistem air, ekosistem darat, dan ekosistem buatan.

  1. Ekosistem Air (Akuatik)

Ekosistem air adalah ekosistem yang didominasi oleh lingkungan eksternal air sebagai habitat berbagai  organisme air. Ekosistem air dapat dibedakan atas ekosistem air tawar dan air laut.

  1. Ekosistem air tawar

Ekosistem air tawar memiliki ciri umum sebagai berikut:

  • Salinitas (kadar garam) rendah, lebih rendah dari salinitas sitoplasma sel organisme yang hidup didalamnya;
  • Variasi suhu siang dan malam tidak terlalu besar;
  • Penetrasi cahaya matahari terbatas (kurang);
  • Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca, pengaruhnya terlalu kecil jika dibandingkan dengan ekosistem darat;
  • Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji.

Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.

  1. Ekosistem air laut

Ekosistem laut merupakan sebagian besar wilayah Indonesia. Secara umum ekosistem laut memiliki sifat-sifat khas , yaitu

  • Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi, lebih tinggi dari kadar garam protoplasma sel organisme yang hidup didalamnya;
  • Dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25 °C;
  • Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi, sehingga terdapat batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah yang disebut daerah termoklin;
  • Terdapat kehidupan di semua kedalaman. Ekosistem saling bersambungan dan memungkinkan bercampur karena adanya sirkulasi airlaut.

Berdasarkan intensitas cahaya yang dapat mencapainya, ekositem laut dibedakan atas ekosistem laut dalam dan ekosistem laut dangkal.

1)      Ekosistem laut dalam

Ekosistem laut dalam merupakan ekosistem laut yang tidak ditembus cahaya matahari. Oleh karena itu tidak terjadi fotosintesis, kadar oksigen dalam airnya rendah, dan tidak terdapat organisme produsen autotrof.

2)      Ekositem laut dangkal

Ekosistem laut dangkal merupakan daerah fotik (tembus cahaya matahari). Pada ekosistem ini terjadi fotosintesis oleh produsen dari jenis ganggang laut dan fitoplankton.

  1. Ekosistem darat (terestrial)

Ekosistem darat adalah ekosistem yang didominasi oleh lingkungan eksternal daratan. Penentuan zona dalam ekosistem terestrial ditentukan oleh temperatur dan curah hujan. Ekosistem terestrial dapat dikontrol oleh iklim dan gangguan. Iklim sangat penting untuk menentukan mengapa suatu ekosistem terestrial berada pada suatu tempat tertentu. Pola ekosistem dapat berubah akibat gangguan seperti petir, kebakaran, atau aktivitas manusia.

  1. Ekosistem vegetasi pamah

Ciri-ciri dari ekosistem ini adalah sebegi berikut:

  • Ekosistem ini membentang di ketinggian 0 – 1000 meter diatas permukaan air laut.
  • Vegetasinya berupa hutan belukar. Sebagian besar hutan di Indonesia tergolong ekosistem vegetasi pamah.

Ekosistem vegetasi pamah dapat dibedakan atas sub ekosistem, diantaranya:

1)      Ekosistem hutan bakau

Hutan bakau banyak terdapat ditepi pantai yang air lautnya selalu menggenang atau tergenang saat air laut pasang naik. Ekosistem ini melindungi daratan dari abrasi (erosi air laut).

2)      Ekosistem rawa air

Hutan rawa air terdapat di perbatasan pantai dengan ekosistem hutan bakau.

3)      Ekosistem hutan tepi sungai

Hutan tepi sungai banyak terdapat di tepi sungai besar.

4)      Ekosistem hutan sagu

Vegetasinya didominasi oleh pohon sagu yang berkembang dengan baik di aliran air tanah yang teratur.

5)      Ekosistem danau

Sesuai dengan pembentukannya danau dapat dibedakan menjadi eotropik dan oligotropik. Danau eotropik merupakan danau yang kaya akan unsur hara. Ciri-cirinya adalah airnya keruh, terdapat bermacam-macam organisme dan oksigen terdapat di daerah profundal. Sedangkan danau oligotropik merupakan danau yang miskin akan unsur hara. Ciri-cirinya  adalah airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit organisme dan di dasar air terdapat banayak oksigen sepanjang tahun.

6)      Ekosistem rawa gambut

Ekosistem ini terbentang secara luas dan berbatasan dengan hutan rawa air tawar. Flora yang ada pada ekosistem ini jumlahnya terbatas.

7)      Ekosistem pantai

Ekosistem ini terletan ditepi pantai berpasir dan berkarang yang membentang tak jauh dari pantai ke arah darat. Vegetasi pada ekosistem ini ada dua macam yaitu formasi pes-caprae dan formasi baringtonia.

  1. Ekosistem pegunungan

Berdasarkan ketinggiannya (elevasinya), ekosistem pegunungan dibedakan  menjadi sebagai berikut.

1)      Hutan Pegunungan

Hutan pegunungan terdapat pada ketinggian antara 1500-3300 meter diatas permukaan air laut.

2)      Padang Rumput Pegunungan

Padang rumput pegunungan terdapat pada ketinggian antara 3.200-3.600 meter diatas permukaan laut.

3)       Ekosistem Terbuka Lereng Berbatu

Vegetasinya berupa rumput, tumbuhan baku, dan semak.

4)      Ekosistem padang rumput rawa

Ekosistem ini memiliki vegetsi dominan perdu rawa gambut atau rumput yang menutupi tanah gambut.

5)       Ekosistem Danau Pegunungan

Ekosistem ini banyak ditemukan di daerah pegunungan tinggi. Di Indonesia banyak terdapat danau eutrofik, yaitu danau yang kandungan airnya kelebihan nutrien.

6)       Ekosistem Padang Rumput Alpin

Ekosistem ini dijumpai pada daerah dengan ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan air laut.

  1. Vegetasi Monson

Vegetasi monson memiliki ciri antara lain pohon-pohonnya rendah, banyak cabang, dan batangnya tidak lurus. Vegetasi ini banyak dijumpai didaerah beriklim kering dengan curah hujan sedikit, terdapat ketinggian.

  1. Hutan hujan tropis

Hutan hujan tropis terdapat di daerah tropik dan subtropik. Ciri-cirinya adalah curah hujan 200-225 cm per tahun. Spesies pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro, yaitu iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme. Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari, variasi suhu dan kelembapan tinggi, suhu sepanjang hari sekitar 25 °C. Dalam hutan hujan tropis sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan) dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, keraburungbadakbabi hutanharimau, dan burung hantu.

  1. Sabana

Sabana dari daerah tropik terdapat di wilayah dengan curah hujan 40 – 60 inci per tahun, tetapi temepratur dan kelembaban masih tergantung musim. Sabana yang terluas di dunia terdapat di Afrika; namun di Australia juga terdapat sabana yang luas. Hewan yang hidup di sabana antara lain serangga danmamalia seperti zebrasinga, dan hyena.

  1. Padang rumput

Padang rumput terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik. Ciri-ciri padang rumput adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun, hujan turun tidak teratur, porositas (peresapan air) tinggi, dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebrasinga, anjing liar, serigalagajahjerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular.

  1. Gurun

Gurun terdapat di daerah tropik yang berbatasan dengan padang rumput. Ciri-ciri ekosistem gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar. Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, semut, ularkadalkatakkalajengking, dan beberapa hewan nokturnal lain.

  1. Hutan Gugur

Hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang yang memiliki emapt musim, ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewan yang terdapat di hutam gugur antara lain rusa, beruang, rubah, bajingburung pelatuk, dan rakun (sebangsa luwak).

  1. Taiga

Taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik, ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakanhutan yang tersusun atas satu spesies seperti koniferpinus, dan sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali, sedangkan hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.

  1. Tundra

Tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan perdu, dan rumput alang-alang. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.

  1. Karst (batu gamping /gua).

Karst berawal dari nama kawasan batu gamping di wilayah Yugoslavia. Kawasan karst di Indonesia rata-rata mempunyai ciri-ciri yang hampir sama yaitu, tanahnya kurang subur untukpertanian, sensitif terhadap erosi, mudah longsor, bersifat rentan dengan pori-pori aerasi yang rendah, gaya permeabilitas yang lamban dan didominasi oleh pori-pori mikro. Ekosistem karst mengalami keunikan tersendiri, dengan keragaman aspek biotis yang tidak dijumpai di ekosistem lain.

  1. Ekosistem buatan

Ekosistem buatan merupakan ekosistem yang sengaja diadakan dengan tujuan untuk kesejahteraan pembuatnya.Hal ini banyak terbentuk karena adanya perkembangan teknologi.Beberapa ekosistem buatan dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1.  Ekosistem Danau Buatan (Waduk)

Dengan kemajuan teknologinya,manusia telah barhasil membangun danau buatan atau waduk (bendungan).Bandungan dibuat manusia dengan cara membendung aliran sungai.Bandungan dibangun untuk keperluan irigasi maupun pembangkit listrik.

  1. Ekosistem Hutan Tanaman

Ekosistem hutan tanaman meliputi penanaman pohon budi daya seperti hutan jati dan hutan pinus.

  1. Agroekosistem

Agroekosistem merupakan ekosistem yang sengaja dibuat dalam rangka keperluan pertanian tanaman budi daya. Agroekosistem antara lain sawah tadah hujan,sawah irigasi,dan perkebunan.

1)      Sawah Tadah Hujan

Sawah tada hujan merupakan alternatif yang potensial untuk pertanian tanaman pangan.

2)      Sawah Irigasi

Sawah irigasi merupakan sawah yang sumber air utamanya berasal dari air irigasi.

3)      Perkebunan

Perkebunan menghasilkan produk-produk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

  1. F.     Aliran Energi

                       

            Energi dapat diartikan sebagai kemampuan kerja. Energi diperoleh organisme dari makanan yang dikonsumsinya. Aliran energi merupakan rangkaian urutan pemindahan bentuk energi satu ke bentuk energi lain dimulai dari sinar matahari lalu ke produsen, ke konsumen primer, ke konsumen tinggi, sampai ke sabroba.

Pengalihan energi juga berlangsung melalui sederet organisme yang memakan dan dimakan didalam rantai makanan maupun jaring-jaring makanan. Daur materi dan aliran energi ini berlangsung dalam ekosistem.

  1. Rantai makanan

Para ilmuwan ekologi mengenal tiga macam rantai pokok, yaitu rantai pemengsa, rantai parasit, dan rantai saprofit.

1)      Rantai pemangsa

Dalam rantai pemangsa landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat  herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivor yang memangsa herbivor sebagai konsumen II, dan berakhir pada hewan pemangsa kanivor maupun herbivor sebagai konsumen III atau IV.

2)      Rantai Parasit

Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri, dan benalu.

3)      Rantai Saprofit

Rantai saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai, misalnya jamur dan bakteri.

  1. Jaring-jaring makanan

Jaring-jaring makanan atau tingkat trofik adalah sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan. Sumber energi terbesar matahari. Tumbuhan yang menghasilkan gula lewat proses fontosintesis hanya memakai energi matahari dan CO2 dari dara. Oleh karena itu tumbuhan tersebut digolongkan dalam tingkat trofik pertama. Hewan herbivora atau organisme yang memakan tumbuhan termasuk anggota tingkat trofik kedua. Karnivor yang secara langsung memekan herbivor termasuk tingkat trofik ketiga. Karnivor yang memakan karnivor tingkat ketiga termasuk dalam anggota trofik keempat.

  1. Piramida makanan

Ada tiga jenis piramida makanan yaitu:

1)      Piramida jumlah

Komposisi organisme yang tergolong tingkat trofik dapat disajikan dalam piramida jumlah. Organisme ditingkat trofik pertama biasanya paling melimpah, sedangkan organisme ditingkat trofik kedua, ketiga dan selanjutnya makin berkurang. Dapat dikatakan bahwa pada kebanyakan komunitas normal jumlah tumbuhan selalu lebih banyak daripada organisme herbivor. Demikian pula, jumlah herbivor selalu lebih banyak daripada jumlah karnivor tingkat I. Karnivor tingkat I juga lebih banyak daripada karnivir tingkat II. Piramida jumlah ini didasarkan atas jumlah organisme di tiap trofik.

2)      Piramida biomassa

Biomassa adalah ukuran berat materi hidup di waktu tertentu. Piramida biomassa berfungsi menggambarkan perpaduan massa seluruh organisme di habitat tertentu, dan dinyatakan dalam gram.

Untuk menghindari kerusakan habitat, biasanya pengukuran menggunakan metode sampel. Sampel diukur kemudian total seluruh biomassa dihitung dengan perbandingan tertentu. Pengukuran seperti ini akan menghasilkan informasi yang lebih akurat tentang apa yang terjadi pada ekosistem.

3)      Piramida energi

Piramida energi dibuat berdasarkan observasi yang dilakukan dalam waktu yang lama. Piramida energi mampu memberikan gambaran paling akurat tentang aliran energi dalam ekosistem.

Pada piramida energi yerjadi penrunan jumlah energi berturut-turut dari tingkat trofik rendah sampai tingkat trofik tertinggi. Berkurangnya energi pada setiap tingkat trofik terjadi karene hal-hal berikut:

  1. Hanya sebagian makanan yang ditangkap dan dimakan oleh tingkat trofik selanjutnya
  2. Makanan yang diamkan tidak bisa seluruhnya dicerna dan ada yang dikeluarkan sebagai sampah
  3. Hanya sebagian makanan yang dicerna menjadi bagian dari tubuh organisme, sedangkan sisanya digunakan sebagai sumber energi.

 

 

  1. G.    Daur Biokimia

Daur biokimia merupakan daur yang melibatkan unsur senyawa kimia yang mengalami perpindahan lewat organisme hidup dan beredar kembali ke lingkungan fisik. Ada baiknya hal ini dipandang sebagai hubungan antara komponen biotik dan abiotik suatu ekosistem. Lima factor yang akan dibicarakan disini yang dianggap penting bagi kehidupan adalah : karbon, oksigen, nitrogen, pospor, dan belerang

  1. Daur Nitrogen

Gas nitrogen banyak terdapat di atmosfer, yaitu sekitar 80% dari udara. Nitrogen bebas dapat diikat atau difiksasi terutama oleh bakteri yang hidup pada tumbuhan yang berbintil akar (misalnya jenis polong-polongan) dan beberapa jenis alga. Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen degan bantuan kilat atau petir.

Tumbuhan memperoleh nitrogen dari dalam tanag dalam bentuk amonia (NH3­), ion nitrit (NO­2-), dan ion nitrat (NO3-).

Beberapa bakteri yang dapat menambat nitrogen terdapat pada akar tumbuhan polong-polongan dan akar tumbuhan lain, misalnya Marsillea crenata. Selain itu terdapat bakteri dalam tanah yang dapat mengikat nitrogen secara langsung, yakni Azotobacter sp. yang bersifat aerob. Alga hijau biru Nostoc sp. dan Anabaena sp. juga mampu mengikat nitrogen.

Nitrogen yang diikat biasanya dalam bentuk amonia. Amonia diperoleh dari hasil penguraian jaringan yang mati oleh bakteri. Amonia ini akan mengalami nitrifikasi oleh bakteri nitrit yaitu Nitrosomonas dan Nitrosococcus sehingga menghasilkan nitrat yang dapat diserap oleh akar tumbuhan. Selanjutnya, oleh bakteri denitrifikan, nitrat diubah menjadi amonia kembali melalui denitrifikasi dan amonia dilepaskan ke udara. Dengan cara ini daur nitrogen akan berkurang.

  1. Daur Sulfur

Sulfur banyak terdapat dikerak bumi dan dapat diambil tumbuhan dalam bentuk sulfat. Sulfur merupakan bahan penting bagi pembentukan semua protein.

Seperti halnya dengan nitrogen, hewan bergantung pada tumbuhan untuk memperoleh sulfur. Selain dari sulfur yang terdapat dalam atmosfer, gas oksid sulfur terus- menerus bertambah sebagai sisa pembakaran bahan bakar fosil (BBM) dan dari melelehnya belerang dari tambang-tambang belerang/gunung berapi.

  1. Daur Fosfor

Fosfor merupakan unsur yang penting pembentuk asam nukleat, protein, ATP dan senyawa organik vital lainnya. Fosfor merupakan unsur yang jarang terdapat, dan seperti nitrogen dan kalium sering merupan faktor pembatas dalam produktivitas ekosistem.

Di alam, fosfor terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah).

Fosfat organik dari hewan dan tumbuhan yang mati diuraikan oleh dekomposer menjadi fosfat anorganik. Fosfat anorganik yang terlarut di air tanah atau air laut akan mengendap disedimen laut. Oleh karena itu fosfat banyak terdapat di batu karang dan fosil. Fosfat dari batu dan fosil akan terkikis dan kembali membentuk fosfat anorganik terlarut di air tanah dan laut. Fosfat anorgnik ini kemudian akan diserap oleh akar tumbuhan. Daur ini berulang terus-menerus.

  1. Daur Karbon dan Oksigen

Di atmosfer terdapat kandungan karbondioksida (CO2) sebanyak 0,03%. Sumber-sumber CO2 di udara berasal dari respirasi manusia dan hewan, erupsi vulkanik, pembakaran batu bara, dan asap pabrik.

CO2 di udara dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk fotosintesis dan menghasilkan oksigen (O2) yang akan digunakan oleh manusia dan hewan untuk respirasi.

Tumbuhan yang mati dalam waktu lama dapat membentuk batu bara di dalam tanah. Batu bara dimanfaatkan sebagai bahan bakar sehingga kadar CO2 di udara bertambah.